<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Peristiwa 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila   </title><description>Indonesia memperingati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila"/><item><title> Peristiwa 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2023 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila-DSAPMpTGpT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Monumen Pancasila Sakti (foto: dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/01/337/2892578/peristiwa-1-oktober-hari-kesaktian-pancasila-DSAPMpTGpT.jpeg</image><title>Monumen Pancasila Sakti (foto: dok okezone)</title></images><description>

BANGSA Indonesia memperingati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Sehari sebelumnya, Partai Komunis Indonesia (PKI) gagal melakukan kudeta yang dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S) PKI.

G30S PKI merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, lantaran adanya tragedi percobaan kudeta menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dengan mengubah Indonesia sebagai negara komunis.

Tragedi berdarah ini menelan korban enam perwira tinggi TNI AD dan seorang lainnya berpangkat pamen. Mereka Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani, Mayjen Raden Soeprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

BACA JUGA:
Gelar Karnaval Palu Arit, PKI Jadikan Malang Lumbung Suara untuk Menangkan Pemilu

Presiden Soeharto melalui pemerintahan Orde Baru menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Itu dilakukan guna menghormati gugurnya para pahlawan revolusi tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Lokasi ini diketahui sebagai tempat ditemukannya keenam pahlawan revolusi tersebut.

BACA JUGA:
Ketika PKI dan Masyumi Gelar Pertemuan Akbar di Alun-Alun Malang pada 1955

Pemerintah juga mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September, untuk menggenang peristiwa G30S PKI. Lalu, sang saka merah putih akan kembali berkibar penuh pada 1 Oktober.

Pada 1 Oktober, satuan RPKAD yang saat itu di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo berhasil merebut Gedung RRI Pusat, dan Kantor Pusat Telekomunikasi yang sebelumnya dikuasai para pemberontak PKI.



Sementara itu, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban dipimpin Mayjen Soeharto. Operasi ini kemudian dilanjutkan dengan penangkapan tokoh-tokoh yang diduga kuat terlibat G30S PKI.



Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500 ribu hingga 1 juta anggota, atau pendukung PKI ditumpas untuk melenyapkan gerakan kudeta PKI.</description><content:encoded>

BANGSA Indonesia memperingati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Sehari sebelumnya, Partai Komunis Indonesia (PKI) gagal melakukan kudeta yang dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S) PKI.

G30S PKI merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, lantaran adanya tragedi percobaan kudeta menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dengan mengubah Indonesia sebagai negara komunis.

Tragedi berdarah ini menelan korban enam perwira tinggi TNI AD dan seorang lainnya berpangkat pamen. Mereka Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani, Mayjen Raden Soeprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

BACA JUGA:
Gelar Karnaval Palu Arit, PKI Jadikan Malang Lumbung Suara untuk Menangkan Pemilu

Presiden Soeharto melalui pemerintahan Orde Baru menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Itu dilakukan guna menghormati gugurnya para pahlawan revolusi tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Lokasi ini diketahui sebagai tempat ditemukannya keenam pahlawan revolusi tersebut.

BACA JUGA:
Ketika PKI dan Masyumi Gelar Pertemuan Akbar di Alun-Alun Malang pada 1955

Pemerintah juga mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September, untuk menggenang peristiwa G30S PKI. Lalu, sang saka merah putih akan kembali berkibar penuh pada 1 Oktober.

Pada 1 Oktober, satuan RPKAD yang saat itu di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo berhasil merebut Gedung RRI Pusat, dan Kantor Pusat Telekomunikasi yang sebelumnya dikuasai para pemberontak PKI.



Sementara itu, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban dipimpin Mayjen Soeharto. Operasi ini kemudian dilanjutkan dengan penangkapan tokoh-tokoh yang diduga kuat terlibat G30S PKI.



Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500 ribu hingga 1 juta anggota, atau pendukung PKI ditumpas untuk melenyapkan gerakan kudeta PKI.</content:encoded></item></channel></rss>
