<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kala Anggota PKI Kebal Peluru saat Minta Dieksekusi Pasukan RPKAD   </title><description>Prajurit TNI ingin melaksanakan eksekusi mati kepada anggota PKI, ternyata targetnya kebal peluru.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad"/><item><title> Kala Anggota PKI Kebal Peluru saat Minta Dieksekusi Pasukan RPKAD   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad-Gjn7AEJDDw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/337/2887460/kala-anggota-pki-kebal-peluru-saat-minta-dieksekusi-pasukan-rpkad-Gjn7AEJDDw.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>GERAKAN 30 September (G30S PKI) yang menyebabkan banyaknya korban berjatuhan, ternyata ada satu kisah yang bikin Pasukan TNI dari RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) cikal bakal Kopassus kerepotan, yakni saat salah satu prajurit TNI ingin melaksanakan eksekusi mati kepada anggota PKI, ternyata targetnya kebal peluru.

Peristiwa itu terjadi di tengah alun-alun Blora, ketika seorang prajurit menembak tepat di kening tawanan PKI. Namun, dia masih bertahan hidup. Situasi ini membuat Mayor Kemal Idris yang menjadi komandan Batalyon Kala Hitam Divisi Siliwangi bingung.

&quot;Ada apa Mayor?&quot; tanya anak buah Mayor Kemal Idris.

BACA JUGA:
Ini Sosok Jenderal Kesayangan Presiden Soekarno Korban Keganasan G30SPKI

&quot;Itu tawanan minta mati,&quot; jawab Mayor Kemal.

Karena tidak percaya, prajurit itu mengambil pistol dan menempelkannya di kening anggota PKI tersebut. Tetapi, pistol tersebut tidak berfungsi, meskipun setelah diperiksa, peluru masih penuh. Anak buah Mayor Kemal Idris terus mengulang proses penembakan, tetapi pistol itu tetap tidak bisa menembak.

&quot;Kamu punya ilmu ya?&quot; tanya sang bawahan.

&quot;Tidak,&quot; jawab anggota PKI tersebut.

BACA JUGA:
Kisah Prajurit Penumpas Antek-Antek PKI Kehilangan 11 Teman di Medan Tempur

Anak buah itu kembali mencoba mengeksekusi tawanan itu, dan kali ini, pistol berfungsi. Tembakan itu membuat tawanan itu terhempas ke belakang dan tewas di tempat.

&quot;Rupanya, jawaban Tidak dari sang jagoan merupakan kunci pelepasan ilmu kebalnya,&quot; ungkap Mayjen TNI (Purn) Rachwono.

&quot;Sehingga dia mati sesuai permintaannya,&quot; tutupnya.

Melansir buku &quot;Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando&quot;, karya Hendro Subroto, ketika itu sedang terjadi pemburuan atas seorang dukun bernama Mbah Mulyono Surodiharjo, yang dikenal sebagai dukun sakti dan sering mengobati orang sakit.



Selain mampu mengobati orang sakit, Mbah Suro, diketahui memiliki ilmu sakti yang membuatnya kebal senjata. Mbah Suro bahkan mampu membuat pengikutnya memiliki kesaktian yang sama seperti dirinya



Sebelum menjadi dukun di sebuah desa bernama Desa Ninggil, Mbah Suro pernah menjadi lurah. Dirinya beralih menjadi dukun dan membuka praktik untuk mengobati orang sakit setelah beberapa lama turun menjadi lurah.</description><content:encoded>GERAKAN 30 September (G30S PKI) yang menyebabkan banyaknya korban berjatuhan, ternyata ada satu kisah yang bikin Pasukan TNI dari RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) cikal bakal Kopassus kerepotan, yakni saat salah satu prajurit TNI ingin melaksanakan eksekusi mati kepada anggota PKI, ternyata targetnya kebal peluru.

Peristiwa itu terjadi di tengah alun-alun Blora, ketika seorang prajurit menembak tepat di kening tawanan PKI. Namun, dia masih bertahan hidup. Situasi ini membuat Mayor Kemal Idris yang menjadi komandan Batalyon Kala Hitam Divisi Siliwangi bingung.

&quot;Ada apa Mayor?&quot; tanya anak buah Mayor Kemal Idris.

BACA JUGA:
Ini Sosok Jenderal Kesayangan Presiden Soekarno Korban Keganasan G30SPKI

&quot;Itu tawanan minta mati,&quot; jawab Mayor Kemal.

Karena tidak percaya, prajurit itu mengambil pistol dan menempelkannya di kening anggota PKI tersebut. Tetapi, pistol tersebut tidak berfungsi, meskipun setelah diperiksa, peluru masih penuh. Anak buah Mayor Kemal Idris terus mengulang proses penembakan, tetapi pistol itu tetap tidak bisa menembak.

&quot;Kamu punya ilmu ya?&quot; tanya sang bawahan.

&quot;Tidak,&quot; jawab anggota PKI tersebut.

BACA JUGA:
Kisah Prajurit Penumpas Antek-Antek PKI Kehilangan 11 Teman di Medan Tempur

Anak buah itu kembali mencoba mengeksekusi tawanan itu, dan kali ini, pistol berfungsi. Tembakan itu membuat tawanan itu terhempas ke belakang dan tewas di tempat.

&quot;Rupanya, jawaban Tidak dari sang jagoan merupakan kunci pelepasan ilmu kebalnya,&quot; ungkap Mayjen TNI (Purn) Rachwono.

&quot;Sehingga dia mati sesuai permintaannya,&quot; tutupnya.

Melansir buku &quot;Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando&quot;, karya Hendro Subroto, ketika itu sedang terjadi pemburuan atas seorang dukun bernama Mbah Mulyono Surodiharjo, yang dikenal sebagai dukun sakti dan sering mengobati orang sakit.



Selain mampu mengobati orang sakit, Mbah Suro, diketahui memiliki ilmu sakti yang membuatnya kebal senjata. Mbah Suro bahkan mampu membuat pengikutnya memiliki kesaktian yang sama seperti dirinya



Sebelum menjadi dukun di sebuah desa bernama Desa Ninggil, Mbah Suro pernah menjadi lurah. Dirinya beralih menjadi dukun dan membuka praktik untuk mengobati orang sakit setelah beberapa lama turun menjadi lurah.</content:encoded></item></channel></rss>
