<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Bocah Berburu Klakson Telolet di Depok Semakin Meresahkan, Ini Kata Polisi</title><description>Dia mengakui jumlah anggota Satlantas tak sebanding dengan cakupan wilayah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi"/><item><title>Fenomena Bocah Berburu Klakson Telolet di Depok Semakin Meresahkan, Ini Kata Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi-CLp19gcG0U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah Berburu Klakson Telolet/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/338/2888985/fenomena-bocah-berburu-klakson-telolet-di-depok-semakin-meresahkan-ini-kata-polisi-CLp19gcG0U.jpg</image><title>Bocah Berburu Klakson Telolet/Foto: Antara</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5NS81L3g4bzI3aTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK- Polisi akan mengedepankan upaya pencegahan dalam merespons fenomena berburu klakson kendaraan bus 'telolet' yang dilakukan kelompok bocah di Kota Depok yang kian meresahkan dan berbahaya.
Diketahui terbaru aksi kelompok bocah di dekat Fly Over Arif Rahman Hakim, Depok terlihat asik meminta klakson 'telolet' hingga wara-wiri menyebrang jalan penghubung Margonda dengan Nusantara arah Sawangan itu.

BACA JUGA:
Polres Depok Larang dan Bakal Tindak Klakson Bus Telolet

&quot;Tentunya kami akan mengedepankan upaya pencegahan,&quot; kata Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra saat dikonfirmasi, Senin (25/9/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, jajaran Satlantas Polres Metro Depok telah mendatangi sekolah hingga koordinasi dengan lingkungan RW setempat dilengkapi patroli mencegah kecelakaan lalu lintas menyusul fenomena berburu klakson 'telolet'.

BACA JUGA:
Kota Tangerang Bakal Larang Klakson Telolet, Dianggap Mengganggu dan Membahayakan

&quot;Anggota Satlantas sudah datang ke sekolah melakukan imbauan, koordinasi dengan lingkungan RW setempat selalu berpatroli mencegah kecelakaan lalu lintas khususnya fenomena ini anak-anak yang berdiri di pinggir jalan (berburu telolet),&quot; ungkapnya.
Dia mengakui jumlah anggota Satlantas tak sebanding dengan cakupan wilayah. Sehingga dibutuhkan kerjasama antar stakeholder terkait untuk menyadarkan anak-anak bahwa yang dilakukan berburu klakson telolet berbahaya.



&quot;Perlu diingat jumlah anggota yang belum sebanding dengan cakupan wilayah, perlu kerjasama terutama penyadaran akan bahaya anak-anak bermain di jalan raya tanpa pengawasan orang tua,&quot;ujarnya.
Sampai sekarang semua sudah dilakukan (menindak tegas bus menggunakan klakson modifikasi),&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC8xLzE3MDU5NS81L3g4bzI3aTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK- Polisi akan mengedepankan upaya pencegahan dalam merespons fenomena berburu klakson kendaraan bus 'telolet' yang dilakukan kelompok bocah di Kota Depok yang kian meresahkan dan berbahaya.
Diketahui terbaru aksi kelompok bocah di dekat Fly Over Arif Rahman Hakim, Depok terlihat asik meminta klakson 'telolet' hingga wara-wiri menyebrang jalan penghubung Margonda dengan Nusantara arah Sawangan itu.

BACA JUGA:
Polres Depok Larang dan Bakal Tindak Klakson Bus Telolet

&quot;Tentunya kami akan mengedepankan upaya pencegahan,&quot; kata Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra saat dikonfirmasi, Senin (25/9/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, jajaran Satlantas Polres Metro Depok telah mendatangi sekolah hingga koordinasi dengan lingkungan RW setempat dilengkapi patroli mencegah kecelakaan lalu lintas menyusul fenomena berburu klakson 'telolet'.

BACA JUGA:
Kota Tangerang Bakal Larang Klakson Telolet, Dianggap Mengganggu dan Membahayakan

&quot;Anggota Satlantas sudah datang ke sekolah melakukan imbauan, koordinasi dengan lingkungan RW setempat selalu berpatroli mencegah kecelakaan lalu lintas khususnya fenomena ini anak-anak yang berdiri di pinggir jalan (berburu telolet),&quot; ungkapnya.
Dia mengakui jumlah anggota Satlantas tak sebanding dengan cakupan wilayah. Sehingga dibutuhkan kerjasama antar stakeholder terkait untuk menyadarkan anak-anak bahwa yang dilakukan berburu klakson telolet berbahaya.



&quot;Perlu diingat jumlah anggota yang belum sebanding dengan cakupan wilayah, perlu kerjasama terutama penyadaran akan bahaya anak-anak bermain di jalan raya tanpa pengawasan orang tua,&quot;ujarnya.
Sampai sekarang semua sudah dilakukan (menindak tegas bus menggunakan klakson modifikasi),&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
