<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peternak Burung Puyuh Merugi karena Banyak yang Mati Akibat Kemarau Panjang</title><description>Dampak kemarau dan cuaca ekstrim saat ini, berdampak kepada hewan ternak.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang"/><item><title>Peternak Burung Puyuh Merugi karena Banyak yang Mati Akibat Kemarau Panjang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 09:27 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang-gzuawoF892.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peternak burung puyuh merugi akibat kemarau panjang dan cuaca ekstrem/Foto: Azhari</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/340/2889043/peternak-burung-puyuh-merugi-karena-banyak-yang-mati-akibat-kemarau-panjang-gzuawoF892.jpg</image><title>Peternak burung puyuh merugi akibat kemarau panjang dan cuaca ekstrem/Foto: Azhari</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAwOC81L3g4bzhtaW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MUAROJAMBI - Dampak kemarau dan cuaca ekstrim saat ini, berdampak kepada hewan ternak.

Seperti yang dialami peternak telur burung puyuh di Desa Pematang Jering, Jambi Luar Kota (Jaluko) Kabupaten Muarojambi, Jambi, banyak burung puyuh yang dipeliharanya mati mendadak setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kemarau Panjang, 17 Kelurahan di Jakbar dan Jakut Bakal Krisis Air Bersih&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Betapa tidak, suhu udara yang begitu panas akibat kemarau panjang yang belum berakhir hingga mencapai 35 derajat celcius.

Akibat cuaca ekstrim yang tidak menentu tersebut, tidak kurang dari lima ekor burung puyuh mati setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akhirnya Hujan Kembali Guyur Ibu Kota Usai Kemarau Panjang

&quot;Sejak musim kemarau, banyak burung puyuh yang mati karena cuaca panas, dan sakit,&quot; ujar Adi, peternak burung puyuh, Senin (25/9/2023).

Menurutnya, dalam sehari sekitar 5 ekor burung puyuh di kandangnya mengalami kematian tidak menentu.

&quot;Kadang kurang, kadang lebih. Sejak musim panas inilah mulai mengalami kerugian,&quot; ujarnya.



Hal ini membuat, peternak burung puyuh merugi berat. Untuk mengurangi suhu panas tersebut, peternak burung puyuh terpaksa menyemprotkan air ke setiap kandang secara rutin.



Adi berharap, adanya solusi dari pemerintah daerah terhadap kondisi peternak burung puyuh.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAwOC81L3g4bzhtaW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MUAROJAMBI - Dampak kemarau dan cuaca ekstrim saat ini, berdampak kepada hewan ternak.

Seperti yang dialami peternak telur burung puyuh di Desa Pematang Jering, Jambi Luar Kota (Jaluko) Kabupaten Muarojambi, Jambi, banyak burung puyuh yang dipeliharanya mati mendadak setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kemarau Panjang, 17 Kelurahan di Jakbar dan Jakut Bakal Krisis Air Bersih&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Betapa tidak, suhu udara yang begitu panas akibat kemarau panjang yang belum berakhir hingga mencapai 35 derajat celcius.

Akibat cuaca ekstrim yang tidak menentu tersebut, tidak kurang dari lima ekor burung puyuh mati setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akhirnya Hujan Kembali Guyur Ibu Kota Usai Kemarau Panjang

&quot;Sejak musim kemarau, banyak burung puyuh yang mati karena cuaca panas, dan sakit,&quot; ujar Adi, peternak burung puyuh, Senin (25/9/2023).

Menurutnya, dalam sehari sekitar 5 ekor burung puyuh di kandangnya mengalami kematian tidak menentu.

&quot;Kadang kurang, kadang lebih. Sejak musim panas inilah mulai mengalami kerugian,&quot; ujarnya.



Hal ini membuat, peternak burung puyuh merugi berat. Untuk mengurangi suhu panas tersebut, peternak burung puyuh terpaksa menyemprotkan air ke setiap kandang secara rutin.



Adi berharap, adanya solusi dari pemerintah daerah terhadap kondisi peternak burung puyuh.</content:encoded></item></channel></rss>
