<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagas Asex-01 Natuna, Panglima TNI: Indonesia Menjadi Pelindung dan Pemersatu Negara ASEAN</title><description>Sebuah konsekuensi logis apabila Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menggagas latihan bersama ASEX-01</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean"/><item><title>Gagas Asex-01 Natuna, Panglima TNI: Indonesia Menjadi Pelindung dan Pemersatu Negara ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean-ClUu8fWpwK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Laksamana Yudo Margono/Puspen TNI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/337/2886274/gagas-asex-01-natuna-panglima-tni-indonesia-menjadi-pelindung-dan-pemersatu-negara-asean-ClUu8fWpwK.jpg</image><title>Panglima TNI Laksamana Yudo Margono/Puspen TNI</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg3MC81L3g4bzZmZDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, latihan bersama ASEAN Solidarity Exercise (ASEX-01 N) Natuna 2023 di Batam pada 18&amp;ndash;23 September merupakan wujud dukungan angkatan bersenjata negara-negara anggota ASEAN untuk ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).


 Heboh Pernyataan Warga Rempang Akan Dipiting Tentara, Panglima TNI: Saya Minta Maaf!

&amp;ldquo;Sebuah keniscayaan bahwa Indonesia secara geografis maupun demografis merupakan negara terbesar di kawasan, sehingga sudah selazimnya  Indonesia menjadi sentral, pelindung, dan pemersatu negara-negara  di kawasan, seperti sejatinya sosok Ibu dikawasan atau the Mother of ASEAN,&amp;rdquo;ujar Panglima saat menhadiri Subject Military Expert Exchange (SMEE) latihan bersama Asex 01 Natuna, bertempat di Batam, Selasa (19/9/2023)
Oleh karena itu,  sebuah konsekuensi logis apabila Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menggagas latihan bersama ASEX-01 yang melibatkan seluruh negara ASEAN dan pertama dalam sejarah.

BACA JUGA:
Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Hadiri Munas dan Konbes NU 2023 di Ponpes Al-Hamid

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI, bahwa latihan bersama yang pertama kalinya digelar dan diikuti oleh seluruh angkatan bersenjata negara-negara anggota ASEAN, mengusung Sentralitas ASEAN yang juga visi utama dari Perspektif ASEAN terhadap  AOIP.
&amp;ldquo;ASEAN AOIP merupakan peneguhan terhadap peran ASEAN untuk menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik,&quot;ujar Yudo.Outlook ini kata Yudo juga mengedepankan dialog yang inklusif dan terbuka serta kerja sama menjaga keamanan maritim, ekonomi, konektivitas.
&quot;Dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan kerja sama militer menjadi bagian dari implementasi AOIP pada masa mendatang,&amp;rdquo; Jelas Laksamana TNI Yudo.


SMEE, yang merupakan bagian dari rangkaian latihan ASEX-01 Natuna 2023 mengangkat isu-isu keamanan dan ancaman non-tradisional di kawasan Asia Tenggara.Dalam acara diskusi itu, Panglima TNI memberikan pidato kuncinya (keynote speech), kemudian diikuti dengan sejumlah pembicara lain yaitu Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Komando Armada I Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muhammad Taufik dan Kepala Information Fusion Centre (IFC) Singapura LTC Lester Yong.



Sementara itu, Laksma Muhammad Taufik dalam acara itu, mengidentifikasi bentuk ancaman non-tradisional dan cara-cara mengantisipasinya melalui perspektif kerja sama militer di ASEAN. Sementara itu, delegasi dari Singapura membahas langkah-langkah menindaklanjuti kerja sama pertukaran informasi antarnegara di kawasan.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg3MC81L3g4bzZmZDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, latihan bersama ASEAN Solidarity Exercise (ASEX-01 N) Natuna 2023 di Batam pada 18&amp;ndash;23 September merupakan wujud dukungan angkatan bersenjata negara-negara anggota ASEAN untuk ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).


 Heboh Pernyataan Warga Rempang Akan Dipiting Tentara, Panglima TNI: Saya Minta Maaf!

&amp;ldquo;Sebuah keniscayaan bahwa Indonesia secara geografis maupun demografis merupakan negara terbesar di kawasan, sehingga sudah selazimnya  Indonesia menjadi sentral, pelindung, dan pemersatu negara-negara  di kawasan, seperti sejatinya sosok Ibu dikawasan atau the Mother of ASEAN,&amp;rdquo;ujar Panglima saat menhadiri Subject Military Expert Exchange (SMEE) latihan bersama Asex 01 Natuna, bertempat di Batam, Selasa (19/9/2023)
Oleh karena itu,  sebuah konsekuensi logis apabila Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menggagas latihan bersama ASEX-01 yang melibatkan seluruh negara ASEAN dan pertama dalam sejarah.

BACA JUGA:
Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Hadiri Munas dan Konbes NU 2023 di Ponpes Al-Hamid

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI, bahwa latihan bersama yang pertama kalinya digelar dan diikuti oleh seluruh angkatan bersenjata negara-negara anggota ASEAN, mengusung Sentralitas ASEAN yang juga visi utama dari Perspektif ASEAN terhadap  AOIP.
&amp;ldquo;ASEAN AOIP merupakan peneguhan terhadap peran ASEAN untuk menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik,&quot;ujar Yudo.Outlook ini kata Yudo juga mengedepankan dialog yang inklusif dan terbuka serta kerja sama menjaga keamanan maritim, ekonomi, konektivitas.
&quot;Dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan kerja sama militer menjadi bagian dari implementasi AOIP pada masa mendatang,&amp;rdquo; Jelas Laksamana TNI Yudo.


SMEE, yang merupakan bagian dari rangkaian latihan ASEX-01 Natuna 2023 mengangkat isu-isu keamanan dan ancaman non-tradisional di kawasan Asia Tenggara.Dalam acara diskusi itu, Panglima TNI memberikan pidato kuncinya (keynote speech), kemudian diikuti dengan sejumlah pembicara lain yaitu Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Komando Armada I Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muhammad Taufik dan Kepala Information Fusion Centre (IFC) Singapura LTC Lester Yong.



Sementara itu, Laksma Muhammad Taufik dalam acara itu, mengidentifikasi bentuk ancaman non-tradisional dan cara-cara mengantisipasinya melalui perspektif kerja sama militer di ASEAN. Sementara itu, delegasi dari Singapura membahas langkah-langkah menindaklanjuti kerja sama pertukaran informasi antarnegara di kawasan.



</content:encoded></item></channel></rss>
