<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Kekurangan Obat, 24 Pasien di Satu Rumah Sakit Meninggal dalam 24 Jam</title><description>Dua belas pasien yang tewas adalah bayi yang baru lahir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam"/><item><title>Diduga Kekurangan Obat, 24 Pasien di Satu Rumah Sakit Meninggal dalam 24 Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 06:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam-DxSc7U2iXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/18/2893737/diduga-kekurangan-obat-24-pasien-di-satu-rumah-sakit-meninggal-dalam-24-jam-DxSc7U2iXD.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>NEW DELHI - Dua belas bayi baru lahir dan 12 orang dewasa meninggal di sebuah rumah sakit yang dijalankan pemerintah India dalam 24 jam terakhir. Dekan rumah sakit, yang terletak di Nanded, Maharastra, India itu, menyalahkan kejadian tragis ini pada kekurangan obat-obatan dan staf medis.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Bocah 7 Tahun Meninggal Diduga Korban Malpraktik, Jawaban Enteng Rumah Sakit: Risiko Operasi&amp;nbsp;

Dari 24 kematian dalam 24 jam terakhir, 12 orang dewasa menderita &amp;ldquo;berbagai penyakit, sebagian besar akibat gigitan ular&amp;rdquo;, kata dekan Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan di Nanded.
&amp;ldquo;Enam bayi laki-laki dan enam bayi perempuan meninggal dalam 24 jam terakhir. Dua belas orang dewasa juga meninggal karena berbagai penyakit, kebanyakan gigitan ular. Kami mengalami kesulitan karena ada beberapa staf yang dipindahkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir NDTV.
&amp;ldquo;Kami adalah pusat perawatan tingkat tersier dan satu-satunya tempat yang memiliki radius 70 hingga 80 km. Jadi, pasien datang kepada kami dari tempat yang jauh. Pada hari-hari tertentu jumlah pasien meningkat menimbulkan masalah pada anggaran,&amp;rdquo; ujarnya.
&quot;Ada lembaga Haffkine. Kami seharusnya membeli obat-obatan dari mereka tetapi hal itu juga tidak terjadi. Namun kami membeli obat-obatan secara lokal dan memberikannya kepada pasien,&quot; tambah sang dekan.

BACA JUGA:
Diplomat Senior Dihadang Pengunjuk Rasa saat Ingin ke Tempat Ibadah Sikh, India Protes Keras&amp;nbsp;

Tetapi pihak rumah sakit dalam pernyataanya menyangkal klaim dekan terkait kekurangan obat-obatan dan dana. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa ada cukup dana tersedia dan anggaran tambahan telah disetujui.&amp;ldquo;Pasien dewasa berjumlah 12 orang (lima laki-laki dan tujuh perempuan) dan 12 anak-anak. Di antara orang dewasa, empat orang menderita penyakit jantung, satu orang keracunan, satu orang penyakit lambung, dua orang penyakit ginjal, satu orang komplikasi kebidanan, dan tiga orang kecelakaan. Korban. Di antara anak-anak tersebut, empat di antaranya berada pada tahap terminal dan dirujuk dari rumah sakit swasta,&amp;rdquo; tambah pernyataan itu.
Menyebut kematian tersebut &amp;ldquo;sangat disayangkan&amp;rdquo;, Ketua Menteri Eknath Shinde mengatakan kepada wartawan di Mumbai bahwa informasi lebih lanjut akan dicari mengenai apa yang terjadi di rumah sakit dan tindakan akan diambil.

BACA JUGA:
Tingkatkan Keselamatan Pasien, Kini Dokter Anestesi Dilengkapi Patient Monitor Dalam Negeri

Sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki kematian tersebut, Dr Dilip Mhaisekar, Direktur Pendidikan dan Penelitian Kedokteran, Maharashtra, mengatakan kepada media PTI.
&amp;ldquo;Komite ahli beranggotakan tiga orang dari distrik Chhatrapati Sambhajinagar (sebelumnya Aurangabad) telah dibentuk dengan mandat untuk menyampaikan laporan paling lambat pukul 1 siang besok. Saya pribadi akan mengunjungi rumah sakit untuk meninjau situasinya,&amp;rdquo; katanya.Oposisi di Maharastra melayangkan kritik keras terhadap pemerintahan Eknath Shinde terkait kejadian ini, menuntutnya dan partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) untuk bertanggung jawab.
&amp;ldquo;Total 24 nyawa melayang. Tujuh puluh masih kritis. Fasilitas dan tenaga medis kurang. Banyak perawat yang dipindahkan dan penggantinya tidak diberikan. Banyak mesin yang tidak berfungsi. Kapasitas rumah sakit 500, tetapi 1.200 pasien diterima.,&quot; kata mantan Ketua Menteri Maharashtra Ashok Chavan setelah mengunjungi rumah sakit tersebut.
Hal ini terjadi kurang dari dua bulan setelah 18 pasien meninggal dalam 24 jam di Rumah Sakit Chhatrapati Shivaji Maharaj di Kalwa di Thane. Dua belas pasien yang meninggal pada Agustus di antaranya berusia di atas 50 tahun.</description><content:encoded>NEW DELHI - Dua belas bayi baru lahir dan 12 orang dewasa meninggal di sebuah rumah sakit yang dijalankan pemerintah India dalam 24 jam terakhir. Dekan rumah sakit, yang terletak di Nanded, Maharastra, India itu, menyalahkan kejadian tragis ini pada kekurangan obat-obatan dan staf medis.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Bocah 7 Tahun Meninggal Diduga Korban Malpraktik, Jawaban Enteng Rumah Sakit: Risiko Operasi&amp;nbsp;

Dari 24 kematian dalam 24 jam terakhir, 12 orang dewasa menderita &amp;ldquo;berbagai penyakit, sebagian besar akibat gigitan ular&amp;rdquo;, kata dekan Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan di Nanded.
&amp;ldquo;Enam bayi laki-laki dan enam bayi perempuan meninggal dalam 24 jam terakhir. Dua belas orang dewasa juga meninggal karena berbagai penyakit, kebanyakan gigitan ular. Kami mengalami kesulitan karena ada beberapa staf yang dipindahkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir NDTV.
&amp;ldquo;Kami adalah pusat perawatan tingkat tersier dan satu-satunya tempat yang memiliki radius 70 hingga 80 km. Jadi, pasien datang kepada kami dari tempat yang jauh. Pada hari-hari tertentu jumlah pasien meningkat menimbulkan masalah pada anggaran,&amp;rdquo; ujarnya.
&quot;Ada lembaga Haffkine. Kami seharusnya membeli obat-obatan dari mereka tetapi hal itu juga tidak terjadi. Namun kami membeli obat-obatan secara lokal dan memberikannya kepada pasien,&quot; tambah sang dekan.

BACA JUGA:
Diplomat Senior Dihadang Pengunjuk Rasa saat Ingin ke Tempat Ibadah Sikh, India Protes Keras&amp;nbsp;

Tetapi pihak rumah sakit dalam pernyataanya menyangkal klaim dekan terkait kekurangan obat-obatan dan dana. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa ada cukup dana tersedia dan anggaran tambahan telah disetujui.&amp;ldquo;Pasien dewasa berjumlah 12 orang (lima laki-laki dan tujuh perempuan) dan 12 anak-anak. Di antara orang dewasa, empat orang menderita penyakit jantung, satu orang keracunan, satu orang penyakit lambung, dua orang penyakit ginjal, satu orang komplikasi kebidanan, dan tiga orang kecelakaan. Korban. Di antara anak-anak tersebut, empat di antaranya berada pada tahap terminal dan dirujuk dari rumah sakit swasta,&amp;rdquo; tambah pernyataan itu.
Menyebut kematian tersebut &amp;ldquo;sangat disayangkan&amp;rdquo;, Ketua Menteri Eknath Shinde mengatakan kepada wartawan di Mumbai bahwa informasi lebih lanjut akan dicari mengenai apa yang terjadi di rumah sakit dan tindakan akan diambil.

BACA JUGA:
Tingkatkan Keselamatan Pasien, Kini Dokter Anestesi Dilengkapi Patient Monitor Dalam Negeri

Sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki kematian tersebut, Dr Dilip Mhaisekar, Direktur Pendidikan dan Penelitian Kedokteran, Maharashtra, mengatakan kepada media PTI.
&amp;ldquo;Komite ahli beranggotakan tiga orang dari distrik Chhatrapati Sambhajinagar (sebelumnya Aurangabad) telah dibentuk dengan mandat untuk menyampaikan laporan paling lambat pukul 1 siang besok. Saya pribadi akan mengunjungi rumah sakit untuk meninjau situasinya,&amp;rdquo; katanya.Oposisi di Maharastra melayangkan kritik keras terhadap pemerintahan Eknath Shinde terkait kejadian ini, menuntutnya dan partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) untuk bertanggung jawab.
&amp;ldquo;Total 24 nyawa melayang. Tujuh puluh masih kritis. Fasilitas dan tenaga medis kurang. Banyak perawat yang dipindahkan dan penggantinya tidak diberikan. Banyak mesin yang tidak berfungsi. Kapasitas rumah sakit 500, tetapi 1.200 pasien diterima.,&quot; kata mantan Ketua Menteri Maharashtra Ashok Chavan setelah mengunjungi rumah sakit tersebut.
Hal ini terjadi kurang dari dua bulan setelah 18 pasien meninggal dalam 24 jam di Rumah Sakit Chhatrapati Shivaji Maharaj di Kalwa di Thane. Dua belas pasien yang meninggal pada Agustus di antaranya berusia di atas 50 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
