<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menapaki Petilasan Sri Aji Jayabaya, Konon Dipercaya Menambah Kekuatan</title><description>Situs yang terletak Kediri dipercaya sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan"/><item><title>Menapaki Petilasan Sri Aji Jayabaya, Konon Dipercaya Menambah Kekuatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan-L4edlEzT1H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petilasan Sri Aji Jayabaya (Foto: Laman Pemkab Kediri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/337/2881815/menapaki-petilasan-sri-aji-jayabaya-konon-dipercaya-menambah-kekuatan-L4edlEzT1H.jpg</image><title>Petilasan Sri Aji Jayabaya (Foto: Laman Pemkab Kediri)</title></images><description>JAKARTA - Situs yang terletak Kediri dipercaya sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya.
Melansir laman Pemkab Kediri, situs - situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot. Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual.

BACA JUGA:
Legenda Gunung Bromo dan Kaitannya dengan Kerajaan Majapahit&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Tak heran menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang datang ke petilasannya.

Selain itu, termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia.

BACA JUGA:
Mpu Kapat, Pejabat Teras Kerajaan Majapahit yang Kalah Kondang Dibanding Mpu Prapanca


Pada 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya. Sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.

Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian) dan Ganesha.



Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedangkan bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut. Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.</description><content:encoded>JAKARTA - Situs yang terletak Kediri dipercaya sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya.
Melansir laman Pemkab Kediri, situs - situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot. Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual.

BACA JUGA:
Legenda Gunung Bromo dan Kaitannya dengan Kerajaan Majapahit&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Tak heran menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang datang ke petilasannya.

Selain itu, termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia.

BACA JUGA:
Mpu Kapat, Pejabat Teras Kerajaan Majapahit yang Kalah Kondang Dibanding Mpu Prapanca


Pada 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya. Sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.

Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian) dan Ganesha.



Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedangkan bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut. Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.</content:encoded></item></channel></rss>
