<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dicari Polisi, Ini Tampang Anggota Ormas Gibas yang Palak Kios Fotokopi di Bekasi</title><description>Pelaku disebutnya datang dua kali dalam satu pekan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi"/><item><title>Dicari Polisi, Ini Tampang Anggota Ormas Gibas yang Palak Kios Fotokopi di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi</guid><pubDate>Rabu 27 September 2023 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi-aPEyi1NNyX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oknum Ormas Palak Kios Fotokopi/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/27/338/2890607/dicari-polisi-ini-tampang-anggota-ormas-gibas-yang-palak-kios-fotokopi-di-bekasi-aPEyi1NNyX.jpg</image><title>Oknum Ormas Palak Kios Fotokopi/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS8xLzE3MDk0OS81L3g4bzdwNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI-  Polisi mencari oknum anggota diduga dari Gibas yang mendatangi Toko Fotokopi untuk meminta uang alias melakukan pungutan liar (pungli) di Jalan Lele Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
&amp;ldquo;Benar bahwa penjaga fotokopi ini pada malam Minggu 23 September telah didatangi oleh salah satu anggota ormas kemudian meminta sejumlah uang kepada penjaga toko,&amp;rdquo; kata Katim Satu Presisi Polres Metro Bekasi Kota, Ipda Rudi Chandra, Rabu (27/9/2023).

BACA JUGA:
Korban Tewas Bentrok GMBI vs Gibas Ternyata Anggota Pemuda Pancasila, Sempat Pamit ke Istri

Rudi juga mengatakan bahwa korban menerima ancaman verbal dari pelaku. Selanjutnya, pihak kepolisian akan mencari keberadaan pelaku untuk dilakukan teguran.
&amp;ldquo;Langkah ke depan kita coba cari pelaku, bilamana bertemu kita berikan teguran agar tidak melakukan pungutan lagi,&amp;rdquo; tutupnya.
Dalam tayangan CCTV yang beredar, memperlihatkan diduga anggota ormas yang tengah berbicara alot dengan penjaga toko. Saat itu toko itu hanya dijaga oleh pegawai bernama Arif (18).

BACA JUGA:
Kesaksian Warga soal Peluru Nyasar saat Bentrok Berdarah GMBI dan Gibas di Bekasi

Arif mengatakan, pelaku mengaku dari anggota Gibas dan sering mendatangi tokonya untuk meminta uang sebesar Rp2 ribu.
Pelaku disebutnya datang dua kali dalam satu pekan. Dalam tayangan CCTV, terlihat pelaku mengenakan atribut berupa topi Gibas.
&amp;ldquo;Semua toko (didatangi), dia enggak matokin nominalnya, biasanya kita ngasih Rp2 ribu,&amp;rdquo; kata Arif kepada wartawan.Pada tayangan CCTV yang beredar, Arif mengaku enggan memberikan uang. Namun sesaat ia menolak memberikan, Arif dan tokonya justru mendapatkan ancaman.

&amp;ldquo;Dia datang ngomong macam-macam saya bilang toko lagi sepi, dia enggak terima, malam kemarin Kamis aja enggak bayar terus saya diam, terus dia mengancam,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;(ancaman) Entar ya gue tandaiin toko ini kata dia,&amp;rdquo; tambah Arif







Setelah video ini tersebar, polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian. Polisi pun membenarkan adanya dugaan pungli yang terjadi.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS8xLzE3MDk0OS81L3g4bzdwNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI-  Polisi mencari oknum anggota diduga dari Gibas yang mendatangi Toko Fotokopi untuk meminta uang alias melakukan pungutan liar (pungli) di Jalan Lele Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
&amp;ldquo;Benar bahwa penjaga fotokopi ini pada malam Minggu 23 September telah didatangi oleh salah satu anggota ormas kemudian meminta sejumlah uang kepada penjaga toko,&amp;rdquo; kata Katim Satu Presisi Polres Metro Bekasi Kota, Ipda Rudi Chandra, Rabu (27/9/2023).

BACA JUGA:
Korban Tewas Bentrok GMBI vs Gibas Ternyata Anggota Pemuda Pancasila, Sempat Pamit ke Istri

Rudi juga mengatakan bahwa korban menerima ancaman verbal dari pelaku. Selanjutnya, pihak kepolisian akan mencari keberadaan pelaku untuk dilakukan teguran.
&amp;ldquo;Langkah ke depan kita coba cari pelaku, bilamana bertemu kita berikan teguran agar tidak melakukan pungutan lagi,&amp;rdquo; tutupnya.
Dalam tayangan CCTV yang beredar, memperlihatkan diduga anggota ormas yang tengah berbicara alot dengan penjaga toko. Saat itu toko itu hanya dijaga oleh pegawai bernama Arif (18).

BACA JUGA:
Kesaksian Warga soal Peluru Nyasar saat Bentrok Berdarah GMBI dan Gibas di Bekasi

Arif mengatakan, pelaku mengaku dari anggota Gibas dan sering mendatangi tokonya untuk meminta uang sebesar Rp2 ribu.
Pelaku disebutnya datang dua kali dalam satu pekan. Dalam tayangan CCTV, terlihat pelaku mengenakan atribut berupa topi Gibas.
&amp;ldquo;Semua toko (didatangi), dia enggak matokin nominalnya, biasanya kita ngasih Rp2 ribu,&amp;rdquo; kata Arif kepada wartawan.Pada tayangan CCTV yang beredar, Arif mengaku enggan memberikan uang. Namun sesaat ia menolak memberikan, Arif dan tokonya justru mendapatkan ancaman.

&amp;ldquo;Dia datang ngomong macam-macam saya bilang toko lagi sepi, dia enggak terima, malam kemarin Kamis aja enggak bayar terus saya diam, terus dia mengancam,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;(ancaman) Entar ya gue tandaiin toko ini kata dia,&amp;rdquo; tambah Arif







Setelah video ini tersebar, polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian. Polisi pun membenarkan adanya dugaan pungli yang terjadi.

</content:encoded></item></channel></rss>
