<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemimpin Oposisi Korsel Dirawat di RS Setelah Mogok Makan, Terancam Ditangkap Atas Tuduhan Korupsi</title><description>Lee Jae-myung memulai mogok makan pada 31 Agustus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi"/><item><title>Pemimpin Oposisi Korsel Dirawat di RS Setelah Mogok Makan, Terancam Ditangkap Atas Tuduhan Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi-SlYpW4eJx6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/18/2885473/pemimpin-oposisi-korsel-dirawat-di-rs-setelah-mogok-makan-terancam-ditangkap-atas-tuduhan-korupsi-SlYpW4eJx6.jpg</image><title>Pemimpin Oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Pemimpin oposisi utama Korea Selatan dirawat di rumah sakit pada Senin, (18/9/2023) beberapa hari setelah melakukan mogok makan sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah. Lee Jae-myung dirawat sementara jaksa meminta surat perintah penangkapan untuknya atas tuduhan korupsi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Politikus Korsel Lakukan Mogok Makan untuk Protes Kebijakan Pemerintah

Lee, pemimpin Partai Demokrat Korea, memulai protes pada 31 Agustus, dengan alasan salah urus ekonomi pemerintah, ancaman terhadap kebebasan media dan kegagalan menentang pembuangan limbah Fukushima, dan banyak alasan lainnya.
Mantan calon presiden itu dipindahkan ke rumah sakit dari Majelis Nasional di Seoul Senin pagi setelah menderita dehidrasi dan pusing, kata partainya.
Kim Gi-hyeon, ketua Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa, telah mendesak Lee untuk berhenti mogok makan, dan mengatakan bahwa dia siap untuk berbicara dengan pemimpin oposisi mengenai masalah kebijakan.
Beberapa jam setelah Lee dipindahkan ke rumah sakit, jaksa mengatakan mereka telah meminta surat perintah penangkapan untuknya sebagai bagian dari penyelidikan proyek pembangunan dan tuduhan suap.

BACA JUGA:
Tahanan Palestina Meninggal Dunia di Penjara Israel Setelah 87 Hari Mogok Makan

Lee dituduh melanggar tugasnya atas kerugian sebesar KRW20 miliar (sekira Rp232 miliar) yang dikeluarkan oleh Seongnam Development Corporation selama ia menjabat sebagai walikota kota Seongnam, kata jaksa sebagaimana dilansir Reuters.
Jaksa juga menuduh Lee melakukan suap sehubungan dengan sebuah perusahaan yang dicurigai melakukan transfer uang ilegal senilai USD8 juta (sekira Rp123 miliar) ke Korea Utara.Lee membantah melakukan kesalahan, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai &amp;ldquo;fiksi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;konspirasi politik.&amp;rdquo;
Pengadilan di Seoul memerlukan parlemen yang beranggotakan 300 orang, dimana Partai Demokrat memegang mayoritas, untuk melepaskan kekebalan Lee dari penangkapan guna meninjau kembali permintaan jaksa.
Parlemen menolak permintaan surat perintah penangkapan mereka sebelumnya pada Februari.
Lee kalah dari Presiden Yoon Suk Yeol, mantan jaksa agung, pada pemilihan presiden 2022 dengan selisih 0,7%.</description><content:encoded>SEOUL - Pemimpin oposisi utama Korea Selatan dirawat di rumah sakit pada Senin, (18/9/2023) beberapa hari setelah melakukan mogok makan sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah. Lee Jae-myung dirawat sementara jaksa meminta surat perintah penangkapan untuknya atas tuduhan korupsi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Politikus Korsel Lakukan Mogok Makan untuk Protes Kebijakan Pemerintah

Lee, pemimpin Partai Demokrat Korea, memulai protes pada 31 Agustus, dengan alasan salah urus ekonomi pemerintah, ancaman terhadap kebebasan media dan kegagalan menentang pembuangan limbah Fukushima, dan banyak alasan lainnya.
Mantan calon presiden itu dipindahkan ke rumah sakit dari Majelis Nasional di Seoul Senin pagi setelah menderita dehidrasi dan pusing, kata partainya.
Kim Gi-hyeon, ketua Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa, telah mendesak Lee untuk berhenti mogok makan, dan mengatakan bahwa dia siap untuk berbicara dengan pemimpin oposisi mengenai masalah kebijakan.
Beberapa jam setelah Lee dipindahkan ke rumah sakit, jaksa mengatakan mereka telah meminta surat perintah penangkapan untuknya sebagai bagian dari penyelidikan proyek pembangunan dan tuduhan suap.

BACA JUGA:
Tahanan Palestina Meninggal Dunia di Penjara Israel Setelah 87 Hari Mogok Makan

Lee dituduh melanggar tugasnya atas kerugian sebesar KRW20 miliar (sekira Rp232 miliar) yang dikeluarkan oleh Seongnam Development Corporation selama ia menjabat sebagai walikota kota Seongnam, kata jaksa sebagaimana dilansir Reuters.
Jaksa juga menuduh Lee melakukan suap sehubungan dengan sebuah perusahaan yang dicurigai melakukan transfer uang ilegal senilai USD8 juta (sekira Rp123 miliar) ke Korea Utara.Lee membantah melakukan kesalahan, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai &amp;ldquo;fiksi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;konspirasi politik.&amp;rdquo;
Pengadilan di Seoul memerlukan parlemen yang beranggotakan 300 orang, dimana Partai Demokrat memegang mayoritas, untuk melepaskan kekebalan Lee dari penangkapan guna meninjau kembali permintaan jaksa.
Parlemen menolak permintaan surat perintah penangkapan mereka sebelumnya pada Februari.
Lee kalah dari Presiden Yoon Suk Yeol, mantan jaksa agung, pada pemilihan presiden 2022 dengan selisih 0,7%.</content:encoded></item></channel></rss>
