<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Ketua DPR Malaysia, Puan Maharani Dorong Perlindungan Penuh Bagi WNI dan PMI</title><description>Puan berharap pimpinan parlemen Malaysia memberi perhatian lebih terhadap PMI mengingat banyaknya kasus yahg merugikan PMI selama ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi"/><item><title>Bertemu Ketua DPR Malaysia, Puan Maharani Dorong Perlindungan Penuh Bagi WNI dan PMI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi-NQdcejXOfg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR Puan Maharani (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/337/2893654/bertemu-ketua-dpr-malaysia-puan-maharani-dorong-perlindungan-penuh-bagi-wni-dan-pmi-NQdcejXOfg.jpg</image><title>Ketua DPR Puan Maharani (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8xLzE3MTU0My81L3g4b2g0OGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Dewan Rakyat Malaysia, Dato Johari Bin Abdul di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan itu, Puan membawa isu perlindungan WNI dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Mengutip data Dirjen Imigrasi, sekitar 2 juta PMI yang Prosedural dan unprosedural berada di wilayah Malaysia. Tidak sedikit pula pekerja Indonesia yang mengalami eksploitasi, mendapatkan kekeradan fisik hingga kekerasan seksual saat bekerja di negeri jiran tersebut.
Atas dasar itu, Puan berharap pimpinan parlemen Malaysia memberi perhatian lebih terhadap PMI mengingat banyaknya kasus yahg merugikan PMI selama ini.

BACA JUGA:
Terima Penghargaan dari PSMTI, Kevin Sanjaya: Semoga Semua Masyarakat Tionghoa Selalu Memberi Manfaat bagi Indonesia

&quot;Saya berharap di bawah kepemimpinan Yang Mulia sebagai Ketua Dewan Rakyat, maka Malaysia dapat memberikan perhatian dan perlindungan penuh bagi para WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia,&quot; tutur Puan dalam keterangannya yang dikutip, Senin (2/10/2023).
Tak hanya isu perlindungan PMI, puan juga menyinggung pentingnya penguatan hubungan antar masyarakat Indonesia dengan Malaysia yang dapat dilakukan dengan berbagai program. Salah satunya dengan program pendidikan bagi kedua negara.

BACA JUGA:
Ketua DPR: Pancasila Adalah Pondasi Kuat Jaga Persatuan Indonesia!

&quot;Saya juga mendorong jumlah Community Learning Centers (CLC) di Malaysia dalam rangka memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia,&quot; sebut Puan.Ia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu sektor yang dapat mempererat hubungan masyarakat ke dua negara. Puan berharap ada tambahan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di sektor pendidikan.

&quot;Dalam hal ini, penting untuk kita, bersama-sama, menjajaki dan mendorong kerja sama di bidang pendidikan demi masa depan generasi muda kita,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mau Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gratis, Ini Cara Daftar dan Jadwalnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Apalagi, jumlah total pelajar Indonesia di Malaysia berjumlah lebih dari 10.000 orang, sedangkan pelajar Malaysia di Indonesia berjumlah setidaknya 2.800 orang.

Di sisi lain, Puan juga menyampaikan tentang pentingnya kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang maritim, terutama karena kedua negara bertetangga dan dikelilingi oleh laut. Seperti memberantas ilegal fishing dan delimitasi batas maritim serta batas darat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Ganjar Dikerubungi Peserta HUT Ke-25 PSMTI: Sangat Layak Pimpin Indonesia

&quot;Selain itu, saya juga mendukung upaya finalisasi perjanjian mengenai delimitasi Maritim di segmen Laut Sulawesi dan Selat Malaka. Saya juga akan memastikan bahwa DPR RI, melalui fungsi pengawasannya, akan terus memantau progres dari instrumen tersebut,&quot; tutur Puan.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8xLzE3MTU0My81L3g4b2g0OGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Dewan Rakyat Malaysia, Dato Johari Bin Abdul di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan itu, Puan membawa isu perlindungan WNI dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Mengutip data Dirjen Imigrasi, sekitar 2 juta PMI yang Prosedural dan unprosedural berada di wilayah Malaysia. Tidak sedikit pula pekerja Indonesia yang mengalami eksploitasi, mendapatkan kekeradan fisik hingga kekerasan seksual saat bekerja di negeri jiran tersebut.
Atas dasar itu, Puan berharap pimpinan parlemen Malaysia memberi perhatian lebih terhadap PMI mengingat banyaknya kasus yahg merugikan PMI selama ini.

BACA JUGA:
Terima Penghargaan dari PSMTI, Kevin Sanjaya: Semoga Semua Masyarakat Tionghoa Selalu Memberi Manfaat bagi Indonesia

&quot;Saya berharap di bawah kepemimpinan Yang Mulia sebagai Ketua Dewan Rakyat, maka Malaysia dapat memberikan perhatian dan perlindungan penuh bagi para WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia,&quot; tutur Puan dalam keterangannya yang dikutip, Senin (2/10/2023).
Tak hanya isu perlindungan PMI, puan juga menyinggung pentingnya penguatan hubungan antar masyarakat Indonesia dengan Malaysia yang dapat dilakukan dengan berbagai program. Salah satunya dengan program pendidikan bagi kedua negara.

BACA JUGA:
Ketua DPR: Pancasila Adalah Pondasi Kuat Jaga Persatuan Indonesia!

&quot;Saya juga mendorong jumlah Community Learning Centers (CLC) di Malaysia dalam rangka memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia,&quot; sebut Puan.Ia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu sektor yang dapat mempererat hubungan masyarakat ke dua negara. Puan berharap ada tambahan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di sektor pendidikan.

&quot;Dalam hal ini, penting untuk kita, bersama-sama, menjajaki dan mendorong kerja sama di bidang pendidikan demi masa depan generasi muda kita,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mau Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gratis, Ini Cara Daftar dan Jadwalnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Apalagi, jumlah total pelajar Indonesia di Malaysia berjumlah lebih dari 10.000 orang, sedangkan pelajar Malaysia di Indonesia berjumlah setidaknya 2.800 orang.

Di sisi lain, Puan juga menyampaikan tentang pentingnya kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang maritim, terutama karena kedua negara bertetangga dan dikelilingi oleh laut. Seperti memberantas ilegal fishing dan delimitasi batas maritim serta batas darat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Ganjar Dikerubungi Peserta HUT Ke-25 PSMTI: Sangat Layak Pimpin Indonesia

&quot;Selain itu, saya juga mendukung upaya finalisasi perjanjian mengenai delimitasi Maritim di segmen Laut Sulawesi dan Selat Malaka. Saya juga akan memastikan bahwa DPR RI, melalui fungsi pengawasannya, akan terus memantau progres dari instrumen tersebut,&quot; tutur Puan.



</content:encoded></item></channel></rss>
