<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan Meluas, 21 Kabupaten/Kota di Jabar Krisis Air Bersih</title><description>Kekeringan Meluas, 21 Kabupaten/Kota di Jabar Krisis Air Bersih
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih"/><item><title>Kekeringan Meluas, 21 Kabupaten/Kota di Jabar Krisis Air Bersih</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih-LmJCSU5Hf1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kekeringan melanda 21 kabupaten/kota di Jabar. (Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/525/2890079/kekeringan-meluas-21-kabupaten-kota-di-jabar-krisis-air-bersih-LmJCSU5Hf1.jpg</image><title>Kekeringan melanda 21 kabupaten/kota di Jabar. (Dok MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTE5OC81L3g4b2JuNnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDUNG - Fenomena El Nino makin terasa dampaknya di Jawa Barat. Imbasnya daerah yang terdampak kekeringan terus bertambah, dari 18 kini menjadi 21 kabupaten/kota.

Data kekeringan di kabupaten/kota itu dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar hingga 24 September 2024. Dari 21 kabupaten/kota, krisis air bersih tersebar di 155 kecamatan dan 393 desa.

&quot;Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyaluran bersih itu tetap kita lakukan dengan menggunakan tanki-tanki air. Kita juga telah melibatkan semua stakeholder terkait (untuk ikut memberikan bantuan),&quot; ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Selasa (26/9/2023).

Menurut Hadi, BPBD sudah mendistribusikan 7.379.980 liter air kepada masyarakat terdampak. Mengingat belum ada tanda-tanda perubahan cuaca, distribusi air pun terus dilakukan BPBD.

Selain itu, pihaknya akan terus melakukan penanganan kekeringan dari musim kemarau saat ini. Paling utama yang bakal dilakukan yaitu terus menyediakan air bersih untuk wilayah terdampak.

&quot;Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,&quot; kata Hadi.







BACA JUGA:
 Kemarau Panjang, 17 Kelurahan di Jakbar dan Jakut Bakal Krisis Air Bersih&amp;nbsp; &amp;nbsp;









Hadi mengungkapkan, daerah yang paling terdampak saat ini adalah Kabupaten Bogor. Kekeringan ini dirasakan di 155 desa.

Selain Kabupaten Bogor, lanjut Hadi, ada juga beberapa wilayah lain yang terdampak kekeringan, seperti Bekasi, Garut, dan Cianjur.





BACA JUGA:
Panas Ekstrem, Petani di Jakut Gagal Panen Akibat Kekeringan







&quot;Di Kabupaten Bekasi juga ada 25 desa, Kabupaten Cianjur dan Garut 23 desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, wilayah kesulitan air bersih di Jabar ada 18. Jumlah ini meningkat dari 16 kabupaten dan kota saja.



&quot;Ada 18 kabupaten dan kota (terdampak kekeringan), paling terdampak ada di Kabupaten Indramayu, Bekasi, dan Sukabumi,&quot; ujar Bey di Gedung Sate, Senin (18/9/2023).







BACA JUGA:
Jambi Diguyur Hujan Deras di Tengah Karhutla dan Kekeringan










Bey mengatakan, Pemprov Jabar tengah melakukan penanganan dengan memberikan bantuan air bersih di 18 kabupaten dan kota yang terdampak. Bantuan itu dipastikan sebagaian sudah disalurkan sejak beberapa hari kemarin.



&quot;BPBD sudah menyalurkan 5,7 juta liter air (bersih) sampai saat ini ke berbagai kabupaten/kota. Jadi untuk kekurangan air dan sebagainya sudah dilakukan oleh BPBD,&quot; katanya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTE5OC81L3g4b2JuNnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BANDUNG - Fenomena El Nino makin terasa dampaknya di Jawa Barat. Imbasnya daerah yang terdampak kekeringan terus bertambah, dari 18 kini menjadi 21 kabupaten/kota.

Data kekeringan di kabupaten/kota itu dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar hingga 24 September 2024. Dari 21 kabupaten/kota, krisis air bersih tersebar di 155 kecamatan dan 393 desa.

&quot;Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyaluran bersih itu tetap kita lakukan dengan menggunakan tanki-tanki air. Kita juga telah melibatkan semua stakeholder terkait (untuk ikut memberikan bantuan),&quot; ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Selasa (26/9/2023).

Menurut Hadi, BPBD sudah mendistribusikan 7.379.980 liter air kepada masyarakat terdampak. Mengingat belum ada tanda-tanda perubahan cuaca, distribusi air pun terus dilakukan BPBD.

Selain itu, pihaknya akan terus melakukan penanganan kekeringan dari musim kemarau saat ini. Paling utama yang bakal dilakukan yaitu terus menyediakan air bersih untuk wilayah terdampak.

&quot;Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,&quot; kata Hadi.







BACA JUGA:
 Kemarau Panjang, 17 Kelurahan di Jakbar dan Jakut Bakal Krisis Air Bersih&amp;nbsp; &amp;nbsp;









Hadi mengungkapkan, daerah yang paling terdampak saat ini adalah Kabupaten Bogor. Kekeringan ini dirasakan di 155 desa.

Selain Kabupaten Bogor, lanjut Hadi, ada juga beberapa wilayah lain yang terdampak kekeringan, seperti Bekasi, Garut, dan Cianjur.





BACA JUGA:
Panas Ekstrem, Petani di Jakut Gagal Panen Akibat Kekeringan







&quot;Di Kabupaten Bekasi juga ada 25 desa, Kabupaten Cianjur dan Garut 23 desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, wilayah kesulitan air bersih di Jabar ada 18. Jumlah ini meningkat dari 16 kabupaten dan kota saja.



&quot;Ada 18 kabupaten dan kota (terdampak kekeringan), paling terdampak ada di Kabupaten Indramayu, Bekasi, dan Sukabumi,&quot; ujar Bey di Gedung Sate, Senin (18/9/2023).







BACA JUGA:
Jambi Diguyur Hujan Deras di Tengah Karhutla dan Kekeringan










Bey mengatakan, Pemprov Jabar tengah melakukan penanganan dengan memberikan bantuan air bersih di 18 kabupaten dan kota yang terdampak. Bantuan itu dipastikan sebagaian sudah disalurkan sejak beberapa hari kemarin.



&quot;BPBD sudah menyalurkan 5,7 juta liter air (bersih) sampai saat ini ke berbagai kabupaten/kota. Jadi untuk kekurangan air dan sebagainya sudah dilakukan oleh BPBD,&quot; katanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
