<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ingatkan Wartawan: Berita yang Baik Bukan Berita Asal Viral</title><description>Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembukaan Kongres XXV PWI 2002 di Istana Negara pada Senin (25/9/2023).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral"/><item><title>Presiden Jokowi Ingatkan Wartawan: Berita yang Baik Bukan Berita Asal Viral</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral-F1pR5MxTKz.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889342/presiden-jokowi-ingatkan-wartawan-berita-yang-baik-bukan-berita-asal-viral-F1pR5MxTKz.JPG</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para insan pers ataupun wartawan untuk tidak membuat berita yang ada viral. Menurutnya hal tersebut bisa memicu berita bohong atau hoax yang bertebaran di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembukaan Kongres XXV PWI 2002 di Istana Negara pada Senin (25/9/2023).

&quot;Karena memang sekarang ini mestinya berita yang baik itu bukan berita yang asal viral, bukan yang asal sensasional. Karena itu justru memicu bertebarannya hoax yang sampai saat ini masih ada. Saya mendapatkan laporan dari Menkominfo. Ternyata masih 11 ribu yang bertebaran di dunia digital,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.


BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Presiden Jokowi: Selesaikan Secara Kekeluargaan


Jokowi mengatakan bahwa kode etik jurnalistik harus terus dipegang teguh. Karena hal itu menjadi nilai plus dari media dan pers, serta menjadi kelebihan dibandingkan dengan citizen journalism.

&quot;Sekali lagi jangan terpancing bersaing karena viral atau bersaing karena hoax dan jangan terpancing karena yang penting viral, heboh, dibaca. Saya kira hal-hal seperti itu yang harus kita hindari&quot; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3NC81L3g4bzlobXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Meski begitu , Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar wartawan dan insan Pers Indonesia yang selama ini kritis dan cermat dalam memberi masukan dan kritik kepada pemerintah.
&quot;Meskipun kadang-kadang kritikan-kritikan ini kan macem-macem. Ada yang halus, ada yang samar-samar, yang perlu didalami kadang-kadang, ini maksudnya apa ya, ini larinya ke mana kan kita harus tahu. Ada juga yang to the point, keras, pedas, ada. Banyak yang seperti ini juga. Ada juga yang offside. Tidak jelas tujuannya, ada juga. Saya ngomong apa adanya ya. Ya tidak apa-apa, menurut saya semua tidak apa-apa dan semua tetap menjadi jamu sehat dan energi tambahan bagi pemerintah,&quot; ungkapnya.



Selain itu, kata Jokowi, mendekati tahun politik wartawan khususnya PWI harus mengambil peran besar dalam menjaga profesionalitas dan mengawal pemberitaan kepada masyarakat.



&quot;Apalagi ini makin dekat dengan tahun politik, pasti makin banyak yang tadi saya sampaikan akan keluar. Tapi justru di sinilah peran besar PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar, untuk menjaga profesionalisme pers, untuk mengawal rakyat agar mendapatkan pemberitaan yang benar, pemberitaan yang otentik yang berkualitas dan berimbang tanpa ada tarik menarik untuk kepentingan apapun,,&quot; kata Jokowi.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para insan pers ataupun wartawan untuk tidak membuat berita yang ada viral. Menurutnya hal tersebut bisa memicu berita bohong atau hoax yang bertebaran di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembukaan Kongres XXV PWI 2002 di Istana Negara pada Senin (25/9/2023).

&quot;Karena memang sekarang ini mestinya berita yang baik itu bukan berita yang asal viral, bukan yang asal sensasional. Karena itu justru memicu bertebarannya hoax yang sampai saat ini masih ada. Saya mendapatkan laporan dari Menkominfo. Ternyata masih 11 ribu yang bertebaran di dunia digital,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.


BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Presiden Jokowi: Selesaikan Secara Kekeluargaan


Jokowi mengatakan bahwa kode etik jurnalistik harus terus dipegang teguh. Karena hal itu menjadi nilai plus dari media dan pers, serta menjadi kelebihan dibandingkan dengan citizen journalism.

&quot;Sekali lagi jangan terpancing bersaing karena viral atau bersaing karena hoax dan jangan terpancing karena yang penting viral, heboh, dibaca. Saya kira hal-hal seperti itu yang harus kita hindari&quot; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3NC81L3g4bzlobXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Meski begitu , Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar wartawan dan insan Pers Indonesia yang selama ini kritis dan cermat dalam memberi masukan dan kritik kepada pemerintah.
&quot;Meskipun kadang-kadang kritikan-kritikan ini kan macem-macem. Ada yang halus, ada yang samar-samar, yang perlu didalami kadang-kadang, ini maksudnya apa ya, ini larinya ke mana kan kita harus tahu. Ada juga yang to the point, keras, pedas, ada. Banyak yang seperti ini juga. Ada juga yang offside. Tidak jelas tujuannya, ada juga. Saya ngomong apa adanya ya. Ya tidak apa-apa, menurut saya semua tidak apa-apa dan semua tetap menjadi jamu sehat dan energi tambahan bagi pemerintah,&quot; ungkapnya.



Selain itu, kata Jokowi, mendekati tahun politik wartawan khususnya PWI harus mengambil peran besar dalam menjaga profesionalitas dan mengawal pemberitaan kepada masyarakat.



&quot;Apalagi ini makin dekat dengan tahun politik, pasti makin banyak yang tadi saya sampaikan akan keluar. Tapi justru di sinilah peran besar PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar, untuk menjaga profesionalisme pers, untuk mengawal rakyat agar mendapatkan pemberitaan yang benar, pemberitaan yang otentik yang berkualitas dan berimbang tanpa ada tarik menarik untuk kepentingan apapun,,&quot; kata Jokowi.

</content:encoded></item></channel></rss>
