<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantai Cibutun Sukabumi Tertibun Sampah, Perlu Alat Berat Membersihkannya</title><description>DLH Kabupaten Sukabumi telah melakukan pengecekan terhadap kondisi tumpukan sampah yang menimbun Pantai Cibutun pesisir Loji</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya"/><item><title>Pantai Cibutun Sukabumi Tertibun Sampah, Perlu Alat Berat Membersihkannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya-LC2VQ4tRW6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pantai Cibutun di Sukabumi tertimbun sampah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/525/2893095/pantai-cibutun-sukabumi-tertibun-sampah-perlu-alat-berat-membersihkannya-LC2VQ4tRW6.jpg</image><title>Pantai Cibutun di Sukabumi tertimbun sampah (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOS8xLzE3MTM3NC81L3g4b2VvNzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SUKABUMI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi telah melakukan pengecekan terhadap kondisi tumpukan sampah yang menimbun Pantai Cibutun pesisir Loji, Kecamatan Simpenan. Upaya pembersihan pantai perlu alat berat.

Subkoordinator Bidang Pengangkutan Sampah di DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman, menyatakan, tumpukan sampah di pantai ini mungkin memerlukan penggunaan alat berat untuk menggerakkan sampah-sampah yang telah tertimbun, mengingat kondisinya yang sudah terlanjur terpendam dalam pasir.


BACA JUGA:
Kebakaran Hebat Landa Gudang PTPN, Api Diduga dari Pembakaran Sampah


Dalam beberapa kasus, pengangkatan sampah secara manual mungkin cukup sulit untuk dilakukan.

&quot;Saya kira harus ada alat berat untuk mendorong sampah-sampah yang kelihatannya sudah tertimbun, mungkin secara manual akan cukup kesulitan mengambil sampah yang tertimbun di dalam pasir ini,&quot; ujar Endang Suherman, Senin (2/10/2023).

Endang Suherman menyatakan komitmen pihaknya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pembersihan tersebut. Mereka berencana untuk mengumpulkan sampah-sampah jenis non-organik, seperti plastik dan kain, dengan niat untuk mendaur ulang atau membuangnya sesuai prosedur yang berlaku. Sampah organik akan kemungkinan dipilah terpisah.

&quot;Kita sangat mendukung dan berpartisipasi, mungkin untuk teknis seperti yang pernah dilaksanakan di pantai talanca Loji itu, kita bantu memungut sampah jenis pelastik kain yang non-organik, barangkali nanti organiknya kita akan pisah,&quot; kata Endang Suherman


BACA JUGA:
Warga Geger Pemulung Temukan Jasad Bayi di Tempat Pembuangan Sampah&amp;nbsp;


Namun, Salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pembersihan ini adalah akses yang sulit dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah. Oleh karena itu, hasil pembersihan ini harus diangkut ke pinggir jalan yang dapat dilalui oleh truk pengangkut sampah dari DLH.

&quot;Akses yang agak sulit dijangkau oleh angkutan sampah barangkali itu merupakan tantangan dalam pelaksanaan bersih-bersih sehingga hasil pembersihan ini harus diangkut ke pinggir jalan,&quot; ungkapnya.Selain itu, kegiatan ini juga membutuhkan kerjasama dan partisipasi banyak orang, mengingat volume sampah yang harus diangkut. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang matang untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan pembersihan pantai ini.

&quot;Jadi memang membutuhkan banyak orang juga karena mengangkut sampah secara estafet, jika orangnya sedikit akan agak kesulitan. Makanya nanti perlu disikapi lebih lanjut,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
Status Darurat Sampah di Bandung Raya Diperpanjang sampai 25 Oktober 2023


Sebelumnya, Pandawara Group dalam akun Instagram @pandawaragroup mengunggah video tentang kondisi Pantai Cibutun di pesisir Loji, Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Unggahan Pandawa Group dibanjiri komentar netizen itu berisi ajakan untuk bergabung dalam kegiatan bersih-bersih pantai selama dua hari, pada tanggal 6 dan 7 Oktober. Ajakan ini terbuka bagi semua warga Sukabumi yang peduli terhadap lingkungan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOS8xLzE3MTM3NC81L3g4b2VvNzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SUKABUMI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi telah melakukan pengecekan terhadap kondisi tumpukan sampah yang menimbun Pantai Cibutun pesisir Loji, Kecamatan Simpenan. Upaya pembersihan pantai perlu alat berat.

Subkoordinator Bidang Pengangkutan Sampah di DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman, menyatakan, tumpukan sampah di pantai ini mungkin memerlukan penggunaan alat berat untuk menggerakkan sampah-sampah yang telah tertimbun, mengingat kondisinya yang sudah terlanjur terpendam dalam pasir.


BACA JUGA:
Kebakaran Hebat Landa Gudang PTPN, Api Diduga dari Pembakaran Sampah


Dalam beberapa kasus, pengangkatan sampah secara manual mungkin cukup sulit untuk dilakukan.

&quot;Saya kira harus ada alat berat untuk mendorong sampah-sampah yang kelihatannya sudah tertimbun, mungkin secara manual akan cukup kesulitan mengambil sampah yang tertimbun di dalam pasir ini,&quot; ujar Endang Suherman, Senin (2/10/2023).

Endang Suherman menyatakan komitmen pihaknya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pembersihan tersebut. Mereka berencana untuk mengumpulkan sampah-sampah jenis non-organik, seperti plastik dan kain, dengan niat untuk mendaur ulang atau membuangnya sesuai prosedur yang berlaku. Sampah organik akan kemungkinan dipilah terpisah.

&quot;Kita sangat mendukung dan berpartisipasi, mungkin untuk teknis seperti yang pernah dilaksanakan di pantai talanca Loji itu, kita bantu memungut sampah jenis pelastik kain yang non-organik, barangkali nanti organiknya kita akan pisah,&quot; kata Endang Suherman


BACA JUGA:
Warga Geger Pemulung Temukan Jasad Bayi di Tempat Pembuangan Sampah&amp;nbsp;


Namun, Salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pembersihan ini adalah akses yang sulit dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah. Oleh karena itu, hasil pembersihan ini harus diangkut ke pinggir jalan yang dapat dilalui oleh truk pengangkut sampah dari DLH.

&quot;Akses yang agak sulit dijangkau oleh angkutan sampah barangkali itu merupakan tantangan dalam pelaksanaan bersih-bersih sehingga hasil pembersihan ini harus diangkut ke pinggir jalan,&quot; ungkapnya.Selain itu, kegiatan ini juga membutuhkan kerjasama dan partisipasi banyak orang, mengingat volume sampah yang harus diangkut. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang matang untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan pembersihan pantai ini.

&quot;Jadi memang membutuhkan banyak orang juga karena mengangkut sampah secara estafet, jika orangnya sedikit akan agak kesulitan. Makanya nanti perlu disikapi lebih lanjut,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
Status Darurat Sampah di Bandung Raya Diperpanjang sampai 25 Oktober 2023


Sebelumnya, Pandawara Group dalam akun Instagram @pandawaragroup mengunggah video tentang kondisi Pantai Cibutun di pesisir Loji, Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Unggahan Pandawa Group dibanjiri komentar netizen itu berisi ajakan untuk bergabung dalam kegiatan bersih-bersih pantai selama dua hari, pada tanggal 6 dan 7 Oktober. Ajakan ini terbuka bagi semua warga Sukabumi yang peduli terhadap lingkungan.</content:encoded></item></channel></rss>
