<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bamsoet Berharap Pemilu 2024 Pakai E-Voting: Bisa Milih dari Kamar Tidur</title><description>Orang bisa memilih dari kamar tidurnya masing-masing dengan menginput nomor induk penduduknya dan hanya bisa dipakai sekali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur"/><item><title>Bamsoet Berharap Pemilu 2024 Pakai E-Voting: Bisa Milih dari Kamar Tidur</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur-OiHjRn7AzM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR Bambang Soesatyo membayangkan Pemilu 2024 digelar dengan e-voting (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2893879/bamsoet-berharap-pemilu-2024-pakai-e-voting-bisa-milih-dari-kamar-tidur-OiHjRn7AzM.jpg</image><title>Ketua MPR Bambang Soesatyo membayangkan Pemilu 2024 digelar dengan e-voting (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE5MS81L3g4b2I4dnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap kontestasi Pemilu 2024 bisa digelar secara elektronik menggunakan E-Voting. Sehingga, masyarakat tak usah lagi keluar rumah dan berhadapan dengan bilik suara.

Hal tersebut dikatakan Bamsoet dalam Seminar Nasional PPSA XXIV Lemhannas RI bertajuk &quot;Kepemimpinan Digital Dalam Konsolidasi Demokrasi&quot; di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat.


BACA JUGA:
Bawaslu Ingatkan Peserta Pemilu saat Kampanye Bermotor Harus Tertib Lalu Lintas&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&quot;Saya sebetulnya membayangkan 2024 nanti proses demokrasi kita tidak lagi konvensional, tidak lagi mendorong orang keluar rumah berbondong-bondong ke TPS lalu masu bilik suara kemudian mencolok tinta yang semuanya berbiaya tinggi,&quot; ujar Bamsoet dalam pidatonya, Selasa (3/10/2023).

Tak hanya itu, kata Bamsoet, adanya pemilu konvensional akan memakan waktu yang cukup lama. Serta, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang begitu banyak dan mahal.


BACA JUGA:
Polri: Operasi Nusantara Cooling System Pemilu 2024 Tak Lakukan Upaya Penegakan Hukum


Karena itu, lanjut Bamsoet, ke depan ia ingin Indonesia memanfaatkan demokrasi dengan kemajuan digital. Sehingga, orang-orang bisa memilih sosok pemimpin di kediamannya masing-masing.

&quot;Orang bisa memilih dari kamar tidurnya masing-masing dengan menginput nomor induk penduduknya dan hanya bisa dipakai sekali, begitu dia klik dia akan terkirim setidak-tidaknya ke lima lembaga, KPU sendiri, bawaslu kemudian lembaga lain yang independen,&quot; tuturnya.&quot;Sehingga angka-angkanya nanti bisa kita bandingkan mana yang terjadi perselisihan atau mana yang terjadi tidak tepat sehingga diharapkan ke depan pemilu bisa dilaksanakan cepat murah dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih banyak,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Melamar Anak Muda Untuk Jadi Tim Sukses dan Memberi Masukan dalam Pemilu 2024


Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan, adanya E voting pada Pemilu juga akan meminimalisir adanya golput di kalangan masyarakat.

&quot;Tapi memang ada berbagai tantangan namanya teknologi pasti sangat rawan di hack sangat rawan ditembus dan diubah-ubah. Tapi harus ada keberanian beberapa negara telah memakai sistem ini, e voting,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE5MS81L3g4b2I4dnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap kontestasi Pemilu 2024 bisa digelar secara elektronik menggunakan E-Voting. Sehingga, masyarakat tak usah lagi keluar rumah dan berhadapan dengan bilik suara.

Hal tersebut dikatakan Bamsoet dalam Seminar Nasional PPSA XXIV Lemhannas RI bertajuk &quot;Kepemimpinan Digital Dalam Konsolidasi Demokrasi&quot; di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat.


BACA JUGA:
Bawaslu Ingatkan Peserta Pemilu saat Kampanye Bermotor Harus Tertib Lalu Lintas&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&quot;Saya sebetulnya membayangkan 2024 nanti proses demokrasi kita tidak lagi konvensional, tidak lagi mendorong orang keluar rumah berbondong-bondong ke TPS lalu masu bilik suara kemudian mencolok tinta yang semuanya berbiaya tinggi,&quot; ujar Bamsoet dalam pidatonya, Selasa (3/10/2023).

Tak hanya itu, kata Bamsoet, adanya pemilu konvensional akan memakan waktu yang cukup lama. Serta, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang begitu banyak dan mahal.


BACA JUGA:
Polri: Operasi Nusantara Cooling System Pemilu 2024 Tak Lakukan Upaya Penegakan Hukum


Karena itu, lanjut Bamsoet, ke depan ia ingin Indonesia memanfaatkan demokrasi dengan kemajuan digital. Sehingga, orang-orang bisa memilih sosok pemimpin di kediamannya masing-masing.

&quot;Orang bisa memilih dari kamar tidurnya masing-masing dengan menginput nomor induk penduduknya dan hanya bisa dipakai sekali, begitu dia klik dia akan terkirim setidak-tidaknya ke lima lembaga, KPU sendiri, bawaslu kemudian lembaga lain yang independen,&quot; tuturnya.&quot;Sehingga angka-angkanya nanti bisa kita bandingkan mana yang terjadi perselisihan atau mana yang terjadi tidak tepat sehingga diharapkan ke depan pemilu bisa dilaksanakan cepat murah dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih banyak,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Melamar Anak Muda Untuk Jadi Tim Sukses dan Memberi Masukan dalam Pemilu 2024


Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan, adanya E voting pada Pemilu juga akan meminimalisir adanya golput di kalangan masyarakat.

&quot;Tapi memang ada berbagai tantangan namanya teknologi pasti sangat rawan di hack sangat rawan ditembus dan diubah-ubah. Tapi harus ada keberanian beberapa negara telah memakai sistem ini, e voting,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
