<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Pemilu 2024, Menko Polhukam Minta Elite Politik Tidak Ribut</title><description>Jelang Pemilu 2024, Menko Polhukam Minta Elite Politik Tidak Ribut
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut"/><item><title>Jelang Pemilu 2024, Menko Polhukam Minta Elite Politik Tidak Ribut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut-J7PlWw7ZlC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD. (MNC Portal/Riana Rizkia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/337/2882158/jelang-pemilu-2024-menko-polhukam-minta-elite-politik-tidak-ribut-J7PlWw7ZlC.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD. (MNC Portal/Riana Rizkia)</title></images><description>



BANDUNG - Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar di Indonesia berlangsung damai. Ia meminta para elite politik memberi contoh yang baik dan tidak menimbulkan keributan atau perpecahan.


Menurut Mahfud MD, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pemilu sebagai bagian dari demokrasi. Proses demokrasi di Indonesia telah diatur berdasarkan UU yang berlaku. Lembaga pelaksananya telah ada. Begitupun dengan lembaga pengawasnya.


&quot;Demokrasi harus diatur oleh aturan atau hukum agar tidak liar. Di Indonesia semua aturannya sudah ada. KPU tinggal lakukan prosesnya dengan baik. Bawaslu kalau ada kecurangan, tegur. Jika tidak selesai, bisa ke MA. Semua sudah ada aturannya jadi tidak perlu ribut-ribut,&quot; kata Mahfud MD dalam sambutannya pada acara Forum Diskusi Pemilu di Kota Bandung, Rabu (13/9/2023).






BACA JUGA:
Bertemu Ganjar Pranowo, Mahfud MD: Nostalgia Saja










Menurut dia, Pemilu 2024 adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi terhadap politik. Karena itu, dibutuhkan peran elite politik. Dalam konteks ini, partai politik (parpol) diminta memberikan keteladanan untuk membangun pemilu damai.


&quot;Saya mengajak, mari kita bangun kesadaran bersama, bahwa Pemilu 2024 adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap politik,&quot; ujarnya.





BACA JUGA:
Setuju Pendaftaran Capres Dimajukan, Mahfud MD: Bisa Pengaruhi Tahapan Pemilu











Menurut dia, pemilu adalah saluran untuk menyuarakan hati masyarakat membawa Indonesia ke depan. Pemilu menjadi wadah bagi seluruh bangsa Indonesia yang beragam untuk ikut berpartisipasi membangun Indonesia.



&quot;Keberagaman adalah sunnatullah. Tapi kadang keberagaman jadi sumber perpecahan. Di Indonesia ada ratusan suku, bahasa, dan agama, tapi kita bersatu. Itu artinya, keberagaman menjadi sebuah berkah,&quot; tuturnya.







BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Mahfud MD: 80 Persen Warga Sudah Setuju Tapi Ada Provokasi











Di Indonesia, sejarah mencatat banyak pihak yang ingin melawan keberagaman ini, namun berhasil ditumpas misalnya Permesta, DI/TII dan lainnya. Melawan keberagaman juga pernah dilakukan secara konstitusi pada awal pemilu Indonesia. Namun, semua bisa dilewati hingga saat ini.



</description><content:encoded>



BANDUNG - Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar di Indonesia berlangsung damai. Ia meminta para elite politik memberi contoh yang baik dan tidak menimbulkan keributan atau perpecahan.


Menurut Mahfud MD, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pemilu sebagai bagian dari demokrasi. Proses demokrasi di Indonesia telah diatur berdasarkan UU yang berlaku. Lembaga pelaksananya telah ada. Begitupun dengan lembaga pengawasnya.


&quot;Demokrasi harus diatur oleh aturan atau hukum agar tidak liar. Di Indonesia semua aturannya sudah ada. KPU tinggal lakukan prosesnya dengan baik. Bawaslu kalau ada kecurangan, tegur. Jika tidak selesai, bisa ke MA. Semua sudah ada aturannya jadi tidak perlu ribut-ribut,&quot; kata Mahfud MD dalam sambutannya pada acara Forum Diskusi Pemilu di Kota Bandung, Rabu (13/9/2023).






BACA JUGA:
Bertemu Ganjar Pranowo, Mahfud MD: Nostalgia Saja










Menurut dia, Pemilu 2024 adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi terhadap politik. Karena itu, dibutuhkan peran elite politik. Dalam konteks ini, partai politik (parpol) diminta memberikan keteladanan untuk membangun pemilu damai.


&quot;Saya mengajak, mari kita bangun kesadaran bersama, bahwa Pemilu 2024 adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap politik,&quot; ujarnya.





BACA JUGA:
Setuju Pendaftaran Capres Dimajukan, Mahfud MD: Bisa Pengaruhi Tahapan Pemilu











Menurut dia, pemilu adalah saluran untuk menyuarakan hati masyarakat membawa Indonesia ke depan. Pemilu menjadi wadah bagi seluruh bangsa Indonesia yang beragam untuk ikut berpartisipasi membangun Indonesia.



&quot;Keberagaman adalah sunnatullah. Tapi kadang keberagaman jadi sumber perpecahan. Di Indonesia ada ratusan suku, bahasa, dan agama, tapi kita bersatu. Itu artinya, keberagaman menjadi sebuah berkah,&quot; tuturnya.







BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Mahfud MD: 80 Persen Warga Sudah Setuju Tapi Ada Provokasi











Di Indonesia, sejarah mencatat banyak pihak yang ingin melawan keberagaman ini, namun berhasil ditumpas misalnya Permesta, DI/TII dan lainnya. Melawan keberagaman juga pernah dilakukan secara konstitusi pada awal pemilu Indonesia. Namun, semua bisa dilewati hingga saat ini.



</content:encoded></item></channel></rss>
