<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Sarwo Edhie Disodorkan Naskah Tritura : Kalau Mahasiswa Yakin, Jalan Terus</title><description>Kala Sarwo Edhie Disodorkan Naskah Tritura : Kalau Mahasiswa Yakin, Jalan Terus
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/27/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus"/><item><title>Kala Sarwo Edhie Disodorkan Naskah Tritura : Kalau Mahasiswa Yakin, Jalan Terus</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/27/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus</guid><pubDate>Rabu 27 September 2023 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus-6I6Z0J3voF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarwo Edhie Wibowo. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/337/2890223/kala-sarwo-edhie-disodorkan-naskah-tritura-kalau-mahasiswa-yakin-jalan-terus-6I6Z0J3voF.jpg</image><title>Sarwo Edhie Wibowo. (Ist)</title></images><description>


PADA awal tahun 1966 pasca peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI Angkatan Darat atau G30SPKI, ada kisah menarik yang melibatkan Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan mahasiswa.

Sarwo yang pada waktu itu menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) berkesempatan untuk pidato di depan ribuan mahasiswa yang bersiap untuk berdemo.

Mengutip buku seri Tempo berjudul &quot;Sarwo Edhie dan Misteri 1965&quot;, Pidato itu dilakukan di halaman Fakultas Kedokteran UI. Ketika itu Sarwo mengenakan seragam militer yang necis dan rapi.

Pada awal pidato tersebut, Sarwo mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan dan juga mengeluarkan candaan seperti berterima kasih kepada PKI yang secara tidak langsung telah membuat mahasiswa bersatu kembali karena huru-hara G30SPKI.

Sarwo dalam pidatonya itu menceritakan pengalamannya ketika memburu PKI di Jawa dan Bali. Lalu di akhir pidato, Sarwo menanyakan sebuah pertanyaan kepada ribuan mahasiswa.







BACA JUGA:
Kisah Sarwo Edhie Wibowo Tumpas Perwira Pro PKI










&quot;Apakah masih ada yang belum diamankan (terkait peristiwa G30SPKI)?&quot; tanya Sarwo.

&quot;Aidit, Pak!&quot; jawab ribuan mahasiswa.





BACA JUGA:
Pangkatnya Diturunkan Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo Sempat Ingin Berhenti dari Tentara









&quot;Lho, kok, di mana-mana masih banyak orang kangen sama Aidit, ya?&quot; timpal Sarwo

Hal tersebut sontak mendapatkan gelak tawa dari ribuan mahasiswa. Selanjutnya, Sarwo menekankan kepada mahasiswa untuk tidak risau perihal masalah Aidit. Menurutnya, hal itu akan segera dituntaskan oleh RPKAD.


Di akhir pertemuan, mahasiswa menyodorkan naskah Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) kepada Sarwo Edhie. Isi Tritura adalah bubarkan PKI, susun kembali Kabinet Dwikora, dan turunkan harga sandang-pangan.







BACA JUGA:
Cerita Penangkapan DN Aidit, Apa Perannya dalam G30S PKI?









&quot;Kalau mahasiswa merasa yakin, saya anjurkan jalan terus. Tritura adalah hati nurani rakyat,&quot; ujar Sarwo, seperti dikutip dalam buku seri Tempo tersebut.





Setelah pidato dan pertemuan selesai, ribuan mahasiswa tersebut bergerak menuju Sekretariat Negara untuk berunjuk rasa. Di sana, naskah Tritura dibacakan di depan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh. Mahasiswa juga menyatakan mogok kuliah sampai ketiga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

</description><content:encoded>


PADA awal tahun 1966 pasca peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI Angkatan Darat atau G30SPKI, ada kisah menarik yang melibatkan Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan mahasiswa.

Sarwo yang pada waktu itu menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) berkesempatan untuk pidato di depan ribuan mahasiswa yang bersiap untuk berdemo.

Mengutip buku seri Tempo berjudul &quot;Sarwo Edhie dan Misteri 1965&quot;, Pidato itu dilakukan di halaman Fakultas Kedokteran UI. Ketika itu Sarwo mengenakan seragam militer yang necis dan rapi.

Pada awal pidato tersebut, Sarwo mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan dan juga mengeluarkan candaan seperti berterima kasih kepada PKI yang secara tidak langsung telah membuat mahasiswa bersatu kembali karena huru-hara G30SPKI.

Sarwo dalam pidatonya itu menceritakan pengalamannya ketika memburu PKI di Jawa dan Bali. Lalu di akhir pidato, Sarwo menanyakan sebuah pertanyaan kepada ribuan mahasiswa.







BACA JUGA:
Kisah Sarwo Edhie Wibowo Tumpas Perwira Pro PKI










&quot;Apakah masih ada yang belum diamankan (terkait peristiwa G30SPKI)?&quot; tanya Sarwo.

&quot;Aidit, Pak!&quot; jawab ribuan mahasiswa.





BACA JUGA:
Pangkatnya Diturunkan Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo Sempat Ingin Berhenti dari Tentara









&quot;Lho, kok, di mana-mana masih banyak orang kangen sama Aidit, ya?&quot; timpal Sarwo

Hal tersebut sontak mendapatkan gelak tawa dari ribuan mahasiswa. Selanjutnya, Sarwo menekankan kepada mahasiswa untuk tidak risau perihal masalah Aidit. Menurutnya, hal itu akan segera dituntaskan oleh RPKAD.


Di akhir pertemuan, mahasiswa menyodorkan naskah Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) kepada Sarwo Edhie. Isi Tritura adalah bubarkan PKI, susun kembali Kabinet Dwikora, dan turunkan harga sandang-pangan.







BACA JUGA:
Cerita Penangkapan DN Aidit, Apa Perannya dalam G30S PKI?









&quot;Kalau mahasiswa merasa yakin, saya anjurkan jalan terus. Tritura adalah hati nurani rakyat,&quot; ujar Sarwo, seperti dikutip dalam buku seri Tempo tersebut.





Setelah pidato dan pertemuan selesai, ribuan mahasiswa tersebut bergerak menuju Sekretariat Negara untuk berunjuk rasa. Di sana, naskah Tritura dibacakan di depan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh. Mahasiswa juga menyatakan mogok kuliah sampai ketiga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

</content:encoded></item></channel></rss>
