<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Perselisihan dalam Perbedaan Politik, MUI : Dai Bisa Berikan Pendidikan ke Umat</title><description>Antisipasi Perselisihan atas Perbedaaan Politik, MUI : Dai Bisa Berikan Pendidikan ke Umat
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-dalam-perbedaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-dalam-perbedaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat"/><item><title>Antisipasi Perselisihan dalam Perbedaan Politik, MUI : Dai Bisa Berikan Pendidikan ke Umat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-dalam-perbedaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-dalam-perbedaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-atas-perbedaaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat-vFyjrAEAyr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MUI KH Cholil Nafis. (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889266/antisipasi-perselisihan-atas-perbedaaan-politik-mui-dai-bisa-berikan-pendidikan-ke-umat-vFyjrAEAyr.jpg</image><title>Ketua MUI KH Cholil Nafis. (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menyebut pentingnya pendidikan politik kepada umat yang disampaikan oleh dai. Hal ini agar gelaran politik ini tidak menyebabkan ketegangan di masyarakat.
Ia menyampaikan hal itu saat silaturahmi dan halaqah dakwah dengan tema &amp;ldquo;Urgensi Peran Dai dan DKM Masjid dalam menjaga Ukhuwah di tahun politik,&amp;rdquo; yang digelar MUI Kota Administrasi Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakbar, beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Para dai hendaknya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar dalam menyikapi perbedaan pilihan politik tidak dibawa ke ranah perselisihan,&amp;rdquo; kata Cholil dikutip dalam laman resmi MUI Digital, Senin (25/9/2023).
Cholil menjelaskan, perbedaan pilihan politik adalah wajar karena masing-masing orang mempunyai pertimbangan yang berbeda. Hal itu sah-sah saja.

BACA JUGA:
MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut

Bahkan jika pilihan politik itu atas dasar kesamaan agama, suku atau faktor lainnya boleh saja, selama tidak mengampanyekan kebencian kepada orang yang tidak sama pilihan politiknya.

BACA JUGA:
Bersurat ke MUI, Panji Gumilang Minta Maaf kepada Umat Islam dan Masyarakat

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan jangan sampai masjid atau mushala dijadikan tempat kampanye politik praktis. Karena kalau itu terjadi, dapat memyebabkan perpecahan umat.&amp;ldquo;Masjid atau mushala adalah rumah bersama umat Islam, di dalamnya umat Islam dengan berbagai pilihan politik yang berbeda,&amp;rdquo; ucapnya.

BACA JUGA:
Jelang Pemilu 2024, MUI dan Ormas Islam Sepakat Larang Masjid Dijadikan Arena Politik Praktis

Semua pihak berharap sungguh pun tensi politik meninggi tidak diiringi situasi yang menegangkan di tengah-tengah masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menyebut pentingnya pendidikan politik kepada umat yang disampaikan oleh dai. Hal ini agar gelaran politik ini tidak menyebabkan ketegangan di masyarakat.
Ia menyampaikan hal itu saat silaturahmi dan halaqah dakwah dengan tema &amp;ldquo;Urgensi Peran Dai dan DKM Masjid dalam menjaga Ukhuwah di tahun politik,&amp;rdquo; yang digelar MUI Kota Administrasi Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakbar, beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Para dai hendaknya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar dalam menyikapi perbedaan pilihan politik tidak dibawa ke ranah perselisihan,&amp;rdquo; kata Cholil dikutip dalam laman resmi MUI Digital, Senin (25/9/2023).
Cholil menjelaskan, perbedaan pilihan politik adalah wajar karena masing-masing orang mempunyai pertimbangan yang berbeda. Hal itu sah-sah saja.

BACA JUGA:
MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut

Bahkan jika pilihan politik itu atas dasar kesamaan agama, suku atau faktor lainnya boleh saja, selama tidak mengampanyekan kebencian kepada orang yang tidak sama pilihan politiknya.

BACA JUGA:
Bersurat ke MUI, Panji Gumilang Minta Maaf kepada Umat Islam dan Masyarakat

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan jangan sampai masjid atau mushala dijadikan tempat kampanye politik praktis. Karena kalau itu terjadi, dapat memyebabkan perpecahan umat.&amp;ldquo;Masjid atau mushala adalah rumah bersama umat Islam, di dalamnya umat Islam dengan berbagai pilihan politik yang berbeda,&amp;rdquo; ucapnya.

BACA JUGA:
Jelang Pemilu 2024, MUI dan Ormas Islam Sepakat Larang Masjid Dijadikan Arena Politik Praktis

Semua pihak berharap sungguh pun tensi politik meninggi tidak diiringi situasi yang menegangkan di tengah-tengah masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
