<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Jens Haaning, Seniman Denmark yang Beri Museum Kanvas Kosong dan Dibayar Rp 1,7 Miliar</title><description>Ulah Haaning itu berujung pada sengketa hukum yang panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar"/><item><title>Kisah Jens Haaning, Seniman Denmark yang Beri Museum Kanvas Kosong dan Dibayar Rp 1,7 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Assyifa Eka Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar-dMfurcdtHi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Take the Money and Run karya Jens Haaning dipajang di galeri seni Denmark. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/18/2886762/kisah-jens-haaning-seniman-denmark-yang-beri-museum-kanvas-kosong-dan-dibayar-rp-1-7-miliar-dMfurcdtHi.jpg</image><title>Take the Money and Run karya Jens Haaning dipajang di galeri seni Denmark. (Foto: Reuters)</title></images><description>KOPENHAGEN &amp;ndash; Jens Haaning (58), seorang seniman asal Denmark yang telah dibayar untuk membuat sebuah karya seni untuk Museum Seni Modern Kunsten di Aalborg, Denmark, tetapi ia malah menyerahkan dua kanvas kosong berjudul &quot;Take the Money and Run&quot; (Ambil Uangnya dan Lari).

BACA JUGA:
AS Sita Karya Seni Milik Egon Schiele karena Diduga Dijarah saat Holocaust

Pihak museum telah mempercayai Jens dan membayarnya sekira USD112 ribu (Rp1,7 miliar) untuk membuat ulang dua karya terdahulunya, yaitu uang kertas yang ditempelkan pada kanvas yang mewakili upah tahunan rata-rata di Denmark dan Austria. Lukisan tersebut nantinya akan dipamerkan di sebuah pameran bertajuk &amp;ldquo;Work It Out&amp;rdquo; tentang kondisi tenaga kerja dan uang di Denmark.
Tidak hanya itu, museum bahkan telah membeli dua karya lama Jens dengan harga USD3,9 ribu (Rp59,9 juta) per lukisannya. Namun, Jens hanya mengirim kembali dua kanvas kosong dengan judul baru, menyebabkan pihak museum menuntut Jens untuk mengembalikan uangnya.
Pihak museum juga mengatakan bahwa Jens telah melanggar kesepakatan tentang penggunaan uang untuk karya seninya, namun sang seniman membantah tuduhan tersebut.
&quot;Saya terkejut, namun pada saat yang sama hal ini sesuai dengan apa yang saya bayangkan,&quot; kata Jens kepada lembaga penyiaran publik Denmark, DR, sebagaimana dikutip dari Fox News.

BACA JUGA:
Kelaparan karena Tidak Sarapan, Karya Seni Pisang yang Ditempel di Dinding Dimakan Oleh Pengunjung Museum

&quot;Karya seni itu adalah (ibarat) uang yang telah saya ambil,&quot; tambah Jens kepada DR.
&quot;Saya mendorong orang lain yang memiliki kondisi kerja yang sama menyedihkannya dengan saya untuk melakukan hal yang sama. Jika mereka diminta untuk memberikan uang untuk pergi bekerja, maka ambillah uang itu dan larilah,&quot; ungkapnya mengenai makna karya seninya itu.Pertarungan hukum yang cukup panjang kemudian terjadi antara Museum Kunsten dan Jens pada 2021, hingga akhirnya Pengadilan Kopenhagen memerintahkan Jens untuk mengembalikan uang sebanyak DKK492 ribu atau setara dengan Rp1,08 miliar dari total Rp1,7 miliar yang dikirim museum. Keputusan ini sudah dikurangi biaya seniman dan juga biaya kanvasnya.
Di sisi lain, Direktur Museum Kunsten Lasse Andersson mengungkapkan bahwa ia merasa terhibur ketika melihat dua kanvas kosong tersebut. Ia juga memutuskan untuk tetap memamerkan karya senin Jans di pameran &amp;ldquo;Work It Out&amp;rdquo;, sebagaimana dikutip dari BBC.

BACA JUGA:
5 Kasus Pencurian Karya Seni Lukisan Paling Terkenal

Karya tersebut kemudian dipromosikan melalui media sosial pada Desember 2021. Dalam caption-nya, galeri seni ini mengatakan bahwa karya seni ini merupakan sebuah pengakuan bahwa &amp;ldquo;terlepas dari niat yang bertentangan, karya seni adalah bagian dari sistem kapitalis yang menilai sebuah karya berdasarkan kondisi yang sewenang-wenang&quot;.
Dilansir dari ABC News, Lasse juga menambahkan bahwa &amp;ldquo;dua kanvas kosong&amp;rdquo; ciptaan Jens akan memilki nilai uang apabila kita menetapkan bahwa karya tersebut bisa dibilang menjadi &amp;ldquo;karya seni&amp;rdquo;.

</description><content:encoded>KOPENHAGEN &amp;ndash; Jens Haaning (58), seorang seniman asal Denmark yang telah dibayar untuk membuat sebuah karya seni untuk Museum Seni Modern Kunsten di Aalborg, Denmark, tetapi ia malah menyerahkan dua kanvas kosong berjudul &quot;Take the Money and Run&quot; (Ambil Uangnya dan Lari).

BACA JUGA:
AS Sita Karya Seni Milik Egon Schiele karena Diduga Dijarah saat Holocaust

Pihak museum telah mempercayai Jens dan membayarnya sekira USD112 ribu (Rp1,7 miliar) untuk membuat ulang dua karya terdahulunya, yaitu uang kertas yang ditempelkan pada kanvas yang mewakili upah tahunan rata-rata di Denmark dan Austria. Lukisan tersebut nantinya akan dipamerkan di sebuah pameran bertajuk &amp;ldquo;Work It Out&amp;rdquo; tentang kondisi tenaga kerja dan uang di Denmark.
Tidak hanya itu, museum bahkan telah membeli dua karya lama Jens dengan harga USD3,9 ribu (Rp59,9 juta) per lukisannya. Namun, Jens hanya mengirim kembali dua kanvas kosong dengan judul baru, menyebabkan pihak museum menuntut Jens untuk mengembalikan uangnya.
Pihak museum juga mengatakan bahwa Jens telah melanggar kesepakatan tentang penggunaan uang untuk karya seninya, namun sang seniman membantah tuduhan tersebut.
&quot;Saya terkejut, namun pada saat yang sama hal ini sesuai dengan apa yang saya bayangkan,&quot; kata Jens kepada lembaga penyiaran publik Denmark, DR, sebagaimana dikutip dari Fox News.

BACA JUGA:
Kelaparan karena Tidak Sarapan, Karya Seni Pisang yang Ditempel di Dinding Dimakan Oleh Pengunjung Museum

&quot;Karya seni itu adalah (ibarat) uang yang telah saya ambil,&quot; tambah Jens kepada DR.
&quot;Saya mendorong orang lain yang memiliki kondisi kerja yang sama menyedihkannya dengan saya untuk melakukan hal yang sama. Jika mereka diminta untuk memberikan uang untuk pergi bekerja, maka ambillah uang itu dan larilah,&quot; ungkapnya mengenai makna karya seninya itu.Pertarungan hukum yang cukup panjang kemudian terjadi antara Museum Kunsten dan Jens pada 2021, hingga akhirnya Pengadilan Kopenhagen memerintahkan Jens untuk mengembalikan uang sebanyak DKK492 ribu atau setara dengan Rp1,08 miliar dari total Rp1,7 miliar yang dikirim museum. Keputusan ini sudah dikurangi biaya seniman dan juga biaya kanvasnya.
Di sisi lain, Direktur Museum Kunsten Lasse Andersson mengungkapkan bahwa ia merasa terhibur ketika melihat dua kanvas kosong tersebut. Ia juga memutuskan untuk tetap memamerkan karya senin Jans di pameran &amp;ldquo;Work It Out&amp;rdquo;, sebagaimana dikutip dari BBC.

BACA JUGA:
5 Kasus Pencurian Karya Seni Lukisan Paling Terkenal

Karya tersebut kemudian dipromosikan melalui media sosial pada Desember 2021. Dalam caption-nya, galeri seni ini mengatakan bahwa karya seni ini merupakan sebuah pengakuan bahwa &amp;ldquo;terlepas dari niat yang bertentangan, karya seni adalah bagian dari sistem kapitalis yang menilai sebuah karya berdasarkan kondisi yang sewenang-wenang&quot;.
Dilansir dari ABC News, Lasse juga menambahkan bahwa &amp;ldquo;dua kanvas kosong&amp;rdquo; ciptaan Jens akan memilki nilai uang apabila kita menetapkan bahwa karya tersebut bisa dibilang menjadi &amp;ldquo;karya seni&amp;rdquo;.

</content:encoded></item></channel></rss>
