<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Masjid Agung Tuban, Simbol Islam di Jawa Sejak Era Majapahit</title><description>&amp;nbsp;
Gaya arsitektur khas Nusantara dapat ditemui pada pintu dan mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran khas Jawa&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit"/><item><title>Sejarah Masjid Agung Tuban, Simbol Islam di Jawa Sejak Era Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit-YsGGFze6KM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masjid Agung tuban/Foto: Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889380/sejarah-masjid-agung-tuban-simbol-islam-di-jawa-sejak-era-majapahit-YsGGFze6KM.jpg</image><title>Masjid Agung tuban/Foto: Sindo</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNS8yMC8xNjkyNDEvNS94OG43azls&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TUBAN - Masjid Agung Tuban di Kabupaten Tuban, menajdi saksi perkembangan Islam di tanah Jawa. Masjid ini berdiri sejak era Kerajaan Majapahit.

Pada bagian dalam masjid banyak menggunakan pola lengkungan untuk menghubungkan tiang penyangga, sehingga menghasilkan pola ruang dengan kolom-kolom. Sepertinya terinspirasi dari ruang dalam Masjid Cordoba, Spanyol.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Gaya arsitektur khas Nusantara dapat ditemui pada pintu dan mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran khas Jawa. Di sayap mihrab terdapat tangga dari bahan kuningan mencirikan gaya khas ornamen Jawa Klasik.

Selain pola arsitekturnya, Masjid Agung Tuban memiliki keistimewaan lain. Sekitar sepuluh meter dari masjid, berdiri Museum Kembang Putih yang menyimpan berbagai beres bersejarah seperti kitab Al-Quran kuna terbuat dari kulit, keramik Cina, pusaka, sarkofagus, dan sebagainya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Kesaktian Patih Gajah Mada, Sembunyikan Kerajaan Majapahit di Bawah Selimut Kabut

Masjid Agung Tuban, pada awalnya bernama Masjid Jami&amp;rsquo; Tuban dan menjadi simbol semangat religius masyarakat Tuban. Masjid tersebut didirikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo atau yang dikenal dengan Syeh Abdurrahman, Bupati Tuban ke-7.

Kapan pendirian masjid tersebut tidak tercatat secara pasti, namun diperkirakan pada abad ke-15 karena Adipati Raden Ario Tedjo berkuasa sekitar 1401-1419.



Pada masa kerajaan Majapahit, Tuban memiliki peran yang penting sebagai bandar perdagangan Internasional dan banyak dikunjungi pedagang dari penjuru dunia, seperti Persia, Irak, India yang membawa penyebar agama Islam.



Pada masa itu, Kabupaten Tuban merupakan kabupaten pertama pada masa kerajaan Majapahit yang bupatinya memeluk agama Islam.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kasus Suap MA, Istri Hasbi Hasan Kembali Diperiksa KPK Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Adipati Raden Ario Tedjo berkuasa menggantikan mertuanya, Raden Aryo Dikara. Raden Ario merupakan putra Syeh Djalaludin dari Gresik dan menikah dengan Raden Ayu Ario Tedjo, putri pertama Adipati Aryo Dikara.



Dalam perkembangan selanjutnya, bangunan masjid ini diperluas menjadi bangunan masjid yang dikenal sebagai Masjid Agung Tuban saat ini. Masjid tersebut sempat mengalami beberapa kali renovasi.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNS8yMC8xNjkyNDEvNS94OG43azls&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TUBAN - Masjid Agung Tuban di Kabupaten Tuban, menajdi saksi perkembangan Islam di tanah Jawa. Masjid ini berdiri sejak era Kerajaan Majapahit.

Pada bagian dalam masjid banyak menggunakan pola lengkungan untuk menghubungkan tiang penyangga, sehingga menghasilkan pola ruang dengan kolom-kolom. Sepertinya terinspirasi dari ruang dalam Masjid Cordoba, Spanyol.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Gaya arsitektur khas Nusantara dapat ditemui pada pintu dan mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran khas Jawa. Di sayap mihrab terdapat tangga dari bahan kuningan mencirikan gaya khas ornamen Jawa Klasik.

Selain pola arsitekturnya, Masjid Agung Tuban memiliki keistimewaan lain. Sekitar sepuluh meter dari masjid, berdiri Museum Kembang Putih yang menyimpan berbagai beres bersejarah seperti kitab Al-Quran kuna terbuat dari kulit, keramik Cina, pusaka, sarkofagus, dan sebagainya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Kesaktian Patih Gajah Mada, Sembunyikan Kerajaan Majapahit di Bawah Selimut Kabut

Masjid Agung Tuban, pada awalnya bernama Masjid Jami&amp;rsquo; Tuban dan menjadi simbol semangat religius masyarakat Tuban. Masjid tersebut didirikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo atau yang dikenal dengan Syeh Abdurrahman, Bupati Tuban ke-7.

Kapan pendirian masjid tersebut tidak tercatat secara pasti, namun diperkirakan pada abad ke-15 karena Adipati Raden Ario Tedjo berkuasa sekitar 1401-1419.



Pada masa kerajaan Majapahit, Tuban memiliki peran yang penting sebagai bandar perdagangan Internasional dan banyak dikunjungi pedagang dari penjuru dunia, seperti Persia, Irak, India yang membawa penyebar agama Islam.



Pada masa itu, Kabupaten Tuban merupakan kabupaten pertama pada masa kerajaan Majapahit yang bupatinya memeluk agama Islam.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kasus Suap MA, Istri Hasbi Hasan Kembali Diperiksa KPK Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Adipati Raden Ario Tedjo berkuasa menggantikan mertuanya, Raden Aryo Dikara. Raden Ario merupakan putra Syeh Djalaludin dari Gresik dan menikah dengan Raden Ayu Ario Tedjo, putri pertama Adipati Aryo Dikara.



Dalam perkembangan selanjutnya, bangunan masjid ini diperluas menjadi bangunan masjid yang dikenal sebagai Masjid Agung Tuban saat ini. Masjid tersebut sempat mengalami beberapa kali renovasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
