<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Rusia Blak-blakan Bicara Tentang Pengaruh dalam Kudeta di Afrika, Ini Katanya</title><description>Dubes Rusia bicara tentang pengaruh Rusia dalam kudeta di Afrika pada Sepcial Dialogue Okezone.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya"/><item><title>Dubes Rusia Blak-blakan Bicara Tentang Pengaruh dalam Kudeta di Afrika, Ini Katanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya-x04maldAkR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/18/2890162/dubes-rusia-blak-blakan-bicara-tentang-pengaruh-dalam-kudeta-di-afrika-ini-katanya-x04maldAkR.jpg</image><title>Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0MC81L3g4b2FxbGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Rusia membantah tudingan bahwa Moskow memiliki peran di balik kudeta yang terjadi di sejumlah negara Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Lyudmila Vorobieva, kudeta ini terjadi karena keinginan negara-negara tersebut untuk lepas dari pengaruh Barat.

BACA JUGA:
Bendera Rusia Dikibarkan pada Kudeta di Burkina Faso, Ada Apa?

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara di Afrika seperti Mali, Burkina Faso, dan Niger, dilanda kudeta militer, menggulingkan pemerintahan yang dekat dengan negara Barat. Ketiga negara ini diketahui memiliki hubungan dekat dengan Rusia, bahkan bendera Rusia beberapa kali terlihat dikibarkan dalam kudeta di ketiga negara tersebut.
&amp;ldquo;Kami (Rusia) tidak berada di belakang kudeta-kudeta ini,&amp;rdquo; kata diplomat yang ditempatkan di Indonesia sejak 2018 itu.
&amp;ldquo;Apa yang terjadi adalah negara-negara ini tidak mau melayani kepentingan negara Barat, seperti Prancis, hanya untuk menyediakan sumber daya alam yang murah, tetapi tidak memiliki kedaulatan, dalam arti tidak menjadi tuan sumber daya mereka sendiri,&amp;rdquo; ujarnya dalam program Special Dialogue Okezone.

BACA JUGA:
Intelijen AS Rencanakan Pembunuhan Pimpinan Kudeta Niger

Lyudmila mengatakan bahwa Rusia mungkin memiliki pengaruh terhadap kudeta yang terjadi, dalam arti sikap yang menolak neokolonialisme. Penolakan terhadap neokolonialisme ini, menurutnya adalah pendorong terjadinya kudeta di Afrika.
&amp;ldquo;Pengaruh Rusia (terhadap kudeta), dalam arti kami menolak kebijakan neokolonial, bukan dalam arti kami mendalangi kudeta-kudeta tersebut,&amp;rdquo; terangnya.
Dubes Lyudmila juga mengeluhkan standar ganda Barat dalam melihat kudeta yang terjadi di berbagai negara di dunia, mencontohkan sikap berbeda yang ditunjukkan Amerika Serikat (AS) dalam kudeta di Ukraina pada 2014 dan kudeta di Afrika baru-baru ini.
&amp;ldquo;Ada kudeta di Kyiv pada 2014 dan itu sangat didukung, bahkan dipersiapkan oleh AS dan Eropa, mereka baik-baik saja dengan (kudeta) itu, mengatakannya sangat demokratik. Saat di negara Afrika rakyat tidak mendukung pemerintahnya, maka posisi Barat berbeda,&amp;rdquo; kata Lyudmila.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0MC81L3g4b2FxbGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Rusia membantah tudingan bahwa Moskow memiliki peran di balik kudeta yang terjadi di sejumlah negara Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Lyudmila Vorobieva, kudeta ini terjadi karena keinginan negara-negara tersebut untuk lepas dari pengaruh Barat.

BACA JUGA:
Bendera Rusia Dikibarkan pada Kudeta di Burkina Faso, Ada Apa?

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara di Afrika seperti Mali, Burkina Faso, dan Niger, dilanda kudeta militer, menggulingkan pemerintahan yang dekat dengan negara Barat. Ketiga negara ini diketahui memiliki hubungan dekat dengan Rusia, bahkan bendera Rusia beberapa kali terlihat dikibarkan dalam kudeta di ketiga negara tersebut.
&amp;ldquo;Kami (Rusia) tidak berada di belakang kudeta-kudeta ini,&amp;rdquo; kata diplomat yang ditempatkan di Indonesia sejak 2018 itu.
&amp;ldquo;Apa yang terjadi adalah negara-negara ini tidak mau melayani kepentingan negara Barat, seperti Prancis, hanya untuk menyediakan sumber daya alam yang murah, tetapi tidak memiliki kedaulatan, dalam arti tidak menjadi tuan sumber daya mereka sendiri,&amp;rdquo; ujarnya dalam program Special Dialogue Okezone.

BACA JUGA:
Intelijen AS Rencanakan Pembunuhan Pimpinan Kudeta Niger

Lyudmila mengatakan bahwa Rusia mungkin memiliki pengaruh terhadap kudeta yang terjadi, dalam arti sikap yang menolak neokolonialisme. Penolakan terhadap neokolonialisme ini, menurutnya adalah pendorong terjadinya kudeta di Afrika.
&amp;ldquo;Pengaruh Rusia (terhadap kudeta), dalam arti kami menolak kebijakan neokolonial, bukan dalam arti kami mendalangi kudeta-kudeta tersebut,&amp;rdquo; terangnya.
Dubes Lyudmila juga mengeluhkan standar ganda Barat dalam melihat kudeta yang terjadi di berbagai negara di dunia, mencontohkan sikap berbeda yang ditunjukkan Amerika Serikat (AS) dalam kudeta di Ukraina pada 2014 dan kudeta di Afrika baru-baru ini.
&amp;ldquo;Ada kudeta di Kyiv pada 2014 dan itu sangat didukung, bahkan dipersiapkan oleh AS dan Eropa, mereka baik-baik saja dengan (kudeta) itu, mengatakannya sangat demokratik. Saat di negara Afrika rakyat tidak mendukung pemerintahnya, maka posisi Barat berbeda,&amp;rdquo; kata Lyudmila.
</content:encoded></item></channel></rss>
