<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jejak Majapahit di Papua Disebutkan dalam Kitab Negarakertagama, Begini Penjelasannya</title><description>Majapahit merupakan kerjaaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara sekaligus monarki terbesar dalam sejarah Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya"/><item><title>Jejak Majapahit di Papua Disebutkan dalam Kitab Negarakertagama, Begini Penjelasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya-To6TdcOB3Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/337/2885828/jejak-majapahit-di-papua-disebutkan-dalam-kitab-negarakertagama-begini-penjelasannya-To6TdcOB3Q.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS82LzE3MDg1MS81L3g4bzY4Zm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Majapahit merupakan kerjaaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara sekaligus monarki terbesar dalam sejarah Indonesia.
Tak hanya menguasai kepulauan di Indonesia,  pemerintahan Majapahit kala itu disebutkan terbentang hingga semenanjung Malaya, dan Kepulauan Sulu, Filipina.
Sehingga tak heran bila Fakfak yang masuk wilayah Papua Barat juga tak luput dari kepemimpinan Hayam Wuruk.
Fakfak juga dikenal sebagai Kota Tua, karena sejarah dan perjuangannya di masa kolonial. Selain itu kota ini dijuluki dengan kota pemerintahan dan Kota Pala karena komoditasnya.

BACA JUGA:
 Merasakan Sakit Telinga di Bagian Dalam? Ini Dia Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahkan kota ini juga disebutkan dalam kitab klasik Negarakertagama (1365 M) yang menyatakan sejumlah daerah yang terletak di bagian timur Indonesia yakni nama Wwanin, Sran, dan Timur.
Wwanin menurut ahli Jawa Kuno adalah nama lain daerah Onin (Jazirah Onin) di Fakfak yang hingga kini menjadi kabupaten tertua di Papua.

BACA JUGA:
Cedera di Laga Kontra Persikabo 1973, Ciro Alves Absen Latihan Persib Bandung

Menurut Johszua Robert Mansoben dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya, jauh sebelum penegakan Pemerintah Kolonial Belanda di Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat di daerah pantai barat Papua terdapat beberapa daerah kerajaan pada awalnya di Semenanjung Onin.
Wilayah pantai Barat Papua terdapat tiga kerajaan tradisional, yaitu Kerajaan Rumbati, Kerajaan Fatagar, dan Kerajaan Atiati.
Di mana kerajaan Fatagar merupakan Kerajaan Islam yang didirikan klan Uswanas yang berada di sebelah timur Distrik Fakfak, Papua Barat. Kerajaan atau Petuanan Fatagar ini memiliki wilayah adat di Distrik Fakfak dan Pariwari.Terdapat dua asal muasal Kerajaan Fatagar, yang salah satunya menyatakan penguasa Ugar merupakan asal muasal leluhur Raja Fatagar.

Dalam publikasinya, salah satu wilayah dalam pengaruh Kerajaan Majapahit adalah Onin yang dicatat sebagai Wwanin atau Wanin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Pensiunan PNS Naik 12% di 2024, Sri Mulyani: Jaga Daya Beli

Ekspedisi pada tahun 1937 dilakukan, oleh Leo Frobenius menemukan adanya bukti permukiman di Ugar. Sehingga bisa dipastikan benar adanya penguasa di Ugar.

Berdasarkan publikasi tersebut juga disebutkan pula kisah penduduk lokal di antara Teluk Patipi dan Rumbati tentang ekspedisi Jawa pada abad ke-15.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rusia Minta Pengadilan Internasional Batalkan Kasus yang Diajukan Ukraina, Termasuk Tuduhan Genosida

Hal ini kemudian diperkuat oleh adanya penyebutan nama di Kitab Klasik Negarakertagama (1365 M), seperti berikut:

&amp;ldquo;Ikang sakasanusanusa Makassar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang I (ng) Salaya Sumba Solot Muar Muwah tigang i Wandan Ambwan athawa Maloko Wwanin ri Sran in Timur ning angeka nusatutur,&amp;rdquo;

Dalam kitab ini, khususnya ditemukan nama-nama tempat di Pulau Papua bagian barat yang dianggap sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Negara Nusa Majapahit, seperti Wwanin (sama dengan Onin, dekat Fakfak), Sran (sama dengan Kowiai, nama tempat yang letaknya dekat Kaimana), dan Wandan (suatu tempat di Pulau Papua).

Dengan disebutkannya nama-nama wilayah di Pulau Papua bagian barat di dalam Kitab Negarakertagama itu merupakan suatu bukti tentang adanya kontak penduduk Papua dengan penduduk wilayah barat Nusantara pada masa pemerintahan Majapahit.




</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS82LzE3MDg1MS81L3g4bzY4Zm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Majapahit merupakan kerjaaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara sekaligus monarki terbesar dalam sejarah Indonesia.
Tak hanya menguasai kepulauan di Indonesia,  pemerintahan Majapahit kala itu disebutkan terbentang hingga semenanjung Malaya, dan Kepulauan Sulu, Filipina.
Sehingga tak heran bila Fakfak yang masuk wilayah Papua Barat juga tak luput dari kepemimpinan Hayam Wuruk.
Fakfak juga dikenal sebagai Kota Tua, karena sejarah dan perjuangannya di masa kolonial. Selain itu kota ini dijuluki dengan kota pemerintahan dan Kota Pala karena komoditasnya.

BACA JUGA:
 Merasakan Sakit Telinga di Bagian Dalam? Ini Dia Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahkan kota ini juga disebutkan dalam kitab klasik Negarakertagama (1365 M) yang menyatakan sejumlah daerah yang terletak di bagian timur Indonesia yakni nama Wwanin, Sran, dan Timur.
Wwanin menurut ahli Jawa Kuno adalah nama lain daerah Onin (Jazirah Onin) di Fakfak yang hingga kini menjadi kabupaten tertua di Papua.

BACA JUGA:
Cedera di Laga Kontra Persikabo 1973, Ciro Alves Absen Latihan Persib Bandung

Menurut Johszua Robert Mansoben dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya, jauh sebelum penegakan Pemerintah Kolonial Belanda di Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat di daerah pantai barat Papua terdapat beberapa daerah kerajaan pada awalnya di Semenanjung Onin.
Wilayah pantai Barat Papua terdapat tiga kerajaan tradisional, yaitu Kerajaan Rumbati, Kerajaan Fatagar, dan Kerajaan Atiati.
Di mana kerajaan Fatagar merupakan Kerajaan Islam yang didirikan klan Uswanas yang berada di sebelah timur Distrik Fakfak, Papua Barat. Kerajaan atau Petuanan Fatagar ini memiliki wilayah adat di Distrik Fakfak dan Pariwari.Terdapat dua asal muasal Kerajaan Fatagar, yang salah satunya menyatakan penguasa Ugar merupakan asal muasal leluhur Raja Fatagar.

Dalam publikasinya, salah satu wilayah dalam pengaruh Kerajaan Majapahit adalah Onin yang dicatat sebagai Wwanin atau Wanin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Pensiunan PNS Naik 12% di 2024, Sri Mulyani: Jaga Daya Beli

Ekspedisi pada tahun 1937 dilakukan, oleh Leo Frobenius menemukan adanya bukti permukiman di Ugar. Sehingga bisa dipastikan benar adanya penguasa di Ugar.

Berdasarkan publikasi tersebut juga disebutkan pula kisah penduduk lokal di antara Teluk Patipi dan Rumbati tentang ekspedisi Jawa pada abad ke-15.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rusia Minta Pengadilan Internasional Batalkan Kasus yang Diajukan Ukraina, Termasuk Tuduhan Genosida

Hal ini kemudian diperkuat oleh adanya penyebutan nama di Kitab Klasik Negarakertagama (1365 M), seperti berikut:

&amp;ldquo;Ikang sakasanusanusa Makassar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang I (ng) Salaya Sumba Solot Muar Muwah tigang i Wandan Ambwan athawa Maloko Wwanin ri Sran in Timur ning angeka nusatutur,&amp;rdquo;

Dalam kitab ini, khususnya ditemukan nama-nama tempat di Pulau Papua bagian barat yang dianggap sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Negara Nusa Majapahit, seperti Wwanin (sama dengan Onin, dekat Fakfak), Sran (sama dengan Kowiai, nama tempat yang letaknya dekat Kaimana), dan Wandan (suatu tempat di Pulau Papua).

Dengan disebutkannya nama-nama wilayah di Pulau Papua bagian barat di dalam Kitab Negarakertagama itu merupakan suatu bukti tentang adanya kontak penduduk Papua dengan penduduk wilayah barat Nusantara pada masa pemerintahan Majapahit.




</content:encoded></item></channel></rss>
