<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nyasar, Drone Berpeledak dari Perang Rusia-Ukraina Mendarat di Kota Resor Bulgaria</title><description>Bulgaria tak menjelaskan dari mana drone itu berasal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria"/><item><title>Nyasar, Drone Berpeledak dari Perang Rusia-Ukraina Mendarat di Kota Resor Bulgaria</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria-q2QQiZkD16.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/18/2885417/nyasar-drone-berpeledak-dari-perang-rusia-ukraina-mendarat-di-kota-resor-bulgaria-q2QQiZkD16.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTgxOS81L3g4a242NW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOFIA - Tim penjinak bom tentara Bulgaria pada Senin, (18/9/2023) dengan ledakan terkendali menghancurkan sebuah perangkat peledak yang terpasang pada pesawat tak berawak yang mendarat pada Minggu, (17/9/2023) malam di kota Tyulenovo di Laut Hitam, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Terkoordinasi Terhadap Krimea&amp;nbsp;

Unit militer memeriksa lokasi tersebut dan menyimpulkan bahwa pengangkutan drone ke lokasi lain dengan bahan peledak masih terpasang tidak mungkin dilakukan, kata kementerian pertahanan.
&amp;ldquo;Kami tentu dapat berasumsi bahwa hal ini terkait dengan perang yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina,&amp;rdquo; kata Menteri Pertahanan Todor Tagarev kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Perang ini pasti terkait dengan meningkatnya risiko terhadap keamanan kita.&amp;rdquo;
Tagarev tidak memberikan informasi lebih rinci tentang dari mana drone itu berasal dan bagaimana drone itu sampai ke Bulgaria, salah satu anggota NATO.
Resor wisata Tyulenovo terletak 70 kilometer selatan perbatasan Rumania dan di seberang Laut Hitam dari Krimea, semenanjung yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014 dan sekarang menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Ukraina.

BACA JUGA:
Sisa Drone Rusia yang Serang Ukraina Ditemukan di Rumania, Presiden: Serangan Sepenuhnya Tidak Dapat Diterima

Polisi menutup area tersebut pada Minggu malam dan membatasi akses publik ke teras restoran setempat, Marian Zhechev, walikota kotamadya Shabla di mana Tyulenovo menjadi bagiannya, mengatakan kepada Nova TV.

Dia mengatakan drone itu ditemukan di bebatuan di samping kapal yang ditambatkan di Tyulenovo, dan menggambarkannya sebagai &amp;ldquo;pesawat dengan amunisi standar&amp;rdquo;.
Belum jelas apakah drone tersebut jatuh dari udara atau tersapu arus laut.
Situs web Nova.bg mengutip para saksi yang mengatakan bahwa drone itu memiliki panjang antara 3 dan 3,5 meter.
Pekan lalu, pecahan pesawat tak berawak ditemukan di Rumania, setelah serangan baru Rusia terhadap pelabuhan Danube di seberang perbatasan Ukraina.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTgxOS81L3g4a242NW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOFIA - Tim penjinak bom tentara Bulgaria pada Senin, (18/9/2023) dengan ledakan terkendali menghancurkan sebuah perangkat peledak yang terpasang pada pesawat tak berawak yang mendarat pada Minggu, (17/9/2023) malam di kota Tyulenovo di Laut Hitam, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Terkoordinasi Terhadap Krimea&amp;nbsp;

Unit militer memeriksa lokasi tersebut dan menyimpulkan bahwa pengangkutan drone ke lokasi lain dengan bahan peledak masih terpasang tidak mungkin dilakukan, kata kementerian pertahanan.
&amp;ldquo;Kami tentu dapat berasumsi bahwa hal ini terkait dengan perang yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina,&amp;rdquo; kata Menteri Pertahanan Todor Tagarev kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Perang ini pasti terkait dengan meningkatnya risiko terhadap keamanan kita.&amp;rdquo;
Tagarev tidak memberikan informasi lebih rinci tentang dari mana drone itu berasal dan bagaimana drone itu sampai ke Bulgaria, salah satu anggota NATO.
Resor wisata Tyulenovo terletak 70 kilometer selatan perbatasan Rumania dan di seberang Laut Hitam dari Krimea, semenanjung yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014 dan sekarang menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Ukraina.

BACA JUGA:
Sisa Drone Rusia yang Serang Ukraina Ditemukan di Rumania, Presiden: Serangan Sepenuhnya Tidak Dapat Diterima

Polisi menutup area tersebut pada Minggu malam dan membatasi akses publik ke teras restoran setempat, Marian Zhechev, walikota kotamadya Shabla di mana Tyulenovo menjadi bagiannya, mengatakan kepada Nova TV.

Dia mengatakan drone itu ditemukan di bebatuan di samping kapal yang ditambatkan di Tyulenovo, dan menggambarkannya sebagai &amp;ldquo;pesawat dengan amunisi standar&amp;rdquo;.
Belum jelas apakah drone tersebut jatuh dari udara atau tersapu arus laut.
Situs web Nova.bg mengutip para saksi yang mengatakan bahwa drone itu memiliki panjang antara 3 dan 3,5 meter.
Pekan lalu, pecahan pesawat tak berawak ditemukan di Rumania, setelah serangan baru Rusia terhadap pelabuhan Danube di seberang perbatasan Ukraina.</content:encoded></item></channel></rss>
