<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>500 Embung di Bojonegoro Mengering Akibat Kemarau Panjang, Petani Terdampak</title><description>Musim kemarau panjang membuat embung di Bojonegoro, Jawa Timur, mengering</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak"/><item><title>500 Embung di Bojonegoro Mengering Akibat Kemarau Panjang, Petani Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak</guid><pubDate>Minggu 17 September 2023 07:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak-nFAGuxRsMs.png" expression="full" type="image/jpeg">Penampakan embung mengering di Bojonegoro. (Foto: Dedi Mahdi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/17/519/2884332/500-embung-di-bojonegoro-mengering-akibat-kemarau-panjang-petani-terdampak-nFAGuxRsMs.png</image><title>Penampakan embung mengering di Bojonegoro. (Foto: Dedi Mahdi)</title></images><description>


BOJONEGORO - Musim kemarau panjang membuat embung di Bojonegoro, Jawa Timur, mengering. Lebih dari 500 embung di sejumlah desa sudah kering kerontang, padahal embung tersebut menjadi tumpuan irigasi bagi petani.
Salah satu embung atau waduk ukuran kecil yang kering ini berada di Dusun Kampung Baru, Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

BACA JUGA:
 Meski Kemarau Panjang, Desa Ini Miliki Sumber Air ini yang Tidak Pernah Kering&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut warga setempat, keringnya embung sudah berlangsung sejak dua bulan terahir seiring memasuki puncak musim kemarau. Bahkan cuaca panas membuat tanah di dasar embung retak-retak.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air atau PU-SDA Pemkab Bojonegoro, Bungku Susilowati mengatakan, saat ini ada lebih dari 500 embung yang mengering.

BACA JUGA:
Harga Beras Melonjak Imbas Kemarau Panjang, Bansos Solusi Tepat Bantu Rakyat

&amp;ldquo;Diperkirakan mayoritas atau sebagian besar embung telah mengering, embung tersebut tersebar di sejumlah desa terutama di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro,&amp;rdquo; ucap Susilowati, Sabtu (16/9/2023).Akibatnya ribuan hektare areal pertanian dibiarkan mangkrak, lantaran tak bisa ditanami karena kondisi tanah yang terlalu kering.
Sementara itu sesuai prediksi BMKG, puncak musim kemarau berlangsung bulan Agustus hingga September 2023. Kemarau tahun ini diperkirakan lebih parah karena ada fenomena El Nino.</description><content:encoded>


BOJONEGORO - Musim kemarau panjang membuat embung di Bojonegoro, Jawa Timur, mengering. Lebih dari 500 embung di sejumlah desa sudah kering kerontang, padahal embung tersebut menjadi tumpuan irigasi bagi petani.
Salah satu embung atau waduk ukuran kecil yang kering ini berada di Dusun Kampung Baru, Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

BACA JUGA:
 Meski Kemarau Panjang, Desa Ini Miliki Sumber Air ini yang Tidak Pernah Kering&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut warga setempat, keringnya embung sudah berlangsung sejak dua bulan terahir seiring memasuki puncak musim kemarau. Bahkan cuaca panas membuat tanah di dasar embung retak-retak.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air atau PU-SDA Pemkab Bojonegoro, Bungku Susilowati mengatakan, saat ini ada lebih dari 500 embung yang mengering.

BACA JUGA:
Harga Beras Melonjak Imbas Kemarau Panjang, Bansos Solusi Tepat Bantu Rakyat

&amp;ldquo;Diperkirakan mayoritas atau sebagian besar embung telah mengering, embung tersebut tersebar di sejumlah desa terutama di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro,&amp;rdquo; ucap Susilowati, Sabtu (16/9/2023).Akibatnya ribuan hektare areal pertanian dibiarkan mangkrak, lantaran tak bisa ditanami karena kondisi tanah yang terlalu kering.
Sementara itu sesuai prediksi BMKG, puncak musim kemarau berlangsung bulan Agustus hingga September 2023. Kemarau tahun ini diperkirakan lebih parah karena ada fenomena El Nino.</content:encoded></item></channel></rss>
