<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Meninggal Dalam Keadaan Membusuk di Rumah, Anaknya yang Difabel Tewas saat Dibawa ke Puskesmas</title><description>Sempat beredar kabar di masyarakat, kematian ibu dan anak itu diduga akibat kelaparan, namun oleh pihak kepolisian kabar itu telah dibantah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-puskesmas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-puskesmas"/><item><title>Ibu Meninggal Dalam Keadaan Membusuk di Rumah, Anaknya yang Difabel Tewas saat Dibawa ke Puskesmas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-puskesmas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-puskesmas</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-pueskesmas-GRBbuhIa0b.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang ibu ditremukan meninggal dalam keadaan membusuk (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/519/2886983/ibu-meninggal-dalam-keadaan-membusuk-di-rumah-anaknya-yang-difabel-tewas-saat-dibawa-ke-pueskesmas-GRBbuhIa0b.jpeg</image><title>Seorang ibu ditremukan meninggal dalam keadaan membusuk (Foto: Freepik)</title></images><description>

&amp;nbsp;

KEDIRI &amp;ndash; Seorang ibu warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam rumah. Jenazah si ibu dalam keadaan sudah membusuk&amp;nbsp;saat ditemukan warga.
Sempat beredar kabar di masyarakat, kematian ibu dan anak itu diduga akibat kelaparan, namun oleh pihak kepolisian kabar itu telah dibantah. Polsek Pesantren Polres Kediri Kota menegaskan, kematian korban disebabkan karena sakit.
&amp;ldquo;Bukan karena kelaparan, tapi karena sakit,&amp;rdquo; ujar Kanit Reskrim Polsek Pesantren Polres Kediri Kota Iptu Dodi kepada wartawan Kamis siang (21/9/2023).

BACA JUGA:
Warga Gunung Sahari Utara Dihebohkan Penemuan Mayat Laki-laki di Kali Ciliwung

Penemuan jenazah ibu dan anak itu berlangsung pada Rabu (20/9/2023). Informasi yang dihimpun, ibu dan anak itu diketahui bernama Utami dan Arif Budiman (45).
Arif diketahui seorang difabel, yakni sejak kecil mengalami tuna wicara atau tidak bisa berbicara (bisu). Saat pertama kali ditemukan, Arif masih hidup, namun keadaannya sudah kritis.
Arif meninggal dunia saat hendak dilarikan puskesmas setempat. Sementara jenazah ibunya sudah membusuk. Penemuan kedua korban, kata Dodi pertama kali diketahui oleh tetangga yang awalnya mencium bau busuk.

BACA JUGA:
Kasus Mayat Tanpa Kepala, Sejumlah Warga Indramayu Jalani Tes DNA

Usut punya usut, aroma tidak sedap itu datang dari rumah korban yang pintunya tertutup rapat. Bersama perangkat kelurahan, pintu itu kemudian didobrak.
Terlihat kedua korban dalam posisi tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan. Menurut Dodi, dari keterangan yang diperoleh, korban merupakan istri pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara).Setelah suaminya meninggal dunia, ia tinggal dengan putranya yang tuna wicara. Sementara dua anaknya yang lain sudah berumah tangga dan bertempat tinggal jauh.
Sehari-hari perempuan berusia lanjut itu dirawat putranya yang tuna wicara. Belakangan yang bersangkutan diketahui dalam keadaan sakit-sakitan, yakni informasinya menderita sakit lambung. Karenanya kematian korban, kata Dodi diduga akibat sakit yang diderita dan bukan karena kelaparan.
&amp;ldquo;Biasanya yang bersangkutan dua hari sekali terlihat naik sepeda. Namun sudah 2-3 hari ini tidak terlihat,&amp;rdquo; terangnya.

BACA JUGA:
Identitas Mayat Tanpa Kepala di Lampung Mulai Temukan Titik Terang

Kedua jenazah ibu dan anak itu langsung dilarikan ke rumah sakit guna menjalani visum. Dari pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan sementara dipastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh kedua korban,&amp;rdquo; pungkas Dodi.</description><content:encoded>

&amp;nbsp;

KEDIRI &amp;ndash; Seorang ibu warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam rumah. Jenazah si ibu dalam keadaan sudah membusuk&amp;nbsp;saat ditemukan warga.
Sempat beredar kabar di masyarakat, kematian ibu dan anak itu diduga akibat kelaparan, namun oleh pihak kepolisian kabar itu telah dibantah. Polsek Pesantren Polres Kediri Kota menegaskan, kematian korban disebabkan karena sakit.
&amp;ldquo;Bukan karena kelaparan, tapi karena sakit,&amp;rdquo; ujar Kanit Reskrim Polsek Pesantren Polres Kediri Kota Iptu Dodi kepada wartawan Kamis siang (21/9/2023).

BACA JUGA:
Warga Gunung Sahari Utara Dihebohkan Penemuan Mayat Laki-laki di Kali Ciliwung

Penemuan jenazah ibu dan anak itu berlangsung pada Rabu (20/9/2023). Informasi yang dihimpun, ibu dan anak itu diketahui bernama Utami dan Arif Budiman (45).
Arif diketahui seorang difabel, yakni sejak kecil mengalami tuna wicara atau tidak bisa berbicara (bisu). Saat pertama kali ditemukan, Arif masih hidup, namun keadaannya sudah kritis.
Arif meninggal dunia saat hendak dilarikan puskesmas setempat. Sementara jenazah ibunya sudah membusuk. Penemuan kedua korban, kata Dodi pertama kali diketahui oleh tetangga yang awalnya mencium bau busuk.

BACA JUGA:
Kasus Mayat Tanpa Kepala, Sejumlah Warga Indramayu Jalani Tes DNA

Usut punya usut, aroma tidak sedap itu datang dari rumah korban yang pintunya tertutup rapat. Bersama perangkat kelurahan, pintu itu kemudian didobrak.
Terlihat kedua korban dalam posisi tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan. Menurut Dodi, dari keterangan yang diperoleh, korban merupakan istri pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara).Setelah suaminya meninggal dunia, ia tinggal dengan putranya yang tuna wicara. Sementara dua anaknya yang lain sudah berumah tangga dan bertempat tinggal jauh.
Sehari-hari perempuan berusia lanjut itu dirawat putranya yang tuna wicara. Belakangan yang bersangkutan diketahui dalam keadaan sakit-sakitan, yakni informasinya menderita sakit lambung. Karenanya kematian korban, kata Dodi diduga akibat sakit yang diderita dan bukan karena kelaparan.
&amp;ldquo;Biasanya yang bersangkutan dua hari sekali terlihat naik sepeda. Namun sudah 2-3 hari ini tidak terlihat,&amp;rdquo; terangnya.

BACA JUGA:
Identitas Mayat Tanpa Kepala di Lampung Mulai Temukan Titik Terang

Kedua jenazah ibu dan anak itu langsung dilarikan ke rumah sakit guna menjalani visum. Dari pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan sementara dipastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh kedua korban,&amp;rdquo; pungkas Dodi.</content:encoded></item></channel></rss>
