<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tangani Karhutla di Kalsel, BNPB Tambah Armada Udara   </title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada udara untuk menangani kebakaran hutan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara"/><item><title> Tangani Karhutla di Kalsel, BNPB Tambah Armada Udara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara-q6ARYd94Er.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karhutla di Kalsel (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/337/2887865/tangani-karhutla-di-kalsel-bnpb-tambah-armada-udara-q6ARYd94Er.jpg</image><title>Karhutla di Kalsel (foto: dok BNPB)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pun menekankan pentingnya upaya penanganan karhutla baik lewat darat maupun udara.

Menurut Suharyanto, upaya pemadaman darat ini efektif karena tim gabungan dapat menjangkau langsung titik api untuk pemadaman dan pendinginan. Satgas darat karhutla itu menurut Suharyanto juga dapat memastikan bahwa api benar-benar dapat dijinakkan sehingga tidak meluas lagi.

&amp;ldquo;Ini harus betul-betul waspada, dan hati-hati agar api tidak semakin membesar dan semakin luas,&amp;rdquo; tegas Suharyanto dalam keterangan resminya, Jumat (22/9/2024).

BACA JUGA:
BNPB: Karhutla Biang Kerok Delay Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Suharyanto juga mengatakan bahwa penanganan karhutla lewat udara tetap akan dilanjutkan sebagai solusi lain jika lokasi titik api memang benar-benar tidak dapat dijangkau oleh satgas darat.

Laporan yang diterima Suharyanto, karhutla di wilayah Kalimantan Selatan ini memang banyak terjadi di lahan-lahan yang tak bertuan. Ketika lahan tersebut terbakar, maka tidak ada pihak yang mau dimintai pertanggungjawaban.

Di samping itu, mayoritas lahan tanpa pemilik ini lokasinya berada di tengah-tengah yang mana sangat sulit dijangkau oleh satgas darat. Suharyanto berkomitmen bahwa BNPB akan menambah armada helikopter water bombing untuk menyelesaikan persoalan ini.

&amp;ldquo;Untuk pemadaman melalui udara akan kita tambah. Nanti helikopter yang ada di Jawa akan digeser ke Kalsel,&amp;rdquo; kata Suharyanto.

BACA JUGA:
Soal Karhutla, Kepala BNPB: Jangan Sampai Mengirim Asap ke Negara Tetangga

Suharyanto juga menjelaskan bahwa jika memang diperlukan, maka upaya pemadaman menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bisa saja dilakukan namun dengan beberapa pertimbangan yang harus dicermati.

Pertama, operasi TMC hanya dapat dilakukan apabila pertumbuhan bibit awan hujan mencapai 40 persen keatas. Jika dibawah itu, maka akan sia-sia karena potensi kegagalannya tinggi. Oleh karena itu, BNPB akan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait dalam pelaksanaan TMC ini.



&amp;ldquo;Kita sudah koordinasi dengan BMKG dan saat ini sedang ditinjau. Kalau lihat sepintas ini bisa dilakukan TMC, karena ada awan-awan hujan. Tapi yang paling paham ilmu ini kan BMKG. Kalau BMKG sudah lampu hijau maka kita lakukan,&amp;rdquo; terang Suharyanto.



Kemudian yang kedua, beberapa wilayah Kalimantan Selatan seperti Banjar, Banjar Baru, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut banyak kelompok petani durian dan tanaman lain yang mana hal itu akan terpengaruh dengan TMC menggunakan NaCl. Sehingga kemungkinan terbesar akan dilakukan TMC namun bersifat lokal. Artinya, hanya di beberapa titik wilayah saja yang memang berada di luar lahan pertanian warga.



&amp;ldquo;TMC ini sifatnya lokal. Karena ada kelompok petani yang dapat terancam oleh hujan garam,&amp;rdquo; jelas Suharyanto.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pun menekankan pentingnya upaya penanganan karhutla baik lewat darat maupun udara.

Menurut Suharyanto, upaya pemadaman darat ini efektif karena tim gabungan dapat menjangkau langsung titik api untuk pemadaman dan pendinginan. Satgas darat karhutla itu menurut Suharyanto juga dapat memastikan bahwa api benar-benar dapat dijinakkan sehingga tidak meluas lagi.

&amp;ldquo;Ini harus betul-betul waspada, dan hati-hati agar api tidak semakin membesar dan semakin luas,&amp;rdquo; tegas Suharyanto dalam keterangan resminya, Jumat (22/9/2024).

BACA JUGA:
BNPB: Karhutla Biang Kerok Delay Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Suharyanto juga mengatakan bahwa penanganan karhutla lewat udara tetap akan dilanjutkan sebagai solusi lain jika lokasi titik api memang benar-benar tidak dapat dijangkau oleh satgas darat.

Laporan yang diterima Suharyanto, karhutla di wilayah Kalimantan Selatan ini memang banyak terjadi di lahan-lahan yang tak bertuan. Ketika lahan tersebut terbakar, maka tidak ada pihak yang mau dimintai pertanggungjawaban.

Di samping itu, mayoritas lahan tanpa pemilik ini lokasinya berada di tengah-tengah yang mana sangat sulit dijangkau oleh satgas darat. Suharyanto berkomitmen bahwa BNPB akan menambah armada helikopter water bombing untuk menyelesaikan persoalan ini.

&amp;ldquo;Untuk pemadaman melalui udara akan kita tambah. Nanti helikopter yang ada di Jawa akan digeser ke Kalsel,&amp;rdquo; kata Suharyanto.

BACA JUGA:
Soal Karhutla, Kepala BNPB: Jangan Sampai Mengirim Asap ke Negara Tetangga

Suharyanto juga menjelaskan bahwa jika memang diperlukan, maka upaya pemadaman menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bisa saja dilakukan namun dengan beberapa pertimbangan yang harus dicermati.

Pertama, operasi TMC hanya dapat dilakukan apabila pertumbuhan bibit awan hujan mencapai 40 persen keatas. Jika dibawah itu, maka akan sia-sia karena potensi kegagalannya tinggi. Oleh karena itu, BNPB akan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait dalam pelaksanaan TMC ini.



&amp;ldquo;Kita sudah koordinasi dengan BMKG dan saat ini sedang ditinjau. Kalau lihat sepintas ini bisa dilakukan TMC, karena ada awan-awan hujan. Tapi yang paling paham ilmu ini kan BMKG. Kalau BMKG sudah lampu hijau maka kita lakukan,&amp;rdquo; terang Suharyanto.



Kemudian yang kedua, beberapa wilayah Kalimantan Selatan seperti Banjar, Banjar Baru, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut banyak kelompok petani durian dan tanaman lain yang mana hal itu akan terpengaruh dengan TMC menggunakan NaCl. Sehingga kemungkinan terbesar akan dilakukan TMC namun bersifat lokal. Artinya, hanya di beberapa titik wilayah saja yang memang berada di luar lahan pertanian warga.



&amp;ldquo;TMC ini sifatnya lokal. Karena ada kelompok petani yang dapat terancam oleh hujan garam,&amp;rdquo; jelas Suharyanto.

</content:encoded></item></channel></rss>
