<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Teknologi Sudah Melesat Maju, Regulasi Belum Siap</title><description>Jokowi mengatakan bahwa pada G20 India ada beberapa negara khawatir dengan kemajuan teknologi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap"/><item><title>Jokowi: Teknologi Sudah Melesat Maju, Regulasi Belum Siap</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap-tEOhRHHXVD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/337/2893920/jokowi-teknologi-sudah-melesat-maju-regulasi-belum-siap-tEOhRHHXVD.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy82LzE3MTU2Ni81L3g4b2hzYmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil salah satu e-commerce yakni Tiktok Shop yang menurutnya berdampak pada UMKM dan pasar tradisional.
Awalnya, Jokowi mengatakan bahwa pada G20 India ada beberapa negara khawatir dengan kemajuan teknologi. Salah satunya terkait kemunculan artificial intilegen (AI).
&quot;Saya terakhir di G20 di India ada 6 negara menyampaikan dan khawatir sekali dengan yang namanya AI. Sekarang sudah muncul lagi generatif artificial intelligence,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Rakernas Korpri, di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

BACA JUGA:
7 Formasi Racikan Shin Tae-yong yang Membawa Kesuksesan Timnas Indonesia, Nomor 1 Paling Sering Dipakai

Kepala Negara menjelaskan bahwa yang ditakutkan dari melesatnya teknologi saat ini, namun belum ada regulasi yang siap untuk digunakan.
&quot;Apa yang ditakutkan, teknologinya ini sudah melesat maju, regulasinya belum siap, belum ada, sudah kemana-mana,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Tok! DPR Setujui Arsul Sani Jadi Calon Hakim MK Gantikan Wahiduddin Adams

Jokowi pun mengatakan seharusnya regulasi dipersiapkan seiring dengan kemajuan teknologi. Termasuk dalam hal ini pada e-commerce.
&quot;Mestinya teknologinya muncul, regulasinya disiapkan oleh birokrasi kita. Setiap muncul, siapkan. Kalau tidak engga siap, yang kena nanti seperti yang baru saja kejadian TikTok Shop. Bisa mengenai UKM kita, UMKM kita, mengenai pasar-pasar tradisional kita, hati-hati,&quot; kata Jokowi.&quot;E-commerce itu hati-hati. Bisa sangat baik, kalau regulasinya mendukung dan bisa menjadi sangat tidak baik kalau regulasinya tidak memberikan back up,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti TikTok Shop Cs, Jokowi: Perlu Regulasi di Tengah Pesatnya Teknologi

Maka dari itu, menurut Jokowi aturan tersebut juga menjadi tugas besar birokrasi di Indonesia termasuk ASN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Siap Guyur Bonus bagi PNS yang Mau Pindah ke IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Itu mestinya tugas-tugas besar birokrasi kita, ASN kita. Harus diubah orientasinya, tapi memang dimulai dari pusatnya dulu. Sistemnya, peraturannya, regulasinya memang agar orientasinya berubah. Karena kalau tidak, seperti disampaikan oleh Bapak Ketua Umum, kita akan terjebak nantinya pada jebakan negara berpendapatan menegah, middle income trap,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy82LzE3MTU2Ni81L3g4b2hzYmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil salah satu e-commerce yakni Tiktok Shop yang menurutnya berdampak pada UMKM dan pasar tradisional.
Awalnya, Jokowi mengatakan bahwa pada G20 India ada beberapa negara khawatir dengan kemajuan teknologi. Salah satunya terkait kemunculan artificial intilegen (AI).
&quot;Saya terakhir di G20 di India ada 6 negara menyampaikan dan khawatir sekali dengan yang namanya AI. Sekarang sudah muncul lagi generatif artificial intelligence,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Rakernas Korpri, di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

BACA JUGA:
7 Formasi Racikan Shin Tae-yong yang Membawa Kesuksesan Timnas Indonesia, Nomor 1 Paling Sering Dipakai

Kepala Negara menjelaskan bahwa yang ditakutkan dari melesatnya teknologi saat ini, namun belum ada regulasi yang siap untuk digunakan.
&quot;Apa yang ditakutkan, teknologinya ini sudah melesat maju, regulasinya belum siap, belum ada, sudah kemana-mana,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Tok! DPR Setujui Arsul Sani Jadi Calon Hakim MK Gantikan Wahiduddin Adams

Jokowi pun mengatakan seharusnya regulasi dipersiapkan seiring dengan kemajuan teknologi. Termasuk dalam hal ini pada e-commerce.
&quot;Mestinya teknologinya muncul, regulasinya disiapkan oleh birokrasi kita. Setiap muncul, siapkan. Kalau tidak engga siap, yang kena nanti seperti yang baru saja kejadian TikTok Shop. Bisa mengenai UKM kita, UMKM kita, mengenai pasar-pasar tradisional kita, hati-hati,&quot; kata Jokowi.&quot;E-commerce itu hati-hati. Bisa sangat baik, kalau regulasinya mendukung dan bisa menjadi sangat tidak baik kalau regulasinya tidak memberikan back up,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti TikTok Shop Cs, Jokowi: Perlu Regulasi di Tengah Pesatnya Teknologi

Maka dari itu, menurut Jokowi aturan tersebut juga menjadi tugas besar birokrasi di Indonesia termasuk ASN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Siap Guyur Bonus bagi PNS yang Mau Pindah ke IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Itu mestinya tugas-tugas besar birokrasi kita, ASN kita. Harus diubah orientasinya, tapi memang dimulai dari pusatnya dulu. Sistemnya, peraturannya, regulasinya memang agar orientasinya berubah. Karena kalau tidak, seperti disampaikan oleh Bapak Ketua Umum, kita akan terjebak nantinya pada jebakan negara berpendapatan menegah, middle income trap,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
