<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Warga soal Peluru Nyasar saat Bentrok Berdarah GMBI dan Gibas di Bekasi</title><description>Naufal menjelaskan, rumahnya hanya berjarak 500 meter dari lokasi bentrokan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi"/><item><title>Kesaksian Warga soal Peluru Nyasar saat Bentrok Berdarah GMBI dan Gibas di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi-OKsXkWxm6U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrok 2 Ormas di Bekasi/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/338/2887716/kesaksian-warga-soal-peluru-nyasar-saat-bentrok-berdarah-gmbi-dan-gibas-di-bekasi-OKsXkWxm6U.jpg</image><title>Bentrok 2 Ormas di Bekasi/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS8xLzE3MDk0OS81L3g4bzdwNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bentrokan dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) GMBI dan Gibas di Jalan Raya Setu, Bantargebang, Kota Bekasi (20/9) masih menjadi sorotan masyarakat.
Peristiwa ini dipicu adanya permasalahan antara sebuah leasing dan pelanggannya. Saat itu pihak leasing ingin menarik kendaraan dari pelanggannya.
Namun pelanggan tersebut justru melibatkan ormas, belakangan salah satu dari pihak leasing juga menggaet ormas lainnya.

BACA JUGA:
Cerita Mamah Muda Terjebak di Restoran McD saat Bentrok GMBI dan Gibas yang Tewaskan Satu Orang

Salah satu warga Naufal Siregar (23) yang tinggal tak jauh dari lokasi bentrokan merasakan dampak akibat peristiwa itu.
Naufal menjelaskan, rumahnya hanya berjarak 500 meter dari lokasi bentrokan. Pasca bentrokan itu, dia menemukan sebuah besi yang mencurigakan. Tak disitu saja, atap plafon kamar dan lantai rusak, yang dia duga disebabkan karena besi berwarna emas tebal itu.
&quot;Kebetulan yang menemukan orang rumah, jadi ketika lagi mau bereskan kamar adik saya. Orang rumah menemukan ada besi di lantai,&amp;rdquo; kata Naufal saat dikonfirmasi, Jumat (22/9/2023).

BACA JUGA:
Satu Orang Jadi Korban, Ini Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Bekasi Barat

&amp;ldquo;Awalnya bingung besi tersebut apa, tapi ketika liat keplafon atas sudah bolong. Saya sempet cek di google, bentuk pelurunya dan memang mirip,&quot; lanjutnya.
Benda misterius yang diduga peluru itu, menurutnya di tembakan ke atas langit dan turun tepat di salah satu kamar rumahnya. Terkait temuannya itu, dia juga sudah membuka komunikasi dengan pihak kepolisian. Namun belum dipastikan barang siapa pemilik benda itu.

&quot;Kemarin saya sudah komunikasi oleh pihak kepolisian melalui instagram, mereka sudah meminta alamat dan nomor pribadi saya,&quot; katanya.



Ia mengaku, selama bentrokan berlangsung tak mendengar letupan suara senjata api. Namun hingga dini hari menurutnya petugas tetap terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang terlibat dalam bentrokan itu.



&quot;Kalau kami sendiri yang dirumah tidak dengar suara tembakan, tapi banyak yang bilang ketika tengah malah beberapa polisi dan orang ada yang sweeping kedekat rumah saya,&quot;pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS8xLzE3MDk0OS81L3g4bzdwNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bentrokan dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) GMBI dan Gibas di Jalan Raya Setu, Bantargebang, Kota Bekasi (20/9) masih menjadi sorotan masyarakat.
Peristiwa ini dipicu adanya permasalahan antara sebuah leasing dan pelanggannya. Saat itu pihak leasing ingin menarik kendaraan dari pelanggannya.
Namun pelanggan tersebut justru melibatkan ormas, belakangan salah satu dari pihak leasing juga menggaet ormas lainnya.

BACA JUGA:
Cerita Mamah Muda Terjebak di Restoran McD saat Bentrok GMBI dan Gibas yang Tewaskan Satu Orang

Salah satu warga Naufal Siregar (23) yang tinggal tak jauh dari lokasi bentrokan merasakan dampak akibat peristiwa itu.
Naufal menjelaskan, rumahnya hanya berjarak 500 meter dari lokasi bentrokan. Pasca bentrokan itu, dia menemukan sebuah besi yang mencurigakan. Tak disitu saja, atap plafon kamar dan lantai rusak, yang dia duga disebabkan karena besi berwarna emas tebal itu.
&quot;Kebetulan yang menemukan orang rumah, jadi ketika lagi mau bereskan kamar adik saya. Orang rumah menemukan ada besi di lantai,&amp;rdquo; kata Naufal saat dikonfirmasi, Jumat (22/9/2023).

BACA JUGA:
Satu Orang Jadi Korban, Ini Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Bekasi Barat

&amp;ldquo;Awalnya bingung besi tersebut apa, tapi ketika liat keplafon atas sudah bolong. Saya sempet cek di google, bentuk pelurunya dan memang mirip,&quot; lanjutnya.
Benda misterius yang diduga peluru itu, menurutnya di tembakan ke atas langit dan turun tepat di salah satu kamar rumahnya. Terkait temuannya itu, dia juga sudah membuka komunikasi dengan pihak kepolisian. Namun belum dipastikan barang siapa pemilik benda itu.

&quot;Kemarin saya sudah komunikasi oleh pihak kepolisian melalui instagram, mereka sudah meminta alamat dan nomor pribadi saya,&quot; katanya.



Ia mengaku, selama bentrokan berlangsung tak mendengar letupan suara senjata api. Namun hingga dini hari menurutnya petugas tetap terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang terlibat dalam bentrokan itu.



&quot;Kalau kami sendiri yang dirumah tidak dengar suara tembakan, tapi banyak yang bilang ketika tengah malah beberapa polisi dan orang ada yang sweeping kedekat rumah saya,&quot;pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
