<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Tokoh NU yang Ikut Pilpres, Salah Satunya Terpilih Jadi Presiden</title><description>Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu ormas Islam di Indonesia yang kadernya kerap mewarnai perpolitikan di Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden"/><item><title>Sejumlah Tokoh NU yang Ikut Pilpres, Salah Satunya Terpilih Jadi Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden-FDtKe292tJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885811/sejumlah-tokoh-nu-yang-ikut-pilpres-salah-satunya-terpilih-jadi-presiden-FDtKe292tJ.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS83LzE3MDg1NC81L3g4bzY4OXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu ormas Islam di Indonesia yang kadernya kerap mewarnai perpolitikan di Tanah Air.
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tercatat pernah meramaikan pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat pilpres digelar langsung alias dipilih rakyat, hanya satu orang yang berhasil menang yakni Wapres KH Ma'ruf Amin.
Sedangkan tokoh pertama NU yang meramaikan pilpres di era Reformasi adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu, Gus Dur mnedapatkan dukungan Poros Tengah dan terpilih menjadi Presiden dalam pemilihan di MPR yang dipimpin Amien Rais.

BACA JUGA:
Liga 1 2023-2024: Arema FC Tanpa Striker Andalan di Laga Derby Jatim Lawan Persebaya

Gus Dur terpilih sebagai Presiden ke-4 RI setelah meraih 373 suara. Sementara, Megawati Soekarnoputri yang partainya yakni PDIP menjadi pemenang Pemilu 1999, hanya meraih 313 suara.

BACA JUGA:
Rupiah Sore Ini Parkir di Level Rp15.380/USD

Gus Dur pun mengucap sumpah sebagai Presiden di hadapan anggota MPR pada 20 Oktober 1999. Namun, tak sampai dua tahun menjadi orang nomor 1 di RI, Gus Dur dilengserkan MPR. Pada 23 Juli 2001, Megawati yang sebelumnya menjadi Wakil Presiden, mengucap sumpah sebagai Presiden ke-5 RI.
Kemudian Megawati didampingi tokoh NU lainnya, Hamzah Haz, yang juga merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hamzah Haz terpilih sebagai Wakil Presiden RI pada 26 Juli 2001. Melalui pemilihan tiga tahap, Hamzah terpilih mendampingi Megawati yang menjadi Presiden tiga hari sebelumnya.Pilpres Langsung, Hanya Ma'ruf Amin yang Terpilih

Sejak pilpres digelar secara langsung alias dipilih rakyat pada 2004, sebanyak empat tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ikut bertarung. Tiga orang bertarung di Pilpres 2004, satu orang lainnya bertarung di Pilpres 2019. Pada Pilpres 2004, tiga tokoh NU yang bertarung adalah Hamzah Haz, Salahuddin Wahid, dan Hasyim Muzadi.

Hamzah Haz menjadi capres dan menggandeng Agum Gumelar. Sementara, Salahuddin Wahid menjadi cawapres pendamping Wiranto. Sedangkan Hasyim Muzadi menjadi cawapres mendampingi petahana Megawati Soekarnoputri. Ketiga tokoh NU itu kalah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tubuh Sehat dan Kuat, Ini Pentingnya Konsumsi Vitamin di Tengah Polusi Udara

Saat itu pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menjadi pemenang Pilpres 2004. Selanjutnya, pada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014 tidak ada tokoh NU yang tampil. Diketahui, Pilpres 2009 diikuti oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Selanjutnya, Pilpres 2014 hanya diikuti dua pasangan yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Munas dan Konbes NU 2023: Pemanfaatan AI untuk Fatwa Hukumnya Haram

Pada Pilpres 2019, tokoh NU kembali tampil. Kali ini, giliran KH Ma'ruf Amin yang digandeng petahana, Joko Widodo (Jokowi). Dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, mengejutkan sejumlah kalangan. Sebab, sebelumnya santer tersiar kabar bahwa ada nama lain, yakni Mahfud MD, yang bakal mendampingi Jokowi.

Pilihan Jokowi dan partai pengusung menempatkan Ma'ruf yang juga pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai cawapres, berbuah positif. Pasangan Jokowi-Ma'ruf menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Masa jabatan Jokowi-Ma'ruf Amin akan berakhir tahun depan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS83LzE3MDg1NC81L3g4bzY4OXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu ormas Islam di Indonesia yang kadernya kerap mewarnai perpolitikan di Tanah Air.
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tercatat pernah meramaikan pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat pilpres digelar langsung alias dipilih rakyat, hanya satu orang yang berhasil menang yakni Wapres KH Ma'ruf Amin.
Sedangkan tokoh pertama NU yang meramaikan pilpres di era Reformasi adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu, Gus Dur mnedapatkan dukungan Poros Tengah dan terpilih menjadi Presiden dalam pemilihan di MPR yang dipimpin Amien Rais.

BACA JUGA:
Liga 1 2023-2024: Arema FC Tanpa Striker Andalan di Laga Derby Jatim Lawan Persebaya

Gus Dur terpilih sebagai Presiden ke-4 RI setelah meraih 373 suara. Sementara, Megawati Soekarnoputri yang partainya yakni PDIP menjadi pemenang Pemilu 1999, hanya meraih 313 suara.

BACA JUGA:
Rupiah Sore Ini Parkir di Level Rp15.380/USD

Gus Dur pun mengucap sumpah sebagai Presiden di hadapan anggota MPR pada 20 Oktober 1999. Namun, tak sampai dua tahun menjadi orang nomor 1 di RI, Gus Dur dilengserkan MPR. Pada 23 Juli 2001, Megawati yang sebelumnya menjadi Wakil Presiden, mengucap sumpah sebagai Presiden ke-5 RI.
Kemudian Megawati didampingi tokoh NU lainnya, Hamzah Haz, yang juga merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hamzah Haz terpilih sebagai Wakil Presiden RI pada 26 Juli 2001. Melalui pemilihan tiga tahap, Hamzah terpilih mendampingi Megawati yang menjadi Presiden tiga hari sebelumnya.Pilpres Langsung, Hanya Ma'ruf Amin yang Terpilih

Sejak pilpres digelar secara langsung alias dipilih rakyat pada 2004, sebanyak empat tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ikut bertarung. Tiga orang bertarung di Pilpres 2004, satu orang lainnya bertarung di Pilpres 2019. Pada Pilpres 2004, tiga tokoh NU yang bertarung adalah Hamzah Haz, Salahuddin Wahid, dan Hasyim Muzadi.

Hamzah Haz menjadi capres dan menggandeng Agum Gumelar. Sementara, Salahuddin Wahid menjadi cawapres pendamping Wiranto. Sedangkan Hasyim Muzadi menjadi cawapres mendampingi petahana Megawati Soekarnoputri. Ketiga tokoh NU itu kalah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tubuh Sehat dan Kuat, Ini Pentingnya Konsumsi Vitamin di Tengah Polusi Udara

Saat itu pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menjadi pemenang Pilpres 2004. Selanjutnya, pada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014 tidak ada tokoh NU yang tampil. Diketahui, Pilpres 2009 diikuti oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Selanjutnya, Pilpres 2014 hanya diikuti dua pasangan yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Munas dan Konbes NU 2023: Pemanfaatan AI untuk Fatwa Hukumnya Haram

Pada Pilpres 2019, tokoh NU kembali tampil. Kali ini, giliran KH Ma'ruf Amin yang digandeng petahana, Joko Widodo (Jokowi). Dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, mengejutkan sejumlah kalangan. Sebab, sebelumnya santer tersiar kabar bahwa ada nama lain, yakni Mahfud MD, yang bakal mendampingi Jokowi.

Pilihan Jokowi dan partai pengusung menempatkan Ma'ruf yang juga pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai cawapres, berbuah positif. Pasangan Jokowi-Ma'ruf menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Masa jabatan Jokowi-Ma'ruf Amin akan berakhir tahun depan.</content:encoded></item></channel></rss>
