<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Pemberontakan G30S PKI: Dimulai dari Wacana Pembentukan Angkatan Kelima</title><description>Sejak dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno, saat itu juga Presiden Soekarno mengenalkan &amp;ldquo;Demokrasi Terpimpin&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima"/><item><title>Sejarah Pemberontakan G30S PKI: Dimulai dari Wacana Pembentukan Angkatan Kelima</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima-Tykntaj2FW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/337/2889522/sejarah-pemberontakan-g30s-pki-dimulai-dari-wacana-pembentukan-angkatan-kelima-Tykntaj2FW.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE3Mi81L3g4b2IxeXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Malam jahanam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30SPKI) tidak lepas dari peran Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengusung misi membangun negara komunis di Indonesia. Mereka melakukan berbagai macam cara, termasuk kudeta berdarah agar tujuan mereka tercapai.
Menyadur dari berbagai macam sumber, Okezone mencoba menceritakan sejarah singkat PKI beserta awal mula pemberontakan yang terjadi pada 56 tahun silam.
Dipa Nusantara Aidit merupakan sosok dalam Kabinet Dwikora, sekaligus Ketua Central Committee (CC) Partai Komunis Indonesia. Dialah yang disebut-sebut oleh pemerintah Orde Baru, bertanggung jawab atas G30SPKI.
Pada tahun 1965 sebelum terjadinya peristiwa di Lubang Buaya, PKI kembali berhasil menjadi partai besar nomor 4 di Indonesia.

BACA JUGA:
Tabrak Truk Trailer Mogok di Koja, Pemotor Tewas

Sejak dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno, saat itu juga Presiden Soekarno mengenalkan &amp;ldquo;Demokrasi Terpimpin&amp;rdquo;.
Sesuai dengan namanya, Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh satu orang yaitu Presiden Soekarno. PKI menyambut &amp;ldquo;Demokrasi Terpimpin&amp;rdquo; Sukarno dengan hangat dan menganggap bahwa Bung Besar mempunyai mandat untuk persekutuan konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.

BACA JUGA:
Media Vietnam Soroti Untungnya Timnas Indonesia U-24 yang Lolos 16 Besar Asian Games 2023

Sejaka demokrasi terpimpin secara resmi dimulai, Indonesia memang diwarnai dengan figur Soekarno yang menampilkan dirinya sebagai penguasa tunggal di Tanah Air. Soekarno juga menjadi kekuatan penengah antara kelompok politik besar yang saling mencurigai.
Usul pembentukan angkatan ke-5 selain TNI-AD, TNI-AU, TNI-AL, dan Polisi yang dikemukakan oleh PKI pada Januari 1965, sehingga semakin memperkeruh suasana terutama dalam hubungan antara PKI dan TNI-AD.Tentara membayangkan bagaimana 21 juta petani dan buruh bersenjata, bebas dari pengawasan mereka. Bagi para petinggi militer, gagasan ini bisa berarti pungkuhan aksi politik matang dan bermuara pada dominasi PKI yang hendak mendirikan pemerinahan komunis pro RRC (Republik Rakyat Cina) yang komunis di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Ketahanan Pangan, DPR: Pemerintah Harus Benar-Benar Serius

Usulan ini akhirnya memang gagal direalisasikan. Oleh karena itu, akhirnya PKI menyebarkan isu dewan jenderal di tubuh TNI-AD yang tengah mempersiapkan suatu kudeta. Lalu PKI memperkuat aksi fitnah dengan menyodorkan &amp;ldquo;Dokumen Gilchrist&amp;rdquo;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wantimpres Audiensi dengan Ketua PD Bhayangkari Sulbar Bahas Penanganan Stunting

Memasuki akhir tahun 1964, ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan besar terjadi antara simpatisan PKI, polisi, dan para pemilik tanah. Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapapun (milik negara = milik bersama).

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE3Mi81L3g4b2IxeXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Malam jahanam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30SPKI) tidak lepas dari peran Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengusung misi membangun negara komunis di Indonesia. Mereka melakukan berbagai macam cara, termasuk kudeta berdarah agar tujuan mereka tercapai.
Menyadur dari berbagai macam sumber, Okezone mencoba menceritakan sejarah singkat PKI beserta awal mula pemberontakan yang terjadi pada 56 tahun silam.
Dipa Nusantara Aidit merupakan sosok dalam Kabinet Dwikora, sekaligus Ketua Central Committee (CC) Partai Komunis Indonesia. Dialah yang disebut-sebut oleh pemerintah Orde Baru, bertanggung jawab atas G30SPKI.
Pada tahun 1965 sebelum terjadinya peristiwa di Lubang Buaya, PKI kembali berhasil menjadi partai besar nomor 4 di Indonesia.

BACA JUGA:
Tabrak Truk Trailer Mogok di Koja, Pemotor Tewas

Sejak dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno, saat itu juga Presiden Soekarno mengenalkan &amp;ldquo;Demokrasi Terpimpin&amp;rdquo;.
Sesuai dengan namanya, Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh satu orang yaitu Presiden Soekarno. PKI menyambut &amp;ldquo;Demokrasi Terpimpin&amp;rdquo; Sukarno dengan hangat dan menganggap bahwa Bung Besar mempunyai mandat untuk persekutuan konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.

BACA JUGA:
Media Vietnam Soroti Untungnya Timnas Indonesia U-24 yang Lolos 16 Besar Asian Games 2023

Sejaka demokrasi terpimpin secara resmi dimulai, Indonesia memang diwarnai dengan figur Soekarno yang menampilkan dirinya sebagai penguasa tunggal di Tanah Air. Soekarno juga menjadi kekuatan penengah antara kelompok politik besar yang saling mencurigai.
Usul pembentukan angkatan ke-5 selain TNI-AD, TNI-AU, TNI-AL, dan Polisi yang dikemukakan oleh PKI pada Januari 1965, sehingga semakin memperkeruh suasana terutama dalam hubungan antara PKI dan TNI-AD.Tentara membayangkan bagaimana 21 juta petani dan buruh bersenjata, bebas dari pengawasan mereka. Bagi para petinggi militer, gagasan ini bisa berarti pungkuhan aksi politik matang dan bermuara pada dominasi PKI yang hendak mendirikan pemerinahan komunis pro RRC (Republik Rakyat Cina) yang komunis di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Ketahanan Pangan, DPR: Pemerintah Harus Benar-Benar Serius

Usulan ini akhirnya memang gagal direalisasikan. Oleh karena itu, akhirnya PKI menyebarkan isu dewan jenderal di tubuh TNI-AD yang tengah mempersiapkan suatu kudeta. Lalu PKI memperkuat aksi fitnah dengan menyodorkan &amp;ldquo;Dokumen Gilchrist&amp;rdquo;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wantimpres Audiensi dengan Ketua PD Bhayangkari Sulbar Bahas Penanganan Stunting

Memasuki akhir tahun 1964, ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan besar terjadi antara simpatisan PKI, polisi, dan para pemilik tanah. Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapapun (milik negara = milik bersama).

</content:encoded></item></channel></rss>
