<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sebut Regulasi Publisher Rights Hampir Selesai</title><description>Jokowi Sebut Regulasi Publisher Right Hampir Selesai
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai"/><item><title>Jokowi Sebut Regulasi Publisher Rights Hampir Selesai</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai-UeoPXIrAk0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889392/jokowi-sebut-regulasi-publisher-rights-hampir-selesai-UeoPXIrAk0.jpg</image><title>Presiden Jokowi (MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan regulasi publisher right hampir selesai. Ia mengatakan pembahasan mengenai publisher right cukup rumit.

Awalnya, Jokowi menyebut regulasi publisher right bisa diselesaikan selama satu bulan. Namun kenyataannya, hingga saat ini belum selesai.

&quot;Yang terakhir untuk publisher right. Kita memang sudah lama membahas ini dengan seluruh pemangku kepentingan. Dulu saya menyampaikan, ah paling sebulan selesai Pak kita kerjain siang. Tapi dalam praktiknya memang sangat rumit sekali,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Pembukaan Kongres XXV PWI 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023).

&quot;Yang ini ya, ini nggak mau. Yang ini mau, yang ini nggak mau. Lama-lama juga nggak rampung-rampung,&quot; tambahnya.






BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Presiden Jokowi: Selesaikan Secara Kekeluargaan







Meski begitu, Jokowi meyakini proses regulasi publisher right hampir selesai. Ia sadar publisher right menjadi hal penting bagi media dan pers.

&quot;Ini sudah kita bahas sangat lama dan sekarang memang prosesnya sudah hampir selesai. Belum selesai, hampir selesai. Moga-moga ini tinggal sedikit tidak menjadi tarik-menarik lagi. Yang perlu ditingkatkan itu dan titik temu antar pemangku kepentingan saya lihat sudah mulai terlihat, mulai menguat dan insya Allah ini akan cepat selesai. Saya tahu ini menjadi concern media dan pers,&quot; ucapnya.





BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ingatkan Wartawan: Berita yang Baik Bukan Berita Asal Viral











Sebagaimana diketahui, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mendorong Presiden Jokowi untuk segera menandatangi Peraturan Presiden (Perpres) Publisher Rights . Sebab keberadaan Publisher Rights sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkualitas.

Hal itu dikatakan Ninik dalam konferensi pers di kantor dewan pers, usai mengadakan diskusi bersama seluruh stakholder media. Diskusi itu bertemakan, Dialog dan Komitmen Penggiat Pers untuk Keberlanjutan Pers Indonesia.






BACA JUGA:
Jokowi : Industri Media Sekarang Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja










&quot;Pertemuan hari ini dan kami bersyukur tadi semua bersepakat untuk meminta agar Presiden tidak lagi ragu-ragu untuk melanjutkan pengesahan draf perpres ini,&quot; kata Ninik, Jumat (15/9/2023).

</description><content:encoded>

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan regulasi publisher right hampir selesai. Ia mengatakan pembahasan mengenai publisher right cukup rumit.

Awalnya, Jokowi menyebut regulasi publisher right bisa diselesaikan selama satu bulan. Namun kenyataannya, hingga saat ini belum selesai.

&quot;Yang terakhir untuk publisher right. Kita memang sudah lama membahas ini dengan seluruh pemangku kepentingan. Dulu saya menyampaikan, ah paling sebulan selesai Pak kita kerjain siang. Tapi dalam praktiknya memang sangat rumit sekali,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Pembukaan Kongres XXV PWI 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023).

&quot;Yang ini ya, ini nggak mau. Yang ini mau, yang ini nggak mau. Lama-lama juga nggak rampung-rampung,&quot; tambahnya.






BACA JUGA:
Konflik Pulau Rempang, Presiden Jokowi: Selesaikan Secara Kekeluargaan







Meski begitu, Jokowi meyakini proses regulasi publisher right hampir selesai. Ia sadar publisher right menjadi hal penting bagi media dan pers.

&quot;Ini sudah kita bahas sangat lama dan sekarang memang prosesnya sudah hampir selesai. Belum selesai, hampir selesai. Moga-moga ini tinggal sedikit tidak menjadi tarik-menarik lagi. Yang perlu ditingkatkan itu dan titik temu antar pemangku kepentingan saya lihat sudah mulai terlihat, mulai menguat dan insya Allah ini akan cepat selesai. Saya tahu ini menjadi concern media dan pers,&quot; ucapnya.





BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ingatkan Wartawan: Berita yang Baik Bukan Berita Asal Viral











Sebagaimana diketahui, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mendorong Presiden Jokowi untuk segera menandatangi Peraturan Presiden (Perpres) Publisher Rights . Sebab keberadaan Publisher Rights sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkualitas.

Hal itu dikatakan Ninik dalam konferensi pers di kantor dewan pers, usai mengadakan diskusi bersama seluruh stakholder media. Diskusi itu bertemakan, Dialog dan Komitmen Penggiat Pers untuk Keberlanjutan Pers Indonesia.






BACA JUGA:
Jokowi : Industri Media Sekarang Ini Tidak Sedang Baik-Baik Saja










&quot;Pertemuan hari ini dan kami bersyukur tadi semua bersepakat untuk meminta agar Presiden tidak lagi ragu-ragu untuk melanjutkan pengesahan draf perpres ini,&quot; kata Ninik, Jumat (15/9/2023).

</content:encoded></item></channel></rss>
