<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Siap Fasilitasi Penyandang Disabilitas Bekerja</title><description>Ganjar Siap Fasilitasi Penyandang Disabilitas Bekerja
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja"/><item><title>Ganjar Siap Fasilitasi Penyandang Disabilitas Bekerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja</guid><pubDate>Kamis 28 September 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja-rhfDQifF4g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo siap fasilitasi penyandang disabilitas bekerja. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/28/337/2891291/ganjar-siap-fasilitasi-penyandang-disabilitas-bekerja-rhfDQifF4g.jpg</image><title>Ganjar Pranowo siap fasilitasi penyandang disabilitas bekerja. (Ist)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0OC81L3g4b2FyZTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo, menegaskan siap memperjuangkan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu lantaran banyak penyandang disabilitas yang kesulitan mendapat pekerjaan selama ini.

Ganjar menyampaikan hal itu saat mengunjungi Badan Usaha Unit Mandiri (BUMI) Pospera yang dikelola puluhan penyandang disabilitas tunarungu, Kamis (28/9). Dalam kesempatan itu, Ganjar mendapat banyak curhatan para penyandang disabilitas yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

&quot;Pemerintah harus mengambil tindakan afirmatif. Misalnya dalam ketenagakerjaan. Pemerintah mesti mewajibkan perusahaan memberikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka bisa bekerja,&quot; kata Ganjar dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (28/9/2023).

Tindakan afirmatif itu, kata Ganjar, bisa berupa aturan yang bersifat memaksa. Dengan cara itu, tidak boleh lagi perusahaan menolak kelompok disabilitas untuk bekerja karena memang ada kuota yang harus dipenuhi.







BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Didukung Banyak Relawan, TGB: Tunjukkan Semangat yang Autentik&amp;nbsp; &amp;nbsp;









&quot;Hari ini sudah saya buktikan sendiri, bahwa teman-teman penyandang disabilitas itu punya etos kerja yang tinggi. Mereka bisa bekerja dengan baik dan hasilnya setara dengan pekerjaan orang normal lainnya,&quot; tuturnya.

Bahkan tak jarang, penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang lebih dibanding orang normal. Banyak di antara mereka yang menjadi desainer hebat, fotografer hebat, akademisi dan lainnya.




BACA JUGA:
Struktur TPN Ganjar Pranowo Diisi Figur-Figur dari Sabang Sampai Merauke&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&quot;Maka tidak boleh lagi ada stigma negatif pada mereka. Negara harus ikut andil untuk memberikan tindakan afirmatif dan terus mengedukasi masyarakat terkait hal ini,&quot; ucapnya.

Meskipun, lanjut Ganjar, penyiapan SDM bagi penyandang disabilitas juga sangat penting. Sekolah harus diarahkan untuk inklusi agar para penyandang disabilitas mendapatkan hak pendidikan yang sama, agar mereka bisa hidup mandiri ke depannya.



&quot;Pelatihan dan pendampingan juga penting dilakukan agar mereka tidak hanya bertujuan untuk bekerja, tapi juga menjadi pengusaha. Kalau semua itu dilakukan, maka penyandang disabilitas ke depan akan mendapatkan kesetaraan dan lebih mandiri,&quot; tuturnya.





BACA JUGA:
Maulid Nabi, Ganjar : Rasulullah Adalah Nikmat Terbesar bagi Alam Semesta











Merespons Ganjar, penyandang disabilitas di BUMI Pospera itu mengapresiasi. Mereka yakin, Ganjar mampu mewujudkan itu ketika kelak menjadi presiden.



&quot;Makanya kami senang sekali bisa bertemu pak Ganjar hari ini. Kami mengenal Pak Ganjar sejak lama dan kami tahu pak Ganjar sangat peduli pada kelompok disabilitas. Kami berharap pak Ganjar bisa jadi presiden dan bisa memperluas akses disabilitas agar bisa mandiri,&quot; kata Reza Fahmi (40), salah satu penyandang disabilitas di tempat itu.

</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0OC81L3g4b2FyZTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo, menegaskan siap memperjuangkan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu lantaran banyak penyandang disabilitas yang kesulitan mendapat pekerjaan selama ini.

Ganjar menyampaikan hal itu saat mengunjungi Badan Usaha Unit Mandiri (BUMI) Pospera yang dikelola puluhan penyandang disabilitas tunarungu, Kamis (28/9). Dalam kesempatan itu, Ganjar mendapat banyak curhatan para penyandang disabilitas yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

&quot;Pemerintah harus mengambil tindakan afirmatif. Misalnya dalam ketenagakerjaan. Pemerintah mesti mewajibkan perusahaan memberikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka bisa bekerja,&quot; kata Ganjar dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (28/9/2023).

Tindakan afirmatif itu, kata Ganjar, bisa berupa aturan yang bersifat memaksa. Dengan cara itu, tidak boleh lagi perusahaan menolak kelompok disabilitas untuk bekerja karena memang ada kuota yang harus dipenuhi.







BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Didukung Banyak Relawan, TGB: Tunjukkan Semangat yang Autentik&amp;nbsp; &amp;nbsp;









&quot;Hari ini sudah saya buktikan sendiri, bahwa teman-teman penyandang disabilitas itu punya etos kerja yang tinggi. Mereka bisa bekerja dengan baik dan hasilnya setara dengan pekerjaan orang normal lainnya,&quot; tuturnya.

Bahkan tak jarang, penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang lebih dibanding orang normal. Banyak di antara mereka yang menjadi desainer hebat, fotografer hebat, akademisi dan lainnya.




BACA JUGA:
Struktur TPN Ganjar Pranowo Diisi Figur-Figur dari Sabang Sampai Merauke&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&quot;Maka tidak boleh lagi ada stigma negatif pada mereka. Negara harus ikut andil untuk memberikan tindakan afirmatif dan terus mengedukasi masyarakat terkait hal ini,&quot; ucapnya.

Meskipun, lanjut Ganjar, penyiapan SDM bagi penyandang disabilitas juga sangat penting. Sekolah harus diarahkan untuk inklusi agar para penyandang disabilitas mendapatkan hak pendidikan yang sama, agar mereka bisa hidup mandiri ke depannya.



&quot;Pelatihan dan pendampingan juga penting dilakukan agar mereka tidak hanya bertujuan untuk bekerja, tapi juga menjadi pengusaha. Kalau semua itu dilakukan, maka penyandang disabilitas ke depan akan mendapatkan kesetaraan dan lebih mandiri,&quot; tuturnya.





BACA JUGA:
Maulid Nabi, Ganjar : Rasulullah Adalah Nikmat Terbesar bagi Alam Semesta











Merespons Ganjar, penyandang disabilitas di BUMI Pospera itu mengapresiasi. Mereka yakin, Ganjar mampu mewujudkan itu ketika kelak menjadi presiden.



&quot;Makanya kami senang sekali bisa bertemu pak Ganjar hari ini. Kami mengenal Pak Ganjar sejak lama dan kami tahu pak Ganjar sangat peduli pada kelompok disabilitas. Kami berharap pak Ganjar bisa jadi presiden dan bisa memperluas akses disabilitas agar bisa mandiri,&quot; kata Reza Fahmi (40), salah satu penyandang disabilitas di tempat itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
