<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pidato Penuh Semangat di Majelis Umum PBB, Zelensky Desak Dunia Bersatu Akhiri Agresi Rusia</title><description>Dia juga menuduh Rusia mempersenjatai segalanya mulai dari makanan hingga energi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia"/><item><title>Pidato Penuh Semangat di Majelis Umum PBB, Zelensky Desak Dunia Bersatu Akhiri Agresi Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 05:58 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia-GVLWLdlAt3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Ukraina berpidato penuh semangat di Majelis Umum PBB (Foto: UPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/18/2886114/pidato-penuh-semangat-di-majelis-umum-pbb-zelensky-desak-dunia-bersatu-akhiri-agresi-rusia-GVLWLdlAt3.jpg</image><title>Presiden Ukraina berpidato penuh semangat di Majelis Umum PBB (Foto: UPI)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika &amp;lsquo;setan&amp;rsquo; tidak bisa dipercaya, saat ia mendesak dunia untuk bersatu mengakhiri agresi Rusia terhadap negaranya.

Dalam pidatonya yang penuh semangat di New York, Zelensky mengatakan Moskow yang memiliki senjata nuklir harus dihentikan untuk &amp;ldquo;mendorong dunia menuju perang terakhir&amp;rdquo;.

Dia juga menuduh Rusia mempersenjatai segalanya mulai dari makanan hingga energi.


BACA JUGA:
Rusia Minta Pengadilan Internasional Batalkan Kasus yang Diajukan Ukraina, Termasuk Tuduhan Genosida

Invasi besar-besaran yang dilakukan Rusia telah memicu kecaman luas.


BACA JUGA:
China Kirim Menlu Wang Yi ke Rusia, Kuatkan Dukungan Perang Lawan Ukraina

Dalam pidatonya yang sangat berfokus pada bahaya yang ditimbulkan Rusia terhadap dunia, ia berpendapat bahwa tantangan umum lainnya seperti perubahan iklim hanya dapat diatasi dengan baik setelah Moskow terdesak.

&amp;ldquo;Sementara Rusia mendorong dunia menuju perang terakhir, Ukraina melakukan segalanya untuk memastikan bahwa setelah agresi Rusia, tidak ada seorang pun di dunia yang berani menyerang negara mana pun,&amp;rdquo; kata Zelensky kepada para pemimpin dunia yang menghadiri Majelis Umum tahunan, dikutip BBC.

Dia juga mengatakan Rusia &quot;tidak punya hak untuk memiliki senjata nuklir&quot;.
&amp;ldquo;Persenjataan harus dibatasi, kejahatan perang harus dihukum, orang-orang yang dideportasi harus kembali ke rumah, dan penjajah harus kembali ke tanah mereka sendiri,&amp;rdquo; lanjutnya.



&amp;ldquo;Kita harus bersatu untuk mewujudkannya, dan kita akan melakukannya!,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia juga menuduh Moskow melakukan &amp;ldquo;genosida&amp;rdquo; dengan menculik anak-anak Ukraina.



Pada Maret lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas dugaan deportasi ilegal anak-anak Ukraina ke Rusia.



Moskow telah berulang kali membantah tuduhan Ukraina. Namun sejumlah pakar dan organisasi internasional menunjukkan semakin banyak bukti bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.



</description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika &amp;lsquo;setan&amp;rsquo; tidak bisa dipercaya, saat ia mendesak dunia untuk bersatu mengakhiri agresi Rusia terhadap negaranya.

Dalam pidatonya yang penuh semangat di New York, Zelensky mengatakan Moskow yang memiliki senjata nuklir harus dihentikan untuk &amp;ldquo;mendorong dunia menuju perang terakhir&amp;rdquo;.

Dia juga menuduh Rusia mempersenjatai segalanya mulai dari makanan hingga energi.


BACA JUGA:
Rusia Minta Pengadilan Internasional Batalkan Kasus yang Diajukan Ukraina, Termasuk Tuduhan Genosida

Invasi besar-besaran yang dilakukan Rusia telah memicu kecaman luas.


BACA JUGA:
China Kirim Menlu Wang Yi ke Rusia, Kuatkan Dukungan Perang Lawan Ukraina

Dalam pidatonya yang sangat berfokus pada bahaya yang ditimbulkan Rusia terhadap dunia, ia berpendapat bahwa tantangan umum lainnya seperti perubahan iklim hanya dapat diatasi dengan baik setelah Moskow terdesak.

&amp;ldquo;Sementara Rusia mendorong dunia menuju perang terakhir, Ukraina melakukan segalanya untuk memastikan bahwa setelah agresi Rusia, tidak ada seorang pun di dunia yang berani menyerang negara mana pun,&amp;rdquo; kata Zelensky kepada para pemimpin dunia yang menghadiri Majelis Umum tahunan, dikutip BBC.

Dia juga mengatakan Rusia &quot;tidak punya hak untuk memiliki senjata nuklir&quot;.
&amp;ldquo;Persenjataan harus dibatasi, kejahatan perang harus dihukum, orang-orang yang dideportasi harus kembali ke rumah, dan penjajah harus kembali ke tanah mereka sendiri,&amp;rdquo; lanjutnya.



&amp;ldquo;Kita harus bersatu untuk mewujudkannya, dan kita akan melakukannya!,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia juga menuduh Moskow melakukan &amp;ldquo;genosida&amp;rdquo; dengan menculik anak-anak Ukraina.



Pada Maret lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas dugaan deportasi ilegal anak-anak Ukraina ke Rusia.



Moskow telah berulang kali membantah tuduhan Ukraina. Namun sejumlah pakar dan organisasi internasional menunjukkan semakin banyak bukti bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.



</content:encoded></item></channel></rss>
