<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK dan BPK Terbang Amerika Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi LNG</title><description>KPK dan BPK pun terbang ke Amerika Serikat untuk mencari dokumen sebagai bukti tambahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng"/><item><title>KPK dan BPK Terbang Amerika Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi LNG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng</guid><pubDate>Sabtu 23 September 2023 01:46 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng-WQ9imRQaUp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK dan BPK terbang ke Amerika Serikat cari bukti tambahan kasus korupsi LNG (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/23/337/2888182/kpk-dan-bpk-terbang-amerika-cari-bukti-tambahan-kasus-korupsi-lng-WQ9imRQaUp.jpg</image><title>KPK dan BPK terbang ke Amerika Serikat cari bukti tambahan kasus korupsi LNG (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTA1My81L3g4bzh5Z3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pengadaan liqufied natural gas (LNG) di PT Pertamina pada tahun 2011-2021. KPK dan BPK pun terbang ke Amerika Serikat untuk mencari dokumen sebagai bukti tambahan.

&quot;Benar bahwa tim penyidik beserta dengan tim dari KPK berangkat ke Amerika Serikat terkait tentunya dengan pemenuhan pencarian bukti perkara dimaksud,&quot; kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur kepada wartawan, Jumat (22/9/2023).


BACA JUGA:
 Resmi Jadi Tersangka, KPK Tahan 4 Orang Dalam Kasus Korupsi Gereja Kingmi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


KPK akan mendalami dokumen-dokumen transaksi terkait pengadaan LNG di Indonesia yang saat itu bekerja sama dengan Corpus Christi Liquefaction LLC Amerika Serikat. KPK akan memeriksa lengkap klausul-klausul kerja sama kedua perusahaan.

&quot;Memang tradingnya dengan perusahaan yang ada di Amerika, sehingga kita ingin lihat seperti apakah dokumen-dokumen terkait tradingnya tersebut,&quot; ungkapnya.

&quot;Mulai dari kapan adanya transaksi, berapa nilai besarannya pada saat transaksi kemudian seperti apa klausul di kontrak,&quot; tambah dia.


BACA JUGA:
 Kasus Pengadaan LNG, Dua Pejabat Kementerian ESDM Dipanggil KPK&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Asep juga memastikan pemeriksaan ini sekaligus menyelaraskan dokumen-dokumen atau keterangan yang sudah dipunya KPK. Hal itu untuk memperkuat  bukti yang ada.

&quot;Karena kalau satu dokumen saja tidak memungkinakan karena tidak ada pembanding apakah benar dokumen si salah satu pihak. Tapi kalau kita punya dokumen dua-duanya pihak terkait itu bisa kita bandingkan dan itu akan jadi bukti valid untuk perhitungan juga,&quot; tutur Asep.Sementara, Asep juga membeberkan alasan BPK ikut bersama KPK dalam operasi ini. BPK, kata Asep, merupakan pihak yang melakukan perhitungan terhadap kerugian keuangan negara.

&quot;Dengan BPK karena terkait Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2, Pasal 3 di mana salah satu unsur pasalnya adalah kerugian keuangan negara. BPK adalah pihak yang melakukan perhitungan terhadap kerugian keuangan negaranya,&quot; tutupnya.


BACA JUGA:
Eks Dirut Pertamina Bantah Rugikan Negara, Partai Perindo Yakin KPK Punya Bukti Permulaan yang Cukup
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTA1My81L3g4bzh5Z3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pengadaan liqufied natural gas (LNG) di PT Pertamina pada tahun 2011-2021. KPK dan BPK pun terbang ke Amerika Serikat untuk mencari dokumen sebagai bukti tambahan.

&quot;Benar bahwa tim penyidik beserta dengan tim dari KPK berangkat ke Amerika Serikat terkait tentunya dengan pemenuhan pencarian bukti perkara dimaksud,&quot; kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur kepada wartawan, Jumat (22/9/2023).


BACA JUGA:
 Resmi Jadi Tersangka, KPK Tahan 4 Orang Dalam Kasus Korupsi Gereja Kingmi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


KPK akan mendalami dokumen-dokumen transaksi terkait pengadaan LNG di Indonesia yang saat itu bekerja sama dengan Corpus Christi Liquefaction LLC Amerika Serikat. KPK akan memeriksa lengkap klausul-klausul kerja sama kedua perusahaan.

&quot;Memang tradingnya dengan perusahaan yang ada di Amerika, sehingga kita ingin lihat seperti apakah dokumen-dokumen terkait tradingnya tersebut,&quot; ungkapnya.

&quot;Mulai dari kapan adanya transaksi, berapa nilai besarannya pada saat transaksi kemudian seperti apa klausul di kontrak,&quot; tambah dia.


BACA JUGA:
 Kasus Pengadaan LNG, Dua Pejabat Kementerian ESDM Dipanggil KPK&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Asep juga memastikan pemeriksaan ini sekaligus menyelaraskan dokumen-dokumen atau keterangan yang sudah dipunya KPK. Hal itu untuk memperkuat  bukti yang ada.

&quot;Karena kalau satu dokumen saja tidak memungkinakan karena tidak ada pembanding apakah benar dokumen si salah satu pihak. Tapi kalau kita punya dokumen dua-duanya pihak terkait itu bisa kita bandingkan dan itu akan jadi bukti valid untuk perhitungan juga,&quot; tutur Asep.Sementara, Asep juga membeberkan alasan BPK ikut bersama KPK dalam operasi ini. BPK, kata Asep, merupakan pihak yang melakukan perhitungan terhadap kerugian keuangan negara.

&quot;Dengan BPK karena terkait Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2, Pasal 3 di mana salah satu unsur pasalnya adalah kerugian keuangan negara. BPK adalah pihak yang melakukan perhitungan terhadap kerugian keuangan negaranya,&quot; tutupnya.


BACA JUGA:
Eks Dirut Pertamina Bantah Rugikan Negara, Partai Perindo Yakin KPK Punya Bukti Permulaan yang Cukup
</content:encoded></item></channel></rss>
