<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: 85 Daerah Tak Mengalami Hujan, Ada yang Hampir 5 Bulan</title><description>&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Bahkan, BMKG mencatat di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengalami hujan terlama&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan"/><item><title>BMKG: 85 Daerah Tak Mengalami Hujan, Ada yang Hampir 5 Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan-fUScbfRXY3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2889702/bmkg-85-daerah-tak-mengalami-hujan-ada-yang-hampir-5-bulan-fUScbfRXY3.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE1My81L3g4b2FzMXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 85 daerah yang tersebar di 18 provinsi tidak mengalami hujan terpanjang hingga September 2023.



Bahkan, BMKG mencatat di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengalami hujan terlama yakni selama 146 hari atau hampir 5 bulan lamanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG: Musim Hujan Tahun 2024 Normal, Seperti 30 Tahun Terakhir


Sementara itu, BMKG mengatakan saat ini baru 10% wilayah Indonesia dari jumlah Zona Musim (ZOM) yang memasuki musim hujan.

&amp;ldquo;Baru 10% dari jumlah ZOM (Zona Musim) yang ada di Indonesia memasuki musim hujan dan sejumlah 85 daerah yang tersebar di 18 Provinsi tidak mengalami hujan lebih dari 2 bulan,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (26/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG: Puncak Musim Hujan Diprediksi Akan Berlangsung pada Januari 2024



Berikut 85 daerah yang tidak mengalami hujan terpanjang hingga September 2023:



Nusa Tenggara Timur (NTT):



-      Sumba Timur (146 hari),

-      Kupang (106 hari),

-      Lembata (87 hari),

-      Sikka (85 hari),

-      Belu (83 hari),

-      Sabu Raijua (81 hari),

-      Kota Kupang (81 hari),

-      Rote Ndao (80 hari),

-      Timor Tengah Utara (77 hari),

-      Flores Timur (77 hari);



Nusa Tenggara Barat (NTB):



-      Kota Bima (144 hari),

-      Lombok Timur (123 hari),

-      Sumbawa (85 hari),

-      Bima (82 hari),

-      Dompu (75 hari),

-      Sumbawa Barat (72 hari),

-      Kota Mataram (73 hari),

-      Lombok Barat (73 hari),

-      Lombok Tengah (73 hari);




Jawa Tengah (Jateng):







- Boyolali (131 hari),



- Karanganyar (131 hari),



- Klaten (131 hari),



- Semarang (131 hari),



- Sragen (131 hari),



- Sukoharjo (131 hari),



- Batang (99 hari),



- Wonogiri (99 hari),



- Brebes (92 hari),



- Grobogan (92 hari);







Sulawesi Selatan (Sulsel):







- Jeneponto (111 hari),



- Pinrang (74 hari),



- Maros (71 hari),



- Barru (69 hari),



- Gowa (69 hari),



- Takalar (69 hari),



- Makassar (68 hari),



- Pangkep (65 hari),



- Bulukumba (64 hari);







Jawa Barat (Jabar):







- Kab.Bandung Barat (92 hari),



- Kab.Cirebon (92 hari),



- Kab.Majalengka (86 hari),



- Kab.Karawang (78 hari),



- Kab.Garut (77 hari),



- Kab.Bandung (76 hari),



- Kab.Indramayu (75 hari),



- Kab.Kuningan (75 hari),



- Kab.Sumedang (75 hari),



- Kab.Purwakarta (74 hari);







Jawa Timur (Jatim):







- Tuban (91 hari),



- Madiun (91 hari),



- Nganjuk (91 hari),



- Jombang (91 hari),



- Mojokerto (91 hari),



- Pasuruan (91 hari),



- Sidoarjo (91 hari),



- Bondowoso (91 hari),



- Banyuwangi (91 hari),



- Bangkalan (91 hari);







Jakarta:



- Jakarta Barat (86 hari),



- Jakarta Utara (75 hari),



- Jakarta Selatan (74 hari),



- Jakarta Pusat (74 hari),



- Jakarta Timur (74 hari);







Bali:



- Karangasem (80 hari),



- Buleleng (79 hari),



- Bangli (74 hari);



&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bibit Siklon Tropis 90W Terdeteksi di Laut China Selatan, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi




Sulawesi Tengah (Sulteng):



- Bau-bau (77 hari),



- Bombana (64 hari);







Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):







- Sleman (76 hari),



- Bantul (74 hari),



- Gunungkidul (74 hari),



- Kota Yogyakarta (73 hari),



- Kulon Progo (66 hari);







Papua:



- Merauke (75 hari);







Banten:



- Kota Tangerang (73 hari),



- Lebak (71 hari),



- Pandeglang (71 hari),



- Serang (70 hari),



- Tangerang (70 hari);







Sumatera Selatan (Sumsel):



- Ogan Komering Ilir (70 hari);







Maluku:



- Kep. Tanimbar (70 hari);







Lampung:



- Lampung Timur (70 hari);







Kalimantan Selatan (Kalsel):



- Kab. Kotabaru (67 hari);







Bangka Belitung:



- Bangka (63 hari);







Kalimantan Tengah:



- Katingan (62 hari).

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE1My81L3g4b2FzMXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 85 daerah yang tersebar di 18 provinsi tidak mengalami hujan terpanjang hingga September 2023.



Bahkan, BMKG mencatat di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengalami hujan terlama yakni selama 146 hari atau hampir 5 bulan lamanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG: Musim Hujan Tahun 2024 Normal, Seperti 30 Tahun Terakhir


Sementara itu, BMKG mengatakan saat ini baru 10% wilayah Indonesia dari jumlah Zona Musim (ZOM) yang memasuki musim hujan.

&amp;ldquo;Baru 10% dari jumlah ZOM (Zona Musim) yang ada di Indonesia memasuki musim hujan dan sejumlah 85 daerah yang tersebar di 18 Provinsi tidak mengalami hujan lebih dari 2 bulan,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (26/9/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG: Puncak Musim Hujan Diprediksi Akan Berlangsung pada Januari 2024



Berikut 85 daerah yang tidak mengalami hujan terpanjang hingga September 2023:



Nusa Tenggara Timur (NTT):



-      Sumba Timur (146 hari),

-      Kupang (106 hari),

-      Lembata (87 hari),

-      Sikka (85 hari),

-      Belu (83 hari),

-      Sabu Raijua (81 hari),

-      Kota Kupang (81 hari),

-      Rote Ndao (80 hari),

-      Timor Tengah Utara (77 hari),

-      Flores Timur (77 hari);



Nusa Tenggara Barat (NTB):



-      Kota Bima (144 hari),

-      Lombok Timur (123 hari),

-      Sumbawa (85 hari),

-      Bima (82 hari),

-      Dompu (75 hari),

-      Sumbawa Barat (72 hari),

-      Kota Mataram (73 hari),

-      Lombok Barat (73 hari),

-      Lombok Tengah (73 hari);




Jawa Tengah (Jateng):







- Boyolali (131 hari),



- Karanganyar (131 hari),



- Klaten (131 hari),



- Semarang (131 hari),



- Sragen (131 hari),



- Sukoharjo (131 hari),



- Batang (99 hari),



- Wonogiri (99 hari),



- Brebes (92 hari),



- Grobogan (92 hari);







Sulawesi Selatan (Sulsel):







- Jeneponto (111 hari),



- Pinrang (74 hari),



- Maros (71 hari),



- Barru (69 hari),



- Gowa (69 hari),



- Takalar (69 hari),



- Makassar (68 hari),



- Pangkep (65 hari),



- Bulukumba (64 hari);







Jawa Barat (Jabar):







- Kab.Bandung Barat (92 hari),



- Kab.Cirebon (92 hari),



- Kab.Majalengka (86 hari),



- Kab.Karawang (78 hari),



- Kab.Garut (77 hari),



- Kab.Bandung (76 hari),



- Kab.Indramayu (75 hari),



- Kab.Kuningan (75 hari),



- Kab.Sumedang (75 hari),



- Kab.Purwakarta (74 hari);







Jawa Timur (Jatim):







- Tuban (91 hari),



- Madiun (91 hari),



- Nganjuk (91 hari),



- Jombang (91 hari),



- Mojokerto (91 hari),



- Pasuruan (91 hari),



- Sidoarjo (91 hari),



- Bondowoso (91 hari),



- Banyuwangi (91 hari),



- Bangkalan (91 hari);







Jakarta:



- Jakarta Barat (86 hari),



- Jakarta Utara (75 hari),



- Jakarta Selatan (74 hari),



- Jakarta Pusat (74 hari),



- Jakarta Timur (74 hari);







Bali:



- Karangasem (80 hari),



- Buleleng (79 hari),



- Bangli (74 hari);



&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bibit Siklon Tropis 90W Terdeteksi di Laut China Selatan, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi




Sulawesi Tengah (Sulteng):



- Bau-bau (77 hari),



- Bombana (64 hari);







Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY):







- Sleman (76 hari),



- Bantul (74 hari),



- Gunungkidul (74 hari),



- Kota Yogyakarta (73 hari),



- Kulon Progo (66 hari);







Papua:



- Merauke (75 hari);







Banten:



- Kota Tangerang (73 hari),



- Lebak (71 hari),



- Pandeglang (71 hari),



- Serang (70 hari),



- Tangerang (70 hari);







Sumatera Selatan (Sumsel):



- Ogan Komering Ilir (70 hari);







Maluku:



- Kep. Tanimbar (70 hari);







Lampung:



- Lampung Timur (70 hari);







Kalimantan Selatan (Kalsel):



- Kab. Kotabaru (67 hari);







Bangka Belitung:



- Bangka (63 hari);







Kalimantan Tengah:



- Katingan (62 hari).

</content:encoded></item></channel></rss>
