<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Terjun Madakaripura, Tempat Peristirahatan Terakhir Gajah Mada yang Dihadiahi Majapahit</title><description>Tak hanya itu, percikan air terjun ini juga dijuluki hujan abadi
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit"/><item><title>Air Terjun Madakaripura, Tempat Peristirahatan Terakhir Gajah Mada yang Dihadiahi Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 04:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit-7aTTJB02X3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Air Terjun Madakaripura/Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889388/air-terjun-madakaripura-tempat-peristirahatan-terakhir-gajah-mada-yang-dihadiahi-majapahit-7aTTJB02X3.jpg</image><title>Air Terjun Madakaripura/Foto: Ist</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy81LzE3MDA4Ny81L3g4bm9yenI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Air Terjun Madakaripura yang terletak di Dusun Branggah, Negororejo, Probolinggo, Jawa Timur, disebut sebagai tempat peristirahatan Gajah mada. Tak hanya itu, percikan air terjun ini juga dijuluki hujan abadi.

Objek wisata satu ini memiliki pemandangan yang memesona. Airnya jernih, kemudian tebing-tebing yang tinggi semakin menambah keistimewaan kawasan ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Air Terjun Madakaripura memiliki ketinggian 200 meter, dan dinobatkan sebagai air terjun teringgi di Indonesia setelah Air Terjun Si Gura-gura di Toba Samosir, Sumatera Utara.

Uniknya lagi, air terjun ini juga memiliki sejuta misteri dengan aura mistisnya yang melekat. Madakaripura juga masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan keindahan air terjun ini benar-benar istimewa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kerajaan di Jawa Usir Flu Spanyol: Arak Benda Pusaka, Sembelih Kerbau dan Minum Air Kelapa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Air terjun ini berbentuk ceruk, dikelilingi bukit-bukit, dan di setiap dinding tebingnya dialiri air yang berasal dari atas.

Setiap tetesannya akan membasahi tubuh para wisatawan, seolah-olah sedang terjadi hujan. Percikan-percikan air inilah yang disebut hujan abadi.

Air Terjun Madakaripura nyatanya tidak terlepas dari legenda. Konon, tempat ini sebagai peristirahatan terakhir atau pertapaan patih Gajah Mada pada masa Kerajaan Majapahit.

Pada zaman dahulu kala, Majapahit memberikan Madakaripura sebagai hadiah atas kerja kerasnya membela kerajaan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Genjot Produktivitas Masyarakat, Relawan Ganjar Gelar Pelatihan untuk Petani Kopi di Bandung Barat


Selain itu, ia juga sekaligus menghargai tekad dan kerja keras Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara dengan Sumah Palapa.



Hal itu diabadikan dengan adanya sebuah patung Gajah Mada yang diletakkan di sekitar air terjun.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy81LzE3MDA4Ny81L3g4bm9yenI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Air Terjun Madakaripura yang terletak di Dusun Branggah, Negororejo, Probolinggo, Jawa Timur, disebut sebagai tempat peristirahatan Gajah mada. Tak hanya itu, percikan air terjun ini juga dijuluki hujan abadi.

Objek wisata satu ini memiliki pemandangan yang memesona. Airnya jernih, kemudian tebing-tebing yang tinggi semakin menambah keistimewaan kawasan ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Air Terjun Madakaripura memiliki ketinggian 200 meter, dan dinobatkan sebagai air terjun teringgi di Indonesia setelah Air Terjun Si Gura-gura di Toba Samosir, Sumatera Utara.

Uniknya lagi, air terjun ini juga memiliki sejuta misteri dengan aura mistisnya yang melekat. Madakaripura juga masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan keindahan air terjun ini benar-benar istimewa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kerajaan di Jawa Usir Flu Spanyol: Arak Benda Pusaka, Sembelih Kerbau dan Minum Air Kelapa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Air terjun ini berbentuk ceruk, dikelilingi bukit-bukit, dan di setiap dinding tebingnya dialiri air yang berasal dari atas.

Setiap tetesannya akan membasahi tubuh para wisatawan, seolah-olah sedang terjadi hujan. Percikan-percikan air inilah yang disebut hujan abadi.

Air Terjun Madakaripura nyatanya tidak terlepas dari legenda. Konon, tempat ini sebagai peristirahatan terakhir atau pertapaan patih Gajah Mada pada masa Kerajaan Majapahit.

Pada zaman dahulu kala, Majapahit memberikan Madakaripura sebagai hadiah atas kerja kerasnya membela kerajaan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Genjot Produktivitas Masyarakat, Relawan Ganjar Gelar Pelatihan untuk Petani Kopi di Bandung Barat


Selain itu, ia juga sekaligus menghargai tekad dan kerja keras Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara dengan Sumah Palapa.



Hal itu diabadikan dengan adanya sebuah patung Gajah Mada yang diletakkan di sekitar air terjun.



</content:encoded></item></channel></rss>
