<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipicu Balas Dendam, Dua Kelompok di Halmahera Saling Baku Hantam di Permukiman Warga</title><description>Bentrokan hingga saling kejar di tengah permukiman warga ini membuat warga Desa Lelilef dan Sawai panik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-saling-baku-hantam-di-permukiman-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-saling-baku-hantam-di-permukiman-warga"/><item><title>Dipicu Balas Dendam, Dua Kelompok di Halmahera Saling Baku Hantam di Permukiman Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-saling-baku-hantam-di-permukiman-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-saling-baku-hantam-di-permukiman-warga</guid><pubDate>Sabtu 23 September 2023 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ismail Sangaji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-salig-baku-hantam-di-permukiman-warga-g8bmAi8cb4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrokan warga di Halmahera Tengah (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/23/340/2888279/dipicu-balas-dendam-dua-kelompok-di-halmahera-salig-baku-hantam-di-permukiman-warga-g8bmAi8cb4.jpg</image><title>Bentrokan warga di Halmahera Tengah (Foto: istimewa)</title></images><description>
HALTENG - Bentrokan antara dua kelompok di Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara tak terhindarkan. Bentrokan hingga saling kejar di tengah permukiman warga ini membuat warga Desa Lelilef dan Sawai panik.
Saling ancam juga terjadi antara kedua kelompok. Bentrokan ini dipicu oleh perkelahian sejumlah orang beberapa waktu lalu hingga memicu aksi balas dendam, baku hantam tak terelakan hingga menimbulkan korban luka tusuk di bagian pinggang dari salah satu kelompok.
Aksi anarkis semakin menjadi hingga melibatkan karyawan perusahaan tambang dan industri nikel. Pengendara sepeda motor yang teridentifikasi dari kelompok  lawan pun babak belur dihajar masa.

BACA JUGA:
Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara Ditemukan Tewas di Rumah Dinas Atasannya, Jenazah Diautopsi

Apat gabungan TNI-Polri diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok, sementara pemuda Sawai pun geram dan bertindak melakukan razia kedua kelompok itu untuk menghentikan bentrokan susulan.

BACA JUGA:
Jelang Persebaya Surabaya vs Arema FC: Josep Gombau Soroti Ketajaman Lini Serang Bajul Ijo&amp;nbsp;

Polisi sebelumnya telah melakukan penangkapan keempat palaku penganiayaan dan saat ini sudah mendekam di Polres Halmahera Tengah.
&quot;Terkait dengan kejadian sebelumnya penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku lebih kurang 4 orang dan sudah kita amankan di Polres,&quot; ujar Kapolres AKBP Faidil, Sabtu (23/9/2023).Sejak malam tadi kedua kelompok mulai menahan diri dan situasi mulai kondusif sementara aparat gabungan intens melakukan patroli.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pedagang Minta TikTok Shop Ditutup, Ini Kata Jokowi

&quot;Saya mengimbau kepada kedua kelompok ataupun masyarakat yang lain yang berada di sekitaran Polsubsektor Weda Tengah ini agar saling menahan diri. Pada prinsipnya, pelaku sudah kita amankan akan kita proses sesuai mekanisme hukum,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:


2 Hal Ini Khusus Disiapkan Persebaya Surabaya Jelang Lawan Arema FC di Liga 1 2023-2024&amp;nbsp;
Kapolres berharap untuk sama-sama menjaga Kamtibmas agar masyarakat bekerja dengan nyaman dan kehidupan di Weda Tangah tetap kondusif.
&quot;Tolong saling menjaga tidak ada main hakim sendiri. Secara tegas tidak ada lagi yang mengkonsumsi miras (miras) terutama yang jadi pemicu yaitu cap tikus dan akan dilakukan razia rutin terhadap penjual-penjual minuman keras ilegal, tidak berijin,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>
HALTENG - Bentrokan antara dua kelompok di Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara tak terhindarkan. Bentrokan hingga saling kejar di tengah permukiman warga ini membuat warga Desa Lelilef dan Sawai panik.
Saling ancam juga terjadi antara kedua kelompok. Bentrokan ini dipicu oleh perkelahian sejumlah orang beberapa waktu lalu hingga memicu aksi balas dendam, baku hantam tak terelakan hingga menimbulkan korban luka tusuk di bagian pinggang dari salah satu kelompok.
Aksi anarkis semakin menjadi hingga melibatkan karyawan perusahaan tambang dan industri nikel. Pengendara sepeda motor yang teridentifikasi dari kelompok  lawan pun babak belur dihajar masa.

BACA JUGA:
Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara Ditemukan Tewas di Rumah Dinas Atasannya, Jenazah Diautopsi

Apat gabungan TNI-Polri diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok, sementara pemuda Sawai pun geram dan bertindak melakukan razia kedua kelompok itu untuk menghentikan bentrokan susulan.

BACA JUGA:
Jelang Persebaya Surabaya vs Arema FC: Josep Gombau Soroti Ketajaman Lini Serang Bajul Ijo&amp;nbsp;

Polisi sebelumnya telah melakukan penangkapan keempat palaku penganiayaan dan saat ini sudah mendekam di Polres Halmahera Tengah.
&quot;Terkait dengan kejadian sebelumnya penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku lebih kurang 4 orang dan sudah kita amankan di Polres,&quot; ujar Kapolres AKBP Faidil, Sabtu (23/9/2023).Sejak malam tadi kedua kelompok mulai menahan diri dan situasi mulai kondusif sementara aparat gabungan intens melakukan patroli.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pedagang Minta TikTok Shop Ditutup, Ini Kata Jokowi

&quot;Saya mengimbau kepada kedua kelompok ataupun masyarakat yang lain yang berada di sekitaran Polsubsektor Weda Tengah ini agar saling menahan diri. Pada prinsipnya, pelaku sudah kita amankan akan kita proses sesuai mekanisme hukum,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:


2 Hal Ini Khusus Disiapkan Persebaya Surabaya Jelang Lawan Arema FC di Liga 1 2023-2024&amp;nbsp;
Kapolres berharap untuk sama-sama menjaga Kamtibmas agar masyarakat bekerja dengan nyaman dan kehidupan di Weda Tangah tetap kondusif.
&quot;Tolong saling menjaga tidak ada main hakim sendiri. Secara tegas tidak ada lagi yang mengkonsumsi miras (miras) terutama yang jadi pemicu yaitu cap tikus dan akan dilakukan razia rutin terhadap penjual-penjual minuman keras ilegal, tidak berijin,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
