<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Polusi Udara, Komisi IX Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Energi Matahari</title><description>Menurutnya, hal ini bisa didorong oleh lewat sosialisasi yang dilakukan pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari"/><item><title>Atasi Polusi Udara, Komisi IX Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Energi Matahari</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari-T58aNbR9zn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi IX DPR RI Putra Nababan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/337/2886845/atasi-polusi-udara-komisi-ix-dorong-pelaku-industri-manfaatkan-energi-matahari-T58aNbR9zn.jpg</image><title>Anggota Komisi IX DPR RI Putra Nababan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Putra Nababan berharap pelaku industri bisa memanfaatkan energi bersih seperti energi matahari guna mencegah persoalan polusi udara. Menurutnya, hal ini bisa didorong oleh lewat sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

Masukan ini disampaikan Putra saat berbincang dengan penyanyi Aurelie Moeremans dalam program acara 'Ngobrolin DPR' melalui live Instagram, Rabu (20/9/2023). Adapun, topik yang dibahas sejauh mana peran DPR mendukung Pemerintah dalam pemulihan kualitas udara.

BACA JUGA:
Pohon Kurang, Kendaraan Banyak, Jokowi: Yang Terjadi Polusi, Orang Batuk-Batuk di Jakarta


Saat berbincang, Putra mengatakan kualitas udara yang buruk di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta, diakibatkan beberapa faktor. Seperti musim kemarau yang berkepanjangan, asap kendaraan bermotor hingga pelaku industri nakal yang menjadi penyumbang polusi.

&quot;Pemerintah perlu memberikan sosialisasi dan edukasi yang ketat kepada pelaku industri untuk mendorong mereka memanfaatkan sumber energi bersih seperti energi matahari atau angin dan untuk keperluan industri rumah tangga juga demikian, karena banyak industri yang tidak terdaftar ini perlu diedukasi,&quot; kata Putra.

BACA JUGA:
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Perbanyak Lokasi Uji Emisi Gratis


Putra juga menyinggung mengenai Pemprov DKI Jakarta yang kini tengah berupaya menciptakan hujan buatan guna mengurai polusi di udara. Hanya saja, ia menganggap upaya pembuatan hujan buatan tersebut belum begitu berhasil.

&quot;Kemarau yang berkepanjangan yang tidak kunjung hujan juga turut berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Makanya, pemerintah membuat hujan buatan meskipun kurang sukses, cuma rintik-rintik,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Pasca Bentrok di Bekasi, Polisi Panggil Dua Ketua Ormas untuk Mediasi


Walau belum ada kemajuan signifikan dari upaya rekayasa cuaca, Putra memastikan DPR mendukung berbagai langkah pemerintah dalam mengatasi permasalahan polusi udara. Seperti meningkatkan sarana transportasi publik guna mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang menjadi salah satu penyumbang polisi di udara.

&quot;Kalau kita kan semua menggunakan transportasi pribadi, itu yang juga menjadi penyumbang efek negatif kualitas udara di Ibu Kota. Dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia, bagaimana mereka menggunakan transportasi umum untuk ke sekolah, ke kantor dan lain sebagainya,&quot; tuturnya.

Di sisi lain, dia menilai bahwa pembangunan di DKI Jakarta perlu dibarengi dengan pembukaan banyak ruang terbuka hijau sebagai salah satu bentuk pembangunan yang berkelanjutan.



&quot;Kalau dulu waktu saya masih jadi repoter, daerah Semanggi itu disiapkan oleh Bung Karno sebagai paru-parunya Jakarta. Makanya daerah Semanggi itu banyak pohon-pohon yang hijau. Kalau kita lihat sekarang Semanggi itu sudah banyak gedungnya, pohonnya kecil-kecil hanya buat tata kota aja,&quot; ucapnya.



DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan itu pun berencana membentuk Panita Khusus (Pansus) untuk mendampingi Pemerintah dalam menentukan arah kebijakan mengatasi permasalahan polusi udara, khususnya di Jakarta. Bersama Pemerintah, DPR berkomitmen menghadirkan udara yang bersih bagi masyarakat.



&quot;Kita bergerak di bidang kebijakan karena DPR fungsinya dalam hal pengawasan, mengawasi membuat undang-undang, membuat peraturan dan bersama Pemerintah menyiapkan anggaran. Eksekutornya memang hanya Pemerintah, kita hanya mendampingi pemerintah,&quot; papar Putra.

BACA JUGA:
Gempa M4,6 Guncang Melonguane Sulut




Sementara Aurelie turut menyampaikan sejumlah pertanyaan dari netizen untuk DPR RI terkait isu polisi udara. Salah satunya mengenai pembakaran sampah yang masih terjadi di tengah masyarakat kota. Pembakaran sampah juga turut menjadi penyumbang polusi udara.



&quot;Ini ada pertanyaan dari netizen, dari pada dibakar sampahnya, bisa nggak sampahnya dikasih cairan elektrolit untuk proses daur ulang,&quot; kata Aurelie mewakili pertanyaan netizen.

BACA JUGA:
Kecantikan Luar Biasa dan Tanda Istimewa Ken Dedes yang Tak Dimiliki Perempuan Lain




Putra lantas menjelaskan dampak buruk dari pembakaran sampah. Menurutnya, masyarakat perlu diberi edukasi tentang pemanfaatan sampah agar tidak ada lagi proses pembakaran sampah yang terjadi.



&quot;Itu betul, soal sampah didaur ulang itu sangat baik. Pemilahan sampah sangat bagus untuk hal positif. Apapun saya dukung soal daur ulang sampah selama tidak ada pembakaran sampah yang bisa menyebabkan polusi udara,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Putra Nababan berharap pelaku industri bisa memanfaatkan energi bersih seperti energi matahari guna mencegah persoalan polusi udara. Menurutnya, hal ini bisa didorong oleh lewat sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

Masukan ini disampaikan Putra saat berbincang dengan penyanyi Aurelie Moeremans dalam program acara 'Ngobrolin DPR' melalui live Instagram, Rabu (20/9/2023). Adapun, topik yang dibahas sejauh mana peran DPR mendukung Pemerintah dalam pemulihan kualitas udara.

BACA JUGA:
Pohon Kurang, Kendaraan Banyak, Jokowi: Yang Terjadi Polusi, Orang Batuk-Batuk di Jakarta


Saat berbincang, Putra mengatakan kualitas udara yang buruk di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta, diakibatkan beberapa faktor. Seperti musim kemarau yang berkepanjangan, asap kendaraan bermotor hingga pelaku industri nakal yang menjadi penyumbang polusi.

&quot;Pemerintah perlu memberikan sosialisasi dan edukasi yang ketat kepada pelaku industri untuk mendorong mereka memanfaatkan sumber energi bersih seperti energi matahari atau angin dan untuk keperluan industri rumah tangga juga demikian, karena banyak industri yang tidak terdaftar ini perlu diedukasi,&quot; kata Putra.

BACA JUGA:
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Perbanyak Lokasi Uji Emisi Gratis


Putra juga menyinggung mengenai Pemprov DKI Jakarta yang kini tengah berupaya menciptakan hujan buatan guna mengurai polusi di udara. Hanya saja, ia menganggap upaya pembuatan hujan buatan tersebut belum begitu berhasil.

&quot;Kemarau yang berkepanjangan yang tidak kunjung hujan juga turut berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Makanya, pemerintah membuat hujan buatan meskipun kurang sukses, cuma rintik-rintik,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Pasca Bentrok di Bekasi, Polisi Panggil Dua Ketua Ormas untuk Mediasi


Walau belum ada kemajuan signifikan dari upaya rekayasa cuaca, Putra memastikan DPR mendukung berbagai langkah pemerintah dalam mengatasi permasalahan polusi udara. Seperti meningkatkan sarana transportasi publik guna mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang menjadi salah satu penyumbang polisi di udara.

&quot;Kalau kita kan semua menggunakan transportasi pribadi, itu yang juga menjadi penyumbang efek negatif kualitas udara di Ibu Kota. Dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia, bagaimana mereka menggunakan transportasi umum untuk ke sekolah, ke kantor dan lain sebagainya,&quot; tuturnya.

Di sisi lain, dia menilai bahwa pembangunan di DKI Jakarta perlu dibarengi dengan pembukaan banyak ruang terbuka hijau sebagai salah satu bentuk pembangunan yang berkelanjutan.



&quot;Kalau dulu waktu saya masih jadi repoter, daerah Semanggi itu disiapkan oleh Bung Karno sebagai paru-parunya Jakarta. Makanya daerah Semanggi itu banyak pohon-pohon yang hijau. Kalau kita lihat sekarang Semanggi itu sudah banyak gedungnya, pohonnya kecil-kecil hanya buat tata kota aja,&quot; ucapnya.



DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan itu pun berencana membentuk Panita Khusus (Pansus) untuk mendampingi Pemerintah dalam menentukan arah kebijakan mengatasi permasalahan polusi udara, khususnya di Jakarta. Bersama Pemerintah, DPR berkomitmen menghadirkan udara yang bersih bagi masyarakat.



&quot;Kita bergerak di bidang kebijakan karena DPR fungsinya dalam hal pengawasan, mengawasi membuat undang-undang, membuat peraturan dan bersama Pemerintah menyiapkan anggaran. Eksekutornya memang hanya Pemerintah, kita hanya mendampingi pemerintah,&quot; papar Putra.

BACA JUGA:
Gempa M4,6 Guncang Melonguane Sulut




Sementara Aurelie turut menyampaikan sejumlah pertanyaan dari netizen untuk DPR RI terkait isu polisi udara. Salah satunya mengenai pembakaran sampah yang masih terjadi di tengah masyarakat kota. Pembakaran sampah juga turut menjadi penyumbang polusi udara.



&quot;Ini ada pertanyaan dari netizen, dari pada dibakar sampahnya, bisa nggak sampahnya dikasih cairan elektrolit untuk proses daur ulang,&quot; kata Aurelie mewakili pertanyaan netizen.

BACA JUGA:
Kecantikan Luar Biasa dan Tanda Istimewa Ken Dedes yang Tak Dimiliki Perempuan Lain




Putra lantas menjelaskan dampak buruk dari pembakaran sampah. Menurutnya, masyarakat perlu diberi edukasi tentang pemanfaatan sampah agar tidak ada lagi proses pembakaran sampah yang terjadi.



&quot;Itu betul, soal sampah didaur ulang itu sangat baik. Pemilahan sampah sangat bagus untuk hal positif. Apapun saya dukung soal daur ulang sampah selama tidak ada pembakaran sampah yang bisa menyebabkan polusi udara,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
