<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ile Lewotolok Erupsi Semburkan Kolom Abu Setinggi 600 Meter   </title><description>Erupsi gunung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36.5 mm dan durasi lebih kurang 2 menit 27 detik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter"/><item><title>Gunung Ile Lewotolok Erupsi Semburkan Kolom Abu Setinggi 600 Meter   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 09:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter-q5ugAh0W2M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemantauan aktivitas Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Joni Nura)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/340/2886193/gunung-ile-lewotolok-erupsi-semburkan-kolom-abu-setinggi-600-meter-q5ugAh0W2M.jpg</image><title>Pemantauan aktivitas Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Joni Nura)</title></images><description>LEMBATA - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus menyembrkan abu vulkanik setinggi 600 meter dari mulut kawah.
Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan erupsi gunung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36.5 mm dan durasi lebih kurang 2 menit 27 detik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sejarah Meletusnya Gunung Ile Lewotolok di NTT

Kepala Pos PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan, tinggi kolom abu teramati lebih kurang 600 meter di atas puncak 2.023 meter di atas permukaan laut.
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Ancaman bahaya erupsi masih jauh dari lokasi pemukiman,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Ile Lewotolok Meletus Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 600 Meter

Hingga saat ini aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih Level II (Waspada). Pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 Kilometer.
&amp;ldquo;Warga tiga desa, yakni Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Jontona untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>LEMBATA - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus menyembrkan abu vulkanik setinggi 600 meter dari mulut kawah.
Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan erupsi gunung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36.5 mm dan durasi lebih kurang 2 menit 27 detik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sejarah Meletusnya Gunung Ile Lewotolok di NTT

Kepala Pos PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan, tinggi kolom abu teramati lebih kurang 600 meter di atas puncak 2.023 meter di atas permukaan laut.
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Ancaman bahaya erupsi masih jauh dari lokasi pemukiman,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Ile Lewotolok Meletus Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 600 Meter

Hingga saat ini aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih Level II (Waspada). Pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 Kilometer.
&amp;ldquo;Warga tiga desa, yakni Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Jontona untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
