<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menelusuri Jejak DN Aidit, Dalang Pembantaian Jenderal TNI AD saat G30SPKI</title><description>Saat beranjak dewasa ia memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki"/><item><title>Menelusuri Jejak DN Aidit, Dalang Pembantaian Jenderal TNI AD saat G30SPKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Shofiyah Afni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki-MsUs4m3Svy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DN Aidit Dalang G30SPKI/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2889902/menelusuri-jejak-dn-aidit-dalang-pembantaian-jenderal-tni-ad-saat-g30spki-MsUs4m3Svy.jpg</image><title>DN Aidit Dalang G30SPKI/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xOS8xLzEyMDU2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sosok Dipa Nusantara (DN) Aidit  Ketua Central Comitte Partai Komunis Indonesia (CC-PKI) yang dihukum mati di era Soeharto menarik untuk diulas.
DN Aidit adalah salah satu dalang dari tragedi pembantaian para jenderal dalam  peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30SPKI.

BACA JUGA:
Mengenal 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur Dalam Peristiwa G30SPKI

Pria kelahiran Belitung pada 30 Juli 1923 memiliki nama lahir Achmad Aidit, ia dipanggil &quot;Amat&quot; oleh teman-temannya dan mendapatkan pendidikan Belanda saat kecil.
Ayahnya bernama Abdullah Aidit, merupakan pendiri &quot;Nurus Islam&quot; yaitu perkumpulan keagamaan yang berorientasi pada Muhammadiyah. Selain itu ayah D.N Aidit juga aktif dalam perjuangan melawan Belanda.
Saat beranjak dewasa ia memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit, hal tersebut pun disetujui oleh ayahnya.
Saat dewasa ia pergi ke Jakarta untuk sekolah dagang serta mendirikan perpustakaan. Dimulai saat ia mempelajari teori politik Marxis dari Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda (PKI), sejak saat itu ia berkenalan dengan tokoh-tokoh yang akan memainkan peran politik di Indonesia.
Awalnya D.N Aidit dipercaya untuk menjadi Sekjen PKI oleh Bung Karno karena ia memahami Marhaenisme. Kemudian dibawah pimpinannya PKI memiliki 3 juta anggota pada tahun 1960 an, menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah RRC dan Uni Soviet.

BACA JUGA:
3 Tokoh Utama di Balik Peristiwa G30SPKI yang Dieksekusi Mati

Namun, pencapaian tersebut disalahgunakan oleh PKI untuk mempengaruhi Soekarno dalam kebijakannya. PKI meminta untuk menutup Partai Masyumi, serta menuduh para jenderal TNI AD melakukan kudeta dan mendirikan organisasi Dewan Jenderal.
Hingga akhirnya peristiwa bersejarah sampai saat ini yaitu pada 30 September 1965 menyebabkan tewasnya sejumlah perwira TNI AD dan polisi, kemudian mayatnya dibuang ke sumur Lubang Buaya.
Radio Republik Indonesia (RRI) direbut oleh PKI untuk menyebarkan propaganda, namun akhirnya pemberontakan berhasil diredam saat dibawah perintah Mayjen Soeharto.D.N Aidit yang diduga sebagai otak dari pemberontakan G30S tersebut dieksekusi mati di Boyolali oleh pasukan TNI AD.

Sebelumnya, dia sempat melarikan diri ke Yogyakarta setelah kudeta tersebut gagal. Namun dalam aksi kaburnya, Aidit ditangkap oleh pasukan Brigade Infantri IV Kostrad di kampung dekat Stasiun Solo Balapan.



Kabar yang beredar, tokoh PKI itu ditembak mati di dekat sumur tua menggunakan senjata AK-47 di tengah kebun pisang.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xOS8xLzEyMDU2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sosok Dipa Nusantara (DN) Aidit  Ketua Central Comitte Partai Komunis Indonesia (CC-PKI) yang dihukum mati di era Soeharto menarik untuk diulas.
DN Aidit adalah salah satu dalang dari tragedi pembantaian para jenderal dalam  peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30SPKI.

BACA JUGA:
Mengenal 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur Dalam Peristiwa G30SPKI

Pria kelahiran Belitung pada 30 Juli 1923 memiliki nama lahir Achmad Aidit, ia dipanggil &quot;Amat&quot; oleh teman-temannya dan mendapatkan pendidikan Belanda saat kecil.
Ayahnya bernama Abdullah Aidit, merupakan pendiri &quot;Nurus Islam&quot; yaitu perkumpulan keagamaan yang berorientasi pada Muhammadiyah. Selain itu ayah D.N Aidit juga aktif dalam perjuangan melawan Belanda.
Saat beranjak dewasa ia memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit, hal tersebut pun disetujui oleh ayahnya.
Saat dewasa ia pergi ke Jakarta untuk sekolah dagang serta mendirikan perpustakaan. Dimulai saat ia mempelajari teori politik Marxis dari Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda (PKI), sejak saat itu ia berkenalan dengan tokoh-tokoh yang akan memainkan peran politik di Indonesia.
Awalnya D.N Aidit dipercaya untuk menjadi Sekjen PKI oleh Bung Karno karena ia memahami Marhaenisme. Kemudian dibawah pimpinannya PKI memiliki 3 juta anggota pada tahun 1960 an, menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah RRC dan Uni Soviet.

BACA JUGA:
3 Tokoh Utama di Balik Peristiwa G30SPKI yang Dieksekusi Mati

Namun, pencapaian tersebut disalahgunakan oleh PKI untuk mempengaruhi Soekarno dalam kebijakannya. PKI meminta untuk menutup Partai Masyumi, serta menuduh para jenderal TNI AD melakukan kudeta dan mendirikan organisasi Dewan Jenderal.
Hingga akhirnya peristiwa bersejarah sampai saat ini yaitu pada 30 September 1965 menyebabkan tewasnya sejumlah perwira TNI AD dan polisi, kemudian mayatnya dibuang ke sumur Lubang Buaya.
Radio Republik Indonesia (RRI) direbut oleh PKI untuk menyebarkan propaganda, namun akhirnya pemberontakan berhasil diredam saat dibawah perintah Mayjen Soeharto.D.N Aidit yang diduga sebagai otak dari pemberontakan G30S tersebut dieksekusi mati di Boyolali oleh pasukan TNI AD.

Sebelumnya, dia sempat melarikan diri ke Yogyakarta setelah kudeta tersebut gagal. Namun dalam aksi kaburnya, Aidit ditangkap oleh pasukan Brigade Infantri IV Kostrad di kampung dekat Stasiun Solo Balapan.



Kabar yang beredar, tokoh PKI itu ditembak mati di dekat sumur tua menggunakan senjata AK-47 di tengah kebun pisang.

</content:encoded></item></channel></rss>
