<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Air Bersih di Lebak, Relawan Ganjar Bareng Emak-Emak Doa Minta Hujan</title><description>Krisis Air Bersih di Lebak, Relawan Ganjar Bareng Emak-Emak Doa Minta Hujan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan"/><item><title>Krisis Air Bersih di Lebak, Relawan Ganjar Bareng Emak-Emak Doa Minta Hujan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan</guid><pubDate>Minggu 24 September 2023 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan-DvUR5YVkNM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis air bersih di Lebak, relawan Ganjar bareng emak-emak doa bersama minta hujan. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/24/340/2888760/krisis-air-bersih-di-lebak-relawan-ganjar-bareng-emak-emak-doa-minta-hujan-DvUR5YVkNM.jpg</image><title>Krisis air bersih di Lebak, relawan Ganjar bareng emak-emak doa bersama minta hujan. (Ist)</title></images><description>
LEBAK - Dampak dari kekeringan yang berlangsung beberapa bulan terakhir menyebabkan masyarakat sejumlah wilayah di Indonesia kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya di Kabupaten Lebak, Banten.

Sebagai bentuk ikhtiar spiritual mengetuk pintu langit, sukarelawan Mak Ganjar bersama emak-emak Kabupaten Lebak melakukan doa bersama memohon hujan.

Agenda yang berlangsung di Kampung Oteng Sabrang, Desa Padasuka, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten itu diikuti oleh ratusan emak-emak yang berharap agar ketersediaan air bersih dapat kembali seperti semula.

Doa tersebut terselip dalam kegiatan bertajuk &quot;dzikir akbar dan doa bersama untuk kemenangan Bapak Ganjar Pranowo&quot; yang digelar Mak Ganjar Banten.






BACA JUGA:
Kiai dan Santri di Pasuruan Titip Harapan Besar ke Ganjar







&quot;Jadi tadi ada doa (mohon) hujan juga supaya tidak ada musibah kemarau kepanjangan di sini karena memang di mana-mana daerah semua kekeringan dan kesulitan air,&quot; ucap Koorwil Mak Ganjar Banten, Siti Hani, dalam keterangannya, Minggu (24/9/2023).

Mereka pun menunduk khusyuk, memejamkan mata seakan tenggelam dalam doa, dan memohon agar hujan dapat segera turun memberikan sumber kehidupan bagi makhluk hidup.





BACA JUGA:
Ganjar Fun Walk Bareng Perindo dan Sederet Artis Tanah Air, Tama S Langkun: Indonesia Butuh Pemimpin Sehat









Hani &amp;ndash;begitu sapaannya&amp;ndash; menjelaskan doa minta hujan merupakan bentuk keprihatinan juga kepedulian Mak Ganjar atas fenomena kekeringan dan krisis air akibat dampak perubahan iklim kemarau 2023 atau El Nino.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pensnggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten telah menetapkan status darurat kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten sejak 19 September 2023.

Diketahui, delapan kabupaten dan kota di Banten sudah merasakan dampak dari El Nino. Kabupaten Lebak pun disebut menjadi wilayah terdampak kekeringan terparah, disusul Kabupaten Serang.



Hani berharap masalah kekurangan air akibat kekeringan ini segera berakhir sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih seperti sedia kala.



Juhariah (52) salah satu peserta mengaku gelisah atas musibah kekeringan dan krisis air yang telah melanda wilayah tempat tinggalnya selama berbulan-bulan.







BACA JUGA:
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih untuk 393 KK









Dia yang juga tinggal di Kampung Oteng Cepu, Desa Padasuka ini biasanya mengambil air keperluan memasak dan mandi dari musala. Sementara, untuk konsumsi harian dirinya perlu merogoh kocek senilai Rp5 ribu per galon.



&quot;Ya dilanda kekeringan udah berapa bulan kering terus. Hampir 4 bulan lah dulu emang pernah ya sampe 7 bulan makanya saya minta air dari masyarakat ya. Kadang minta kadang ada dari langgar (musala) yang deket mah. Beli juga (galon isi ulang) buat minum,&quot; jelas Juhariah.



Kegiatan tersebut adalah bentuk sosialisasi bakal calon presiden Ganjar Pranowo yang akan maju pada kontestasi pemilu 2024 kepada masyarakat.

</description><content:encoded>
LEBAK - Dampak dari kekeringan yang berlangsung beberapa bulan terakhir menyebabkan masyarakat sejumlah wilayah di Indonesia kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya di Kabupaten Lebak, Banten.

Sebagai bentuk ikhtiar spiritual mengetuk pintu langit, sukarelawan Mak Ganjar bersama emak-emak Kabupaten Lebak melakukan doa bersama memohon hujan.

Agenda yang berlangsung di Kampung Oteng Sabrang, Desa Padasuka, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten itu diikuti oleh ratusan emak-emak yang berharap agar ketersediaan air bersih dapat kembali seperti semula.

Doa tersebut terselip dalam kegiatan bertajuk &quot;dzikir akbar dan doa bersama untuk kemenangan Bapak Ganjar Pranowo&quot; yang digelar Mak Ganjar Banten.






BACA JUGA:
Kiai dan Santri di Pasuruan Titip Harapan Besar ke Ganjar







&quot;Jadi tadi ada doa (mohon) hujan juga supaya tidak ada musibah kemarau kepanjangan di sini karena memang di mana-mana daerah semua kekeringan dan kesulitan air,&quot; ucap Koorwil Mak Ganjar Banten, Siti Hani, dalam keterangannya, Minggu (24/9/2023).

Mereka pun menunduk khusyuk, memejamkan mata seakan tenggelam dalam doa, dan memohon agar hujan dapat segera turun memberikan sumber kehidupan bagi makhluk hidup.





BACA JUGA:
Ganjar Fun Walk Bareng Perindo dan Sederet Artis Tanah Air, Tama S Langkun: Indonesia Butuh Pemimpin Sehat









Hani &amp;ndash;begitu sapaannya&amp;ndash; menjelaskan doa minta hujan merupakan bentuk keprihatinan juga kepedulian Mak Ganjar atas fenomena kekeringan dan krisis air akibat dampak perubahan iklim kemarau 2023 atau El Nino.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pensnggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten telah menetapkan status darurat kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten sejak 19 September 2023.

Diketahui, delapan kabupaten dan kota di Banten sudah merasakan dampak dari El Nino. Kabupaten Lebak pun disebut menjadi wilayah terdampak kekeringan terparah, disusul Kabupaten Serang.



Hani berharap masalah kekurangan air akibat kekeringan ini segera berakhir sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih seperti sedia kala.



Juhariah (52) salah satu peserta mengaku gelisah atas musibah kekeringan dan krisis air yang telah melanda wilayah tempat tinggalnya selama berbulan-bulan.







BACA JUGA:
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih untuk 393 KK









Dia yang juga tinggal di Kampung Oteng Cepu, Desa Padasuka ini biasanya mengambil air keperluan memasak dan mandi dari musala. Sementara, untuk konsumsi harian dirinya perlu merogoh kocek senilai Rp5 ribu per galon.



&quot;Ya dilanda kekeringan udah berapa bulan kering terus. Hampir 4 bulan lah dulu emang pernah ya sampe 7 bulan makanya saya minta air dari masyarakat ya. Kadang minta kadang ada dari langgar (musala) yang deket mah. Beli juga (galon isi ulang) buat minum,&quot; jelas Juhariah.



Kegiatan tersebut adalah bentuk sosialisasi bakal calon presiden Ganjar Pranowo yang akan maju pada kontestasi pemilu 2024 kepada masyarakat.

</content:encoded></item></channel></rss>
