<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Serangan Drone Rusia Hantam Pelabuhan Odesa, Dampak Dirasakan Rumania</title><description>Setidaknya dua orang tewas dalam serangan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania"/><item><title>Update Serangan Drone Rusia Hantam Pelabuhan Odesa, Dampak Dirasakan Rumania</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania</guid><pubDate>Rabu 27 September 2023 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Serli Utari Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania-5HWFZQ8ehO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Handout Dinas Darurat Ukraina via Reuters. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/27/18/2890747/update-serangan-drone-rusia-hantam-pelabuhan-odesa-dampak-dirasakan-rumania-5HWFZQ8ehO.jpg</image><title>Foto: Handout Dinas Darurat Ukraina via Reuters. </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xMC8xNzA4NjUvNS94OG82Y3Nw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV &amp;ndash; Serangan drone Rusia menghantam wilayah pelabuhan Odesa, Ukraina di Laut Hitam, merusak sebuah gudang, menghanguskan puluhan truk dan melukai dia orang. Serangan itu menyebabkan penangguhan layanan feri antara Rumania dan Ukraina, kata pejabat pada Selasa, (26/9/2023).

BACA JUGA:
Drone Rusia Serang Pelabuhan Odesa Selama 3,5 Jam, Sebelum Bahas Kesepakatan Penting Biji-bijian dengan Presiden Turki

Video yang diambil dari sisi Sungai Danube di Rumania menunjukkan senjata pertahanan udara Ukraina merespon serangan pada malam hari tersebut, diikuti oleh dua bola api oranye yang meledak di dekat area pelabuhan. Foto-foto menunjukkan rangka truk yang terbakar habis.
Polisi Perbatasan Rumania mengatakan feri-feri terpaksa berlabuh di pantai Danube Rumania di Isaccea karena serangan terhadap Ukraina. Lalu lintas dialihkan melalui Galati, sebuah kota di Rumania di hulu sungai Danube
Pasukan Rusia menargetkan wilayah Izmail di wilayah Odessa, yang merupakan kampanye berkelanjutan untuk menargetkan kemampuan Ukraina dalam mengekspor gandum. Serangan pada pada Senin menewaskan dua orang di gudang gandum di Odesa dan merusak parah sebuah hotel bertingkat tinggi yang ditinggalkan, kata para pejabat sebagaimana dilansir Associated Press.

BACA JUGA:
Serangan Rusia Hantam Infrastruktur Pelabuhan Odesa, Ukraina Berhasil Tembak Jatuh 19 Drone dan 11 Rudal

Setelah Moskow menarik diri dari kesepakatan gandum yang ditengahi PBB pada musim panas ini, serangan terhadap Izmail dan kota-kota yang terletak di bagian selatan wilayah Odessa menjadi rutin. Serangan terhadap kota-kota di sungai Danube sangat merugikan karena rute tersebut dianggap sebagai rute yang paling menjanjikan bagi kelanjutan ekspor Ukraina.

Setidaknya sembilan warga sipil tewas di Ukraina dan 15 orang terluka dalam 24 jam terakhir, kata kantor kepresidenan, ketika serangan Rusia menghantam beberapa kota di dekat garis depan, di mana Ukraina melancarkan serangan balasannya.
Meskipun tidak ada pihak yang merilis jumlah korban jiwa, serangan balasan tersebut diyakini telah menimbulkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak dan telah menghancurkan kota-kota dan desa-desa tempat pertempuran berkobar.
Rekaman video baru dari udara di Klishchiivka, di pinggiran Bakhmut, yang diambil dengan drone untuk The Associated Press menunjukkan bagaimana pertempuran tersebut telah mengubah desa di Ukraina timur menjadi tumpukan puing setelah pertempuran sengit selama berbulan-bulan.

BACA JUGA:
Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Terkoordinasi Terhadap Krimea

Ukraina berhasil merebut kembali desa tersebut pada 17 September 2023, setelah pertempuran selama berbulan-bulan dan dua hari setelah mereka juga merebut kembali desa Andriivka, menurut militer Ukraina.
Kedua kota tersebut adalah kota kecil, namun mereka menganggap kota itu penting secara taktis bagi pasukan Ukraina saat mereka memperluas wilayahnya di sekitar Bakhmut, dengan jarak 6 mil (sekira 9,5 km) ke utara.
Letak ketinggian desa tersebut membuat pasukan Ukraina bisa melihat jalur logistik Rusia dengan lebih baik, bahkan membuka peluang untuk mengepung kota tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xMC8xNzA4NjUvNS94OG82Y3Nw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV &amp;ndash; Serangan drone Rusia menghantam wilayah pelabuhan Odesa, Ukraina di Laut Hitam, merusak sebuah gudang, menghanguskan puluhan truk dan melukai dia orang. Serangan itu menyebabkan penangguhan layanan feri antara Rumania dan Ukraina, kata pejabat pada Selasa, (26/9/2023).

BACA JUGA:
Drone Rusia Serang Pelabuhan Odesa Selama 3,5 Jam, Sebelum Bahas Kesepakatan Penting Biji-bijian dengan Presiden Turki

Video yang diambil dari sisi Sungai Danube di Rumania menunjukkan senjata pertahanan udara Ukraina merespon serangan pada malam hari tersebut, diikuti oleh dua bola api oranye yang meledak di dekat area pelabuhan. Foto-foto menunjukkan rangka truk yang terbakar habis.
Polisi Perbatasan Rumania mengatakan feri-feri terpaksa berlabuh di pantai Danube Rumania di Isaccea karena serangan terhadap Ukraina. Lalu lintas dialihkan melalui Galati, sebuah kota di Rumania di hulu sungai Danube
Pasukan Rusia menargetkan wilayah Izmail di wilayah Odessa, yang merupakan kampanye berkelanjutan untuk menargetkan kemampuan Ukraina dalam mengekspor gandum. Serangan pada pada Senin menewaskan dua orang di gudang gandum di Odesa dan merusak parah sebuah hotel bertingkat tinggi yang ditinggalkan, kata para pejabat sebagaimana dilansir Associated Press.

BACA JUGA:
Serangan Rusia Hantam Infrastruktur Pelabuhan Odesa, Ukraina Berhasil Tembak Jatuh 19 Drone dan 11 Rudal

Setelah Moskow menarik diri dari kesepakatan gandum yang ditengahi PBB pada musim panas ini, serangan terhadap Izmail dan kota-kota yang terletak di bagian selatan wilayah Odessa menjadi rutin. Serangan terhadap kota-kota di sungai Danube sangat merugikan karena rute tersebut dianggap sebagai rute yang paling menjanjikan bagi kelanjutan ekspor Ukraina.

Setidaknya sembilan warga sipil tewas di Ukraina dan 15 orang terluka dalam 24 jam terakhir, kata kantor kepresidenan, ketika serangan Rusia menghantam beberapa kota di dekat garis depan, di mana Ukraina melancarkan serangan balasannya.
Meskipun tidak ada pihak yang merilis jumlah korban jiwa, serangan balasan tersebut diyakini telah menimbulkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak dan telah menghancurkan kota-kota dan desa-desa tempat pertempuran berkobar.
Rekaman video baru dari udara di Klishchiivka, di pinggiran Bakhmut, yang diambil dengan drone untuk The Associated Press menunjukkan bagaimana pertempuran tersebut telah mengubah desa di Ukraina timur menjadi tumpukan puing setelah pertempuran sengit selama berbulan-bulan.

BACA JUGA:
Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Terkoordinasi Terhadap Krimea

Ukraina berhasil merebut kembali desa tersebut pada 17 September 2023, setelah pertempuran selama berbulan-bulan dan dua hari setelah mereka juga merebut kembali desa Andriivka, menurut militer Ukraina.
Kedua kota tersebut adalah kota kecil, namun mereka menganggap kota itu penting secara taktis bagi pasukan Ukraina saat mereka memperluas wilayahnya di sekitar Bakhmut, dengan jarak 6 mil (sekira 9,5 km) ke utara.
Letak ketinggian desa tersebut membuat pasukan Ukraina bisa melihat jalur logistik Rusia dengan lebih baik, bahkan membuka peluang untuk mengepung kota tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
