<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Rusia Apresiasi Proposal Perdamaian Indonesia, Minta Ukraina Realistis</title><description>Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva bicara tentang inisiatif perdamaian konflik Ukraina dalam Special Dialogue Okezone.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis"/><item><title>Dubes Rusia Apresiasi Proposal Perdamaian Indonesia, Minta Ukraina Realistis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis-MQbSGNjONb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/18/2890069/dubes-rusia-apresiasi-proposal-perdamaian-indonesia-minta-ukraina-realistis-MQbSGNjONb.jpg</image><title>Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTEzOS81L3g4b2FxaDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rusia mengapresiasi inisiatif dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mendorong negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, namun Ukraina harus realistis agar perundingan bisa berlangsung, demikian disampaikan duta besarnya di Jakarta.

BACA JUGA:
Dubes Rusia: Tujuan Aksi Militer di Ukraina Telah Berubah

&amp;ldquo;Kami mengapresiasi semua upaya dari banyak negara, termasuk Indonesia, yang membuat inisiatif perdamaian dan ingin bertindak sebagai mediator, seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo tahun lalu di Kyiv dan Moskow,&amp;rdquo; kata Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam program Special Dialogue Okezone.
Menurutnya, Rusia siap untuk mempertimbangkan tawaran mediasi atau proposal perdamaian. Namun, Lyudmila menilai proposal yang diajukan oleh Ukraina tidak realistis dan Kyiv tampaknya tidak ada memiliki keinginan untuk membahas proposal perdamaian lainnya.

BACA JUGA:
Dubes Rusia Salahkan Barat Atas Kegagalan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam

Dubes Rusia menegaskan bahwa proposal yang diminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menuntut Moskow dan Kyiv kembali pada situasi pada 1991, dimana Krimea masih menjadi bagian dari Ukraina tidak realistis.

&amp;ldquo;Anda harus memperhitungkan realitas geopolitik. Itu provokasi,&amp;rdquo; kata Lyudmila.
Lebih lanjut, mantan Dubes untuk Malaysia itu mengklaim bahwa Ukraina menuruti perintah dari sekutu Baratnya untuk meneruskan perang dengan Rusia. Dia menyebut Ukraina hanya instrumen Barat untuk melemahkan Rusia.
&amp;ldquo;Ukraina hanya instrumen untuk menyerang Rusia dan melemahkan Rusia, karena kami menghadirkan ancaman bagi mereka,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTEzOS81L3g4b2FxaDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rusia mengapresiasi inisiatif dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mendorong negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, namun Ukraina harus realistis agar perundingan bisa berlangsung, demikian disampaikan duta besarnya di Jakarta.

BACA JUGA:
Dubes Rusia: Tujuan Aksi Militer di Ukraina Telah Berubah

&amp;ldquo;Kami mengapresiasi semua upaya dari banyak negara, termasuk Indonesia, yang membuat inisiatif perdamaian dan ingin bertindak sebagai mediator, seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo tahun lalu di Kyiv dan Moskow,&amp;rdquo; kata Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam program Special Dialogue Okezone.
Menurutnya, Rusia siap untuk mempertimbangkan tawaran mediasi atau proposal perdamaian. Namun, Lyudmila menilai proposal yang diajukan oleh Ukraina tidak realistis dan Kyiv tampaknya tidak ada memiliki keinginan untuk membahas proposal perdamaian lainnya.

BACA JUGA:
Dubes Rusia Salahkan Barat Atas Kegagalan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam

Dubes Rusia menegaskan bahwa proposal yang diminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menuntut Moskow dan Kyiv kembali pada situasi pada 1991, dimana Krimea masih menjadi bagian dari Ukraina tidak realistis.

&amp;ldquo;Anda harus memperhitungkan realitas geopolitik. Itu provokasi,&amp;rdquo; kata Lyudmila.
Lebih lanjut, mantan Dubes untuk Malaysia itu mengklaim bahwa Ukraina menuruti perintah dari sekutu Baratnya untuk meneruskan perang dengan Rusia. Dia menyebut Ukraina hanya instrumen Barat untuk melemahkan Rusia.
&amp;ldquo;Ukraina hanya instrumen untuk menyerang Rusia dan melemahkan Rusia, karena kami menghadirkan ancaman bagi mereka,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
