<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suami Bunuh Istri di Bekasi, Puan: Polisi Harus Tegas Tangani Kasus KDRT</title><description>Pelaku KDRT dinilai selalu menyepelekan kelakuannya, sehingga kejadian tersebut kerap terulang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt"/><item><title>Suami Bunuh Istri di Bekasi, Puan: Polisi Harus Tegas Tangani Kasus KDRT</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2023 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt-TxYrh9xIEX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku suami yang tega menghabisi nyawa istrinya di Cikarang Barat, Bekasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/15/337/2883290/suami-bunuh-istri-di-bekasi-puan-polisi-harus-tegas-tangani-kasus-kdrt-TxYrh9xIEX.jpg</image><title>Pelaku suami yang tega menghabisi nyawa istrinya di Cikarang Barat, Bekasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti kasus ibu muda yang tewas dibunuh suaminya sendiri setelah sebelumnya mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jalan Cikedokan, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Puan meminta pihak kepolisian untuk tegas terhadap kasus KDRT. Sebab, pelaku KDRT dinilai selalu menyepelekan kelakuannya, sehingga kejadian tersebut kerap terulang.

&quot;Polisi harus tegas menangani kasus-kasus KDRT. Karena pelaku KDRT yang sering melakukan kekerasan terhadap pasangannya, biasanya akan kembali melakukan perbuatannya di kemudian hari,&amp;rdquo; ujar Puan dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).

BACA JUGA:
Sadis! Suami Bunuh Istri Sendiri Dibantu 2 Anak yang Masih di Bawah Umur


Puan menambahkan, Ia juga ingin pihak kepolisian tidak terbuai janji-janji manis para pelaku KDRT.

&amp;ldquo;Ini yang harusnya jadi perhatian kepolisian, jangan sampai karena ucapan janji pelaku sesaat lantas citra ketegasan Polri berkurang. Perlu diingat, KDRT adalah tindak pidana yang kerap dilakukan secara berulang,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Polisi Ungkap 6 Saksi Berpapasan dengan Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi SMK di Bogor


Puan pun meminta pihak kepolisian melakukan evaluasi dalam proses pelaporan, penyelidikan, dan penindakan kasus-kasus KDRT. Puan berharap, penanganan kasus hukum KDRT yang efektif dapat mencegah kasus serupa terulang lagi di masa depan.

&quot;Pihak kepolisian turut bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya penyelesaian peristiwa KDRT. Apalagi sampai korbannya meninggal dunia saat ia sudah membuat pengaduan atas kekerasan yang ia alamai, namun sayangnya tidak ditindaklanjuti dengan serius,&quot; pungkasnya.

Diketahui, Seorang pria bernama Nando (24) telah melakukan tindakan kejam dengan menggorok leher istrinya, Mega Sriyani Dewi (24), hingga menyebabkannya tewas.



Tindakan ini dilakukan karena Nando sering mendapat penghinaan dan celaan dari Mega Sriyani Dewi, yang membuat hatinya terluka.



&quot;Motif tindakan ini adalah karena Nando merasa tersakiti oleh kata-kata kasar yang sering diucapkan oleh Mega Sriyani Dewi, yang disebabkan oleh kesulitan ekonomi dalam kehidupan mereka,&quot; kata Kepala Polisi Sektor Cikarang Barat, AKP Rusnawati pada Senin, 11 September 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti kasus ibu muda yang tewas dibunuh suaminya sendiri setelah sebelumnya mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jalan Cikedokan, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Puan meminta pihak kepolisian untuk tegas terhadap kasus KDRT. Sebab, pelaku KDRT dinilai selalu menyepelekan kelakuannya, sehingga kejadian tersebut kerap terulang.

&quot;Polisi harus tegas menangani kasus-kasus KDRT. Karena pelaku KDRT yang sering melakukan kekerasan terhadap pasangannya, biasanya akan kembali melakukan perbuatannya di kemudian hari,&amp;rdquo; ujar Puan dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).

BACA JUGA:
Sadis! Suami Bunuh Istri Sendiri Dibantu 2 Anak yang Masih di Bawah Umur


Puan menambahkan, Ia juga ingin pihak kepolisian tidak terbuai janji-janji manis para pelaku KDRT.

&amp;ldquo;Ini yang harusnya jadi perhatian kepolisian, jangan sampai karena ucapan janji pelaku sesaat lantas citra ketegasan Polri berkurang. Perlu diingat, KDRT adalah tindak pidana yang kerap dilakukan secara berulang,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Polisi Ungkap 6 Saksi Berpapasan dengan Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi SMK di Bogor


Puan pun meminta pihak kepolisian melakukan evaluasi dalam proses pelaporan, penyelidikan, dan penindakan kasus-kasus KDRT. Puan berharap, penanganan kasus hukum KDRT yang efektif dapat mencegah kasus serupa terulang lagi di masa depan.

&quot;Pihak kepolisian turut bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya penyelesaian peristiwa KDRT. Apalagi sampai korbannya meninggal dunia saat ia sudah membuat pengaduan atas kekerasan yang ia alamai, namun sayangnya tidak ditindaklanjuti dengan serius,&quot; pungkasnya.

Diketahui, Seorang pria bernama Nando (24) telah melakukan tindakan kejam dengan menggorok leher istrinya, Mega Sriyani Dewi (24), hingga menyebabkannya tewas.



Tindakan ini dilakukan karena Nando sering mendapat penghinaan dan celaan dari Mega Sriyani Dewi, yang membuat hatinya terluka.



&quot;Motif tindakan ini adalah karena Nando merasa tersakiti oleh kata-kata kasar yang sering diucapkan oleh Mega Sriyani Dewi, yang disebabkan oleh kesulitan ekonomi dalam kehidupan mereka,&quot; kata Kepala Polisi Sektor Cikarang Barat, AKP Rusnawati pada Senin, 11 September 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
