<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suhu Air Capai 39 Derajat Celcius, 100 Lumba-Lumba Mati di Amazon</title><description>Lembaga tersebut mengatakan tingginya jumlah kematian tersebut merupakan hal yang tidak biasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon"/><item><title>Suhu Air Capai 39 Derajat Celcius, 100 Lumba-Lumba Mati di Amazon</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon-unodGsVQ8f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">100 lumba-lumba mati karena suhu air mencapai 30 Celcius (Foto: Mamiraua Institute)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/18/2893492/suhu-air-capai-39-derajat-celcius-100-lumba-lumba-mati-di-amazon-unodGsVQ8f.jpg</image><title>100 lumba-lumba mati karena suhu air mencapai 30 Celcius (Foto: Mamiraua Institute)</title></images><description>BRASIL - Lebih dari seratus lumba-lumba ditemukan mati di Amazon, Brasil di tengah kekeringan bersejarah dan suhu air yang mencapai rekor tertinggi yang di beberapa tempat bahkan melebihi 102 derajat Fahrenheit atau 39 derajat Celcius.
Menurut Institut Mamirau&amp;aacute;, sebuah fasilitas penelitian yang didanai oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan Brasil, lumba-lumba yang mati semuanya ditemukan di Danau Tef&amp;eacute; selama tujuh hari terakhir,

Lembaga tersebut mengatakan tingginya jumlah kematian tersebut merupakan hal yang tidak biasa dan memperkirakan suhu danau yang mencapai rekor tertinggi serta kekeringan bersejarah di Amazon mungkin menjadi penyebabnya.



BACA JUGA:
Fenomena Lumba-Lumba Bunuh Lumba-Lumba Lain untuk Olahraga, Disebut Porpicide

Berita ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran para ilmuwan iklim atas dampak aktivitas manusia dan kekeringan ekstrem terhadap wilayah tersebut.


BACA JUGA:
Diserang Lumba-Lumba saat Berenang, 4 Perenang Luka Patah Tulang Rusuk hingga Gigitan di Tangan

&amp;ldquo;Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kejadian ekstrem ini, namun menurut para ahli kami, hal ini pasti ada hubungannya dengan periode kekeringan dan suhu tinggi di Danau Tef&amp;eacute;, yang di beberapa titik suhunya melebihi 39 derajat Celsius (102 derajat Fahrenheit),&amp;rdquo; ungkap institut tersebut dalam komentar yang disampaikan oleh afiliasi CNN, CNN Brasil.

Sungai Amazon, saluran air terbesar di dunia, saat ini sedang memasuki musim kemarau. Beberapa spesimen fauna sungai juga mengalami suhu yang mencapai rekor tertinggi.CNN Brasil melaporkan para peneliti dan aktivis mencoba menyelamatkan lumba-lumba yang masih hidup dengan memindahkan mereka dari laguna dan kolam di pinggiran sungai ke bagian utama sungai yang airnya lebih dingin.

Namun operasi tersebut tidak mudah karena letaknya yang terpencil.



&amp;ldquo;Memindahkan lumba-lumba sungai ke sungai lain tidaklah aman karena penting untuk memverifikasi apakah ada racun atau virus [sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam liar],&amp;rdquo; terang Andr&amp;eacute; Coelho, peneliti di Institut Mamiraua, kepada CNN Brasil.



Kekeringan di Amazon juga berdampak pada perekonomian.



Ketinggian air di bawah rata-rata telah dilaporkan di 59 kota di Negara Bagian Amazonas, sehingga menghambat aktivitas transportasi dan penangkapan ikan di sungai.



Pihak berwenang memperkirakan akan terjadi kekeringan yang lebih akut dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi ini dapat mengakibatkan kematian lumba-lumba lebih lanjut.

</description><content:encoded>BRASIL - Lebih dari seratus lumba-lumba ditemukan mati di Amazon, Brasil di tengah kekeringan bersejarah dan suhu air yang mencapai rekor tertinggi yang di beberapa tempat bahkan melebihi 102 derajat Fahrenheit atau 39 derajat Celcius.
Menurut Institut Mamirau&amp;aacute;, sebuah fasilitas penelitian yang didanai oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan Brasil, lumba-lumba yang mati semuanya ditemukan di Danau Tef&amp;eacute; selama tujuh hari terakhir,

Lembaga tersebut mengatakan tingginya jumlah kematian tersebut merupakan hal yang tidak biasa dan memperkirakan suhu danau yang mencapai rekor tertinggi serta kekeringan bersejarah di Amazon mungkin menjadi penyebabnya.



BACA JUGA:
Fenomena Lumba-Lumba Bunuh Lumba-Lumba Lain untuk Olahraga, Disebut Porpicide

Berita ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran para ilmuwan iklim atas dampak aktivitas manusia dan kekeringan ekstrem terhadap wilayah tersebut.


BACA JUGA:
Diserang Lumba-Lumba saat Berenang, 4 Perenang Luka Patah Tulang Rusuk hingga Gigitan di Tangan

&amp;ldquo;Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kejadian ekstrem ini, namun menurut para ahli kami, hal ini pasti ada hubungannya dengan periode kekeringan dan suhu tinggi di Danau Tef&amp;eacute;, yang di beberapa titik suhunya melebihi 39 derajat Celsius (102 derajat Fahrenheit),&amp;rdquo; ungkap institut tersebut dalam komentar yang disampaikan oleh afiliasi CNN, CNN Brasil.

Sungai Amazon, saluran air terbesar di dunia, saat ini sedang memasuki musim kemarau. Beberapa spesimen fauna sungai juga mengalami suhu yang mencapai rekor tertinggi.CNN Brasil melaporkan para peneliti dan aktivis mencoba menyelamatkan lumba-lumba yang masih hidup dengan memindahkan mereka dari laguna dan kolam di pinggiran sungai ke bagian utama sungai yang airnya lebih dingin.

Namun operasi tersebut tidak mudah karena letaknya yang terpencil.



&amp;ldquo;Memindahkan lumba-lumba sungai ke sungai lain tidaklah aman karena penting untuk memverifikasi apakah ada racun atau virus [sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam liar],&amp;rdquo; terang Andr&amp;eacute; Coelho, peneliti di Institut Mamiraua, kepada CNN Brasil.



Kekeringan di Amazon juga berdampak pada perekonomian.



Ketinggian air di bawah rata-rata telah dilaporkan di 59 kota di Negara Bagian Amazonas, sehingga menghambat aktivitas transportasi dan penangkapan ikan di sungai.



Pihak berwenang memperkirakan akan terjadi kekeringan yang lebih akut dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi ini dapat mengakibatkan kematian lumba-lumba lebih lanjut.

</content:encoded></item></channel></rss>
