<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Senyum Semringah Sultan Korban Terjerat Kabel Fiber Optik yang Kini Mulai Bisa Bicara   </title><description>Korban jeratan kabel optik PT Bali Fiber, Sultan Rifat Alfatih (21), kini tersenyum semringah</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara"/><item><title>Senyum Semringah Sultan Korban Terjerat Kabel Fiber Optik yang Kini Mulai Bisa Bicara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara</guid><pubDate>Sabtu 23 September 2023 14:05 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara-IKXnV6OmpS.png" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Rifat kini mulai bisa bicara. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/23/338/2888336/senyum-semringah-sultan-korban-terjerat-kabel-fiber-optik-yang-kini-mulai-bisa-bicara-IKXnV6OmpS.png</image><title>Sultan Rifat kini mulai bisa bicara. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>


JAKARTA - Korban terjerat kabel optik PT Bali Fiber, Sultan Rifat Alfatih (21), kini tersenyum semringah karena sudah bisa berbicara. Mahasiswa Universitas Brawijaya itu dapat berbicara meski masih terdengar berat dan perlu menutup lubang di tenggorokan dengan jari jempolnya.&amp;nbsp;
&quot;Terima kasih dokter, (menyebut dokter yang merawatnya) dokter Yosi, dokter Raski sama dokter Risa,&quot; ujar Sultan dalam video yang diterima MNC Portal, Sabtu (23/9/2023).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sultan Rifat Korban Terjerat Kabel Fiber Optik Rayakan Ulang Tahun di RS Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ayah Sultah, Fatih NH menyampaikan putranya sudah menerima penyuntikan pita suara pada 20 Agustus 2023 lalu sehingga dapat mengeluarkan suara. Akan tetapi, dia mengatakan Sultan masih perlu menutup lubang di tenggorokannya guna dapat memaksimalkan suara yang diucapkannya.&amp;nbsp;
&quot;Jadi sudah dilakukan penyuntikan suara namun dengan konsekuensi harus ditutup (lubangnya) dengan jempol seperti itu,&quot; kata Fatih.&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Hariyanto menjelaskan Sultan sebelumnya mengalami luka di bagian saraf yang berfungsi untuk menggerakkan pita suaranya. Ia menjelaskan awalnya pita suara Sultan sukar menutup sehingga mengalami kendala ketika digunakan berbicara.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RS Polri Libatkan Tim Dokter Lain Rawat Sultan Rifat Korban Kabel Optik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi kita melakukan suntik sel lemak pada pita suara Sultan agar dapat menutup sehingga saliva (air liur) Sultan tidak memasuki tenggorokannya,&quot; jelas Hariyanto kepada wartawan, Selasa yang lalu (19/9/2023).&amp;nbsp;
Hariyanto mengatakan guna membantu memulihkan kemampuan bicaranya, tim dokter gabungan RS Polri akan melakukan terapi bicara Sultan.&amp;nbsp;Dia menyampaikan Sultan nantinya akan dilatih sedikit demi sedikit untuk berbicara selepas tindakan tracheostomi, atau lubang hasil operasi medis guna membantu saluran makan dan pernapasan di tenggorokan Sultan, ditutup.
&quot;Sultan harus dilatih terus untuk berbicara, karena masih berat baginya untuk berbicara. Dia selama ini harus keras berbicaranya agar dapat didengar. Jadi kita bantu latih juga untuk berbicaranya agar terbiasa,&quot; jelas Hariyanto.</description><content:encoded>


JAKARTA - Korban terjerat kabel optik PT Bali Fiber, Sultan Rifat Alfatih (21), kini tersenyum semringah karena sudah bisa berbicara. Mahasiswa Universitas Brawijaya itu dapat berbicara meski masih terdengar berat dan perlu menutup lubang di tenggorokan dengan jari jempolnya.&amp;nbsp;
&quot;Terima kasih dokter, (menyebut dokter yang merawatnya) dokter Yosi, dokter Raski sama dokter Risa,&quot; ujar Sultan dalam video yang diterima MNC Portal, Sabtu (23/9/2023).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sultan Rifat Korban Terjerat Kabel Fiber Optik Rayakan Ulang Tahun di RS Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ayah Sultah, Fatih NH menyampaikan putranya sudah menerima penyuntikan pita suara pada 20 Agustus 2023 lalu sehingga dapat mengeluarkan suara. Akan tetapi, dia mengatakan Sultan masih perlu menutup lubang di tenggorokannya guna dapat memaksimalkan suara yang diucapkannya.&amp;nbsp;
&quot;Jadi sudah dilakukan penyuntikan suara namun dengan konsekuensi harus ditutup (lubangnya) dengan jempol seperti itu,&quot; kata Fatih.&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Hariyanto menjelaskan Sultan sebelumnya mengalami luka di bagian saraf yang berfungsi untuk menggerakkan pita suaranya. Ia menjelaskan awalnya pita suara Sultan sukar menutup sehingga mengalami kendala ketika digunakan berbicara.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RS Polri Libatkan Tim Dokter Lain Rawat Sultan Rifat Korban Kabel Optik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi kita melakukan suntik sel lemak pada pita suara Sultan agar dapat menutup sehingga saliva (air liur) Sultan tidak memasuki tenggorokannya,&quot; jelas Hariyanto kepada wartawan, Selasa yang lalu (19/9/2023).&amp;nbsp;
Hariyanto mengatakan guna membantu memulihkan kemampuan bicaranya, tim dokter gabungan RS Polri akan melakukan terapi bicara Sultan.&amp;nbsp;Dia menyampaikan Sultan nantinya akan dilatih sedikit demi sedikit untuk berbicara selepas tindakan tracheostomi, atau lubang hasil operasi medis guna membantu saluran makan dan pernapasan di tenggorokan Sultan, ditutup.
&quot;Sultan harus dilatih terus untuk berbicara, karena masih berat baginya untuk berbicara. Dia selama ini harus keras berbicaranya agar dapat didengar. Jadi kita bantu latih juga untuk berbicaranya agar terbiasa,&quot; jelas Hariyanto.</content:encoded></item></channel></rss>
