<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Gempa M5,6 di Kaimana Akibat Aktivitas Sesar Tarera-Aiduna</title><description>Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna"/><item><title>BMKG: Gempa M5,6 di Kaimana Akibat Aktivitas Sesar Tarera-Aiduna</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna-qnR2qP9acw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/337/2893482/bmkg-gempa-m5-6-di-kaimana-akibat-aktivitas-sesar-tarera-aiduna-qnR2qP9acw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8yLzE3MTUzNC81L3g4b2d3eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,6 yang mengguncang Kaimana, Papua Barat sore ini akibat adanya aktivitas sesar Tarera &amp;ndash; Aiduna.
Sebelumnya dilaporkan gempa dengan kekuatan M5,6 mengguncang Kaimana, Senin 2 Oktober 2023, pukul 15.58 WIB. Pusat gempa berada di 87 km Tenggara Kaimana Papua Barat pada koordinat 4.07 Lintang Selatan &amp;ndash; 134.02 Bujur Timur.
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Waspada Peredaran Uang Palsu di Media Sosial

Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Sementara itu, kata Daryono, gempa susulan yang terjadi sebanyak 2 kali yakni dengan kekuatan terbesar M4,6.

BACA JUGA:
Beraksi 35 Kali Sasar Warung Kelontong, Pencuri di Depok Ditangkap

&amp;ldquo;Hingga pukul 16.18 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar M4,6.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8yLzE3MTUzNC81L3g4b2d3eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,6 yang mengguncang Kaimana, Papua Barat sore ini akibat adanya aktivitas sesar Tarera &amp;ndash; Aiduna.
Sebelumnya dilaporkan gempa dengan kekuatan M5,6 mengguncang Kaimana, Senin 2 Oktober 2023, pukul 15.58 WIB. Pusat gempa berada di 87 km Tenggara Kaimana Papua Barat pada koordinat 4.07 Lintang Selatan &amp;ndash; 134.02 Bujur Timur.
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Waspada Peredaran Uang Palsu di Media Sosial

Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Sementara itu, kata Daryono, gempa susulan yang terjadi sebanyak 2 kali yakni dengan kekuatan terbesar M4,6.

BACA JUGA:
Beraksi 35 Kali Sasar Warung Kelontong, Pencuri di Depok Ditangkap

&amp;ldquo;Hingga pukul 16.18 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar M4,6.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
