<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Yahya: Keterlibatan Jokowi di GKMNU Bisa Jadi Makna Politik    </title><description>Sebab GKMNU, kata Gus Yahya, sangat terikat dengan kebijakan-kebijakan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik"/><item><title>Gus Yahya: Keterlibatan Jokowi di GKMNU Bisa Jadi Makna Politik    </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik-v3w3S08aXW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PBNU Gus Yahya. (Foto: PBNU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885513/gus-yahya-keterlibatan-jokowi-di-gkmnu-bisa-jadi-makna-politik-v3w3S08aXW.jpg</image><title>Ketum PBNU Gus Yahya. (Foto: PBNU)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;Cholil Staquf atau disapa&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;mengatakan keterlibatan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dapat dimaknai sebagai isu politik. Sebab GKMNU, kata&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya, sangat terikat dengan kebijakan-kebijakan negara.&amp;nbsp;

Hal ini disampaikannya usai pembukaan Munas dan Konbes NU 2023 di Ponpes Al Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

&quot;Yah itu nanti maknanya akan menjadi makna politik juga, karena GKMNU itu merupakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, sehingga akan sangat juga terkait dengan kebijakan-kebijakan negara,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Soal Kasus Rempang, Gus Yahya: Harus Kedepankan Kesentosaan Masyarakat&amp;nbsp;
Walaupun begitu, dia menegaskan bahwa NU tidak akan ikut-ikutan soal pasangan politik yang didukung Jokowi. &quot;Belum tahu kalau itu, pada prinsipnya kalau NU sebagai lembaga enggak akan ikut-ikutan soal itu,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa jika ada instruksi atau dukungan politik dari salah satu kiai NU. Maka itu menjadi dukungan pribadi bukan atas nama lembaga NU.&amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Ya enggak, tapi nanti yah prinsipnya sebagai lembaga enggak akan ikut-ikut. Kalau para kiai mau bersikap itu hak politik dari para kiai, boleh tapi bukan atas nama lembaga,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gus Yahya Berikan Sanksi Tegas Bagi Pihak yang Gunakan Nama NU untuk Alat Politik

Sebelumnya,&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;mengungkapkan alasan NU tak akan jauh-jauh dari Presiden RI, Joko Widodo karena kini didapuk sebagai dewan pengampu Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Diketahui GKMNU dibentuk&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;guna menghadirkan manfaat keberadaan organisasi di tengah warganya.

&quot;Bagaimana tidak, sekarang pak Jokowi dewan pengampu Gerakan Keluarga Maslahat NU. Ini adalah program yang akan kita jalankan tanpa henti sampai bahkan lebih dari masa jabatan Pak jokowi, karena ini akan menjadi pola dasar dari aktivisme NU,&quot; kata&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya.

&quot;Dan Pak Jokowi dewan pengampunya. Jadi enggak akan jauh-jauh dari NU-nya,&quot; ucapnya.

Adapun berbagai macam kebijakan itu akan dikerjasamakan dengan berbagai program yang dikelola oleh GKMNU seperti pendidikan, kesehatan, wirausaha, dan seterusnya. Sehingga partner program dari GKMNU akan sangat beragam mulai dari Kemenag, Kementerian UMKM, Kemenkes, dan kementerian lain yang relevan terhadap GKMNU.&quot;Negara punya agenda apa, kebijakan apa, yang diuntukkan bagi masyarakat bawah apa. Nah itu akan dibantu oleh NU untuk mendeliveri supaya sampai kepada masyarakat bawah secara langsung,&quot; katanya.



Selain Jokowi, ada juga Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Ahmad Mustofa Bisri, Maruf Amin, dan KH Miftachul Akhyar turut menjadi dewan pengampu GKMNU.



Pada kesempatan itu, tugas dewan pengampu kata Gus Yahya akan mengawasi, meminta laporan, melakukan evaluasi, memberikan saran dan membantu menghubungkan PBNU yakni seluruh jajaran GKMNU ini dengan berbagai pihak yang bekerja sama untuk pelaksanaannya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;Cholil Staquf atau disapa&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;mengatakan keterlibatan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dapat dimaknai sebagai isu politik. Sebab GKMNU, kata&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya, sangat terikat dengan kebijakan-kebijakan negara.&amp;nbsp;

Hal ini disampaikannya usai pembukaan Munas dan Konbes NU 2023 di Ponpes Al Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

&quot;Yah itu nanti maknanya akan menjadi makna politik juga, karena GKMNU itu merupakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, sehingga akan sangat juga terkait dengan kebijakan-kebijakan negara,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Soal Kasus Rempang, Gus Yahya: Harus Kedepankan Kesentosaan Masyarakat&amp;nbsp;
Walaupun begitu, dia menegaskan bahwa NU tidak akan ikut-ikutan soal pasangan politik yang didukung Jokowi. &quot;Belum tahu kalau itu, pada prinsipnya kalau NU sebagai lembaga enggak akan ikut-ikutan soal itu,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa jika ada instruksi atau dukungan politik dari salah satu kiai NU. Maka itu menjadi dukungan pribadi bukan atas nama lembaga NU.&amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Ya enggak, tapi nanti yah prinsipnya sebagai lembaga enggak akan ikut-ikut. Kalau para kiai mau bersikap itu hak politik dari para kiai, boleh tapi bukan atas nama lembaga,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gus Yahya Berikan Sanksi Tegas Bagi Pihak yang Gunakan Nama NU untuk Alat Politik

Sebelumnya,&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;mengungkapkan alasan NU tak akan jauh-jauh dari Presiden RI, Joko Widodo karena kini didapuk sebagai dewan pengampu Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Diketahui GKMNU dibentuk&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya&amp;nbsp;guna menghadirkan manfaat keberadaan organisasi di tengah warganya.

&quot;Bagaimana tidak, sekarang pak Jokowi dewan pengampu Gerakan Keluarga Maslahat NU. Ini adalah program yang akan kita jalankan tanpa henti sampai bahkan lebih dari masa jabatan Pak jokowi, karena ini akan menjadi pola dasar dari aktivisme NU,&quot; kata&amp;nbsp;Gus&amp;nbsp;Yahya.

&quot;Dan Pak Jokowi dewan pengampunya. Jadi enggak akan jauh-jauh dari NU-nya,&quot; ucapnya.

Adapun berbagai macam kebijakan itu akan dikerjasamakan dengan berbagai program yang dikelola oleh GKMNU seperti pendidikan, kesehatan, wirausaha, dan seterusnya. Sehingga partner program dari GKMNU akan sangat beragam mulai dari Kemenag, Kementerian UMKM, Kemenkes, dan kementerian lain yang relevan terhadap GKMNU.&quot;Negara punya agenda apa, kebijakan apa, yang diuntukkan bagi masyarakat bawah apa. Nah itu akan dibantu oleh NU untuk mendeliveri supaya sampai kepada masyarakat bawah secara langsung,&quot; katanya.



Selain Jokowi, ada juga Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Ahmad Mustofa Bisri, Maruf Amin, dan KH Miftachul Akhyar turut menjadi dewan pengampu GKMNU.



Pada kesempatan itu, tugas dewan pengampu kata Gus Yahya akan mengawasi, meminta laporan, melakukan evaluasi, memberikan saran dan membantu menghubungkan PBNU yakni seluruh jajaran GKMNU ini dengan berbagai pihak yang bekerja sama untuk pelaksanaannya.



</content:encoded></item></channel></rss>
