<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>8 Terduga Pelaku Penganiayaan Santri hingga Tewas di Temanggung Jalani Pemeriksaan</title><description>&amp;nbsp;
Insiden itu membuat korban meninggal dunia setelah dipukuli beramai-ramai dengan tangan kosong.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan"/><item><title>8 Terduga Pelaku Penganiayaan Santri hingga Tewas di Temanggung Jalani Pemeriksaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan-uVNjqX0KOi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/512/2881520/8-terduga-pelaku-penganiayaan-santri-hingga-tewas-di-temanggung-jalani-pemeriksaan-uVNjqX0KOi.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5My81L3g4bzBlamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG &amp;ndash; Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 santri yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap rekannya sesama santri.

Insiden itu membuat korban meninggal dunia setelah dipukuli beramai-ramai dengan tangan kosong.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mediasi Penganiayaan Santri Ponpes An-Nur 2 Buntu, Orangtua Korban Lanjutkan Proses Hukum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sudah diperiksa 8 orang yang diduga pelaku,&amp;rdquo; kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto via WhatsApp, Selasa (12/9/2023) siang.

Kombes Satake belum menjelaskan lebih detail status ke-8 santri tersebut. Namun, dia memastikan mereka tidak akan ditahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tanggapi Hotman Paris, Polda Jateng Buka Suara soal Penganiayaan Santri di Sragen

&amp;ldquo;Karena mereka masih di bawah umur. Mereka dalam pengawasan orangtuanya masing-masing,&amp;rdquo; lanjutnya.

Insiden pengeroyokan terhadap salah satu santri itu terjadi di sebuah ponpes di Dusun Biyeng, Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Minggu (10/9/2023) sekira pukul 09.30 WIB.

Korban berinisial MNF (15) warga Lingkungan Ngempon, Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang. Sementara, 8 santri yang diduga menjadi pelakunya adalah MYS (14) warga Kab Batang, NNF (13) warga Kab Semarang, M (14) warga Kab Magelang, WRA (14) warga Kab Kendal, TMS (14) warga Kab Semarang, MDN (13) warga Kabupaten Semarang, ARR (14) warga Kab Kendal dan KNRK (13) warga Kab Semarang.



&amp;ldquo;Hasil autopsi kematiannya akibat kekerasan tumpul berupa memar kepala, pendarahan otak sehingga mati lemas,&amp;rdquo; jelas Kombes Satake Bayu.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5My81L3g4bzBlamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG &amp;ndash; Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 santri yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap rekannya sesama santri.

Insiden itu membuat korban meninggal dunia setelah dipukuli beramai-ramai dengan tangan kosong.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mediasi Penganiayaan Santri Ponpes An-Nur 2 Buntu, Orangtua Korban Lanjutkan Proses Hukum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sudah diperiksa 8 orang yang diduga pelaku,&amp;rdquo; kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto via WhatsApp, Selasa (12/9/2023) siang.

Kombes Satake belum menjelaskan lebih detail status ke-8 santri tersebut. Namun, dia memastikan mereka tidak akan ditahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tanggapi Hotman Paris, Polda Jateng Buka Suara soal Penganiayaan Santri di Sragen

&amp;ldquo;Karena mereka masih di bawah umur. Mereka dalam pengawasan orangtuanya masing-masing,&amp;rdquo; lanjutnya.

Insiden pengeroyokan terhadap salah satu santri itu terjadi di sebuah ponpes di Dusun Biyeng, Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Minggu (10/9/2023) sekira pukul 09.30 WIB.

Korban berinisial MNF (15) warga Lingkungan Ngempon, Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang. Sementara, 8 santri yang diduga menjadi pelakunya adalah MYS (14) warga Kab Batang, NNF (13) warga Kab Semarang, M (14) warga Kab Magelang, WRA (14) warga Kab Kendal, TMS (14) warga Kab Semarang, MDN (13) warga Kabupaten Semarang, ARR (14) warga Kab Kendal dan KNRK (13) warga Kab Semarang.



&amp;ldquo;Hasil autopsi kematiannya akibat kekerasan tumpul berupa memar kepala, pendarahan otak sehingga mati lemas,&amp;rdquo; jelas Kombes Satake Bayu.</content:encoded></item></channel></rss>
