<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bekali Milenial soal Pertanian dan Perikanan, Relawan Ganjar Edukasi Budidaya Kultur Azolla</title><description>Bekali Milenial soal Pertanian dan Perikanan, Relawan Ganjar Edukasi Budidaya Kultur Azolla</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla"/><item><title>Bekali Milenial soal Pertanian dan Perikanan, Relawan Ganjar Edukasi Budidaya Kultur Azolla</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla</guid><pubDate>Kamis 14 September 2023 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla-rMGn3brrh8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bekali milenial soal pertanian hingga perikanan, relawan Ganjar edukasi soal budidaya kultur azola. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/14/340/2883146/bekali-milenial-soal-pertanian-dan-perikanan-relawan-ganjar-edukasi-budidaya-kultur-azolla-rMGn3brrh8.jpg</image><title>Bekali milenial soal pertanian hingga perikanan, relawan Ganjar edukasi soal budidaya kultur azola. (Ist)</title></images><description>


PEKANBARU - Sukarelawan Generasi Alumni Muda Universitas Riau (Unri) dan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Ganjar Pranowo atau Civitas Ganjar mengedukasi puluhan kaum milenial dan mahasiswa mengenai cara pembudidayaan kultur azolla.

Seminar tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Jalan Merak Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau pada Kamis (14/9/2023).

Menurut Korwil Civitas Ganjar Riau Hardi Yuda, seminar ini perlu dilakukan, sebab belum banyak masyarakat awam yang mengetahui manfaat dan cara pembudidayaan azolla.

&quot;Kegiatan hari ini yaitu seminar azolla. Biar masyarakat tahu manfaat dari azolla, karena azolla ini begitu banyak manfaatnya dari segi peternakan, pertanian, dan perikanan. Jadi, banyak aspek yang dapat dikelola dari azolla ini,&quot; ujar Yuda, dalam keterangannya.

Civitas Ganjar, kata Yuda, hadir sebagai wadah yang memfasilitasi para kalangan milenial dan mahasiswa agar makin mengetahui manfaat dari tumbuhan paku air tersebut.







BACA JUGA:
Survei SMRC Simulasi Capres-Cawapres: Ganjar-RK Raih Elektabilitas Tertinggi









Pemateri dalam diskusi itu, yakni Fahrul Aziz Siregar. Dalam pemaparannya, Fahrul menyampaikan mengenai apa itu azolla, apa manfaatnya di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, serta bagaimana cara budidaya azolla.

Azolla merupakan jenis tumbuhan paku air. Dalam pertanian, kultur azolla dapat menjadi alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan. Sedangkan dalam peternakan dan perikanan, tumbuhan ini bisa dijadikan pakan bagi ikan, ayam, maupun itik karena mengandung protein yang tinggi.





BACA JUGA:
Buku Membedah Pikiran Ganjar, Ekonom UGM: Bukti Pemimpin Diakui, Bukan Mengklaim











Selain pemaparan materi, Fahrul mempraktikkan langsung cara membudidayakan azolla dengan baik dan benar agar terbentuk kultur azolla.
Pertama disiapkan wadah berupa ember, siapkan air secukupnya, masukkan pupuk kompos (jika air ada unsur kimianya), aduk air, lalu didiamkan selama seminggu agar air menjadi alami. Kemudian masukkan azolla dan biarkan berkembang biak membentuk kultur azolla.



Diharapkan nantinya budidaya kultur azolla makin menjamur di Pekanbaru. Terlebih untuk peserta milenial yang nantinya ingin berkecimpung di dunia pertanian, perikanan, maupun peternakan. Ini bisa menjadi bekal ilmu bagi para peserta ataupun mahasiswa di bidang tersebut.






BACA JUGA:
Budayawan Hingga Musisi Apresiasi Buku Membongkar Pikiran Ganjar










Selain hemat dari segi biaya, kultur azolla juga dapat menggantikan pupuk anorganik yang dapat mencemari lingkungan jika digunakan terus-menerus.



&quot;Pembudidayaan azolla bisa jadi pakan ikan, bisa dijual dalam keadaan basah maupun kering. Cara pembudidayaannya gampang, kita kasih media berupa ember dan air, ditunggu seminggu baru ditaruh azolla di dalamnya, nanti dia berkembang sendiri,&quot; tutur Yuda.

</description><content:encoded>


PEKANBARU - Sukarelawan Generasi Alumni Muda Universitas Riau (Unri) dan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Ganjar Pranowo atau Civitas Ganjar mengedukasi puluhan kaum milenial dan mahasiswa mengenai cara pembudidayaan kultur azolla.

Seminar tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Jalan Merak Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau pada Kamis (14/9/2023).

Menurut Korwil Civitas Ganjar Riau Hardi Yuda, seminar ini perlu dilakukan, sebab belum banyak masyarakat awam yang mengetahui manfaat dan cara pembudidayaan azolla.

&quot;Kegiatan hari ini yaitu seminar azolla. Biar masyarakat tahu manfaat dari azolla, karena azolla ini begitu banyak manfaatnya dari segi peternakan, pertanian, dan perikanan. Jadi, banyak aspek yang dapat dikelola dari azolla ini,&quot; ujar Yuda, dalam keterangannya.

Civitas Ganjar, kata Yuda, hadir sebagai wadah yang memfasilitasi para kalangan milenial dan mahasiswa agar makin mengetahui manfaat dari tumbuhan paku air tersebut.







BACA JUGA:
Survei SMRC Simulasi Capres-Cawapres: Ganjar-RK Raih Elektabilitas Tertinggi









Pemateri dalam diskusi itu, yakni Fahrul Aziz Siregar. Dalam pemaparannya, Fahrul menyampaikan mengenai apa itu azolla, apa manfaatnya di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, serta bagaimana cara budidaya azolla.

Azolla merupakan jenis tumbuhan paku air. Dalam pertanian, kultur azolla dapat menjadi alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan. Sedangkan dalam peternakan dan perikanan, tumbuhan ini bisa dijadikan pakan bagi ikan, ayam, maupun itik karena mengandung protein yang tinggi.





BACA JUGA:
Buku Membedah Pikiran Ganjar, Ekonom UGM: Bukti Pemimpin Diakui, Bukan Mengklaim











Selain pemaparan materi, Fahrul mempraktikkan langsung cara membudidayakan azolla dengan baik dan benar agar terbentuk kultur azolla.
Pertama disiapkan wadah berupa ember, siapkan air secukupnya, masukkan pupuk kompos (jika air ada unsur kimianya), aduk air, lalu didiamkan selama seminggu agar air menjadi alami. Kemudian masukkan azolla dan biarkan berkembang biak membentuk kultur azolla.



Diharapkan nantinya budidaya kultur azolla makin menjamur di Pekanbaru. Terlebih untuk peserta milenial yang nantinya ingin berkecimpung di dunia pertanian, perikanan, maupun peternakan. Ini bisa menjadi bekal ilmu bagi para peserta ataupun mahasiswa di bidang tersebut.






BACA JUGA:
Budayawan Hingga Musisi Apresiasi Buku Membongkar Pikiran Ganjar










Selain hemat dari segi biaya, kultur azolla juga dapat menggantikan pupuk anorganik yang dapat mencemari lingkungan jika digunakan terus-menerus.



&quot;Pembudidayaan azolla bisa jadi pakan ikan, bisa dijual dalam keadaan basah maupun kering. Cara pembudidayaannya gampang, kita kasih media berupa ember dan air, ditunggu seminggu baru ditaruh azolla di dalamnya, nanti dia berkembang sendiri,&quot; tutur Yuda.

</content:encoded></item></channel></rss>
