<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Sebut AS Sebagai Kerajaan Kebohongan Sebenarnya</title><description>China mengecam laporan Departemen Luar Negeri AS terkait manipulasi informasi oleh Beijing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya"/><item><title>China Sebut AS Sebagai Kerajaan Kebohongan Sebenarnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2023 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya-USLqiA6xsF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/01/18/2892760/china-sebut-as-sebagai-kerajaan-kebohongan-sebenarnya-USLqiA6xsF.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; China menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai &amp;ldquo;kerajaaan kebohongan yang sebenarnya&amp;rdquo; dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negeri Tiongkok pada Sabtu, (30/9/2023). Pernyataan itu dikeluarkan sebagai kecaman atas laporan Departemen Luar Negeri AS yang menuduh Beijing menghabiskan miliaran dolar setiap tahunnya untuk upaya manipulasi informasi.

BACA JUGA:
China Minta Apple Hapus Instagram Cs dari App Store, Masih Sentimen?

China memanipulasi media global melalui sensor, pengumpulan data, dan pembelian rahasia outlet berita asing, kata Departemen Luar Negeri AS dalam laporannya pada Kamis, (28/9/2023).
Meskipun sumber daya yang dicurahkan untuk kampanye ini belum pernah terjadi sebelumnya, Beijing telah mengalami &amp;ldquo;kemunduran besar&amp;rdquo; ketika menargetkan negara-negara demokratis, karena adanya penolakan dari media lokal dan masyarakat sipil, menurut laporan tersebut, yang dibuat di bawah mandat kongres untuk merinci manipulasi informasi negara.

BACA JUGA:
Siap Melawan China, Taiwan Luncurkan Kapal Selam Baru

Laporan tersebut mengabaikan fakta, dan merupakan informasi palsu, kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan.
Badan-badan Departemen Luar Negeri AS yang menghasilkan laporan tersebut &amp;ldquo;adalah sumber informasi palsu dan pos komando &amp;lsquo;perang kognitif&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata kementerian Tiongkok.

&amp;ldquo;Fakta telah berulang kali membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah &amp;lsquo;kerajaan kebohongan&amp;rsquo; yang sebenarnya,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.&amp;nbsp;
Laporan AS muncul di tengah kontroversi mengenai upaya Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan jejak global media yang dikendalikan pemerintah. Beijing berupaya melawan citra negatif Tiongkok yang disebarkan oleh media global.</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; China menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai &amp;ldquo;kerajaaan kebohongan yang sebenarnya&amp;rdquo; dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negeri Tiongkok pada Sabtu, (30/9/2023). Pernyataan itu dikeluarkan sebagai kecaman atas laporan Departemen Luar Negeri AS yang menuduh Beijing menghabiskan miliaran dolar setiap tahunnya untuk upaya manipulasi informasi.

BACA JUGA:
China Minta Apple Hapus Instagram Cs dari App Store, Masih Sentimen?

China memanipulasi media global melalui sensor, pengumpulan data, dan pembelian rahasia outlet berita asing, kata Departemen Luar Negeri AS dalam laporannya pada Kamis, (28/9/2023).
Meskipun sumber daya yang dicurahkan untuk kampanye ini belum pernah terjadi sebelumnya, Beijing telah mengalami &amp;ldquo;kemunduran besar&amp;rdquo; ketika menargetkan negara-negara demokratis, karena adanya penolakan dari media lokal dan masyarakat sipil, menurut laporan tersebut, yang dibuat di bawah mandat kongres untuk merinci manipulasi informasi negara.

BACA JUGA:
Siap Melawan China, Taiwan Luncurkan Kapal Selam Baru

Laporan tersebut mengabaikan fakta, dan merupakan informasi palsu, kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan.
Badan-badan Departemen Luar Negeri AS yang menghasilkan laporan tersebut &amp;ldquo;adalah sumber informasi palsu dan pos komando &amp;lsquo;perang kognitif&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata kementerian Tiongkok.

&amp;ldquo;Fakta telah berulang kali membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah &amp;lsquo;kerajaan kebohongan&amp;rsquo; yang sebenarnya,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.&amp;nbsp;
Laporan AS muncul di tengah kontroversi mengenai upaya Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan jejak global media yang dikendalikan pemerintah. Beijing berupaya melawan citra negatif Tiongkok yang disebarkan oleh media global.</content:encoded></item></channel></rss>
